Ilustrasi Milenial Berbelanja (Rumah123/Forbes)

Jakarta lautan mal kayaknya nggak lebay deh. Saat ini, ada 2,9 juta m2 pusat perbelanjaan, mal, plaza, atau apapun itu namanya.

Ini menurut data yang dirilis oleh konsultan properti JLL. Tingkat keterisian atau okupansi mencapai 88,6%. Saat ini belum ada pasokan baru karena belum ada pusat perbelanjaan baru.

Baca juga: Punya Rumah Sendiri, Milenial Bisa Bebas Berkarier Lho

Sebagai milenial yang doyan kongkow sama teman, pasangan, atau kerabat, kamu biasa nongkrong di mana? Kota Kasablanka, Gandaria City, Grand Indonesia, Plaza Indonesia, atau Central Park biasanya jadi pilihan buat berkumpul, minum kopi, atau makan bareng.

Yakin kalau kamu nggak belanja? Katanya milenial nggak suka belanja, tapi pastinya kamu belanja pakaian, sepatu, tas, gadget, dan lainnya.

Baca juga: Co-Living Bisa Jadi Solusi Hunian Murah untuk Milenial

Menurut Head of Research JLL, James Taylor, pusat perbelanjaan membidik konsumen keluarga dan milenial. Konsumen keluarga memang menghabiskan uang lebih banyak.

Pusat perbelanjaan menyuguhkan beragam keperluan dan kebutuhan keluarga dan kaum milenial seperti sports and lifestyle, food and beverage, beauty and healthcare, entertainment, home appliances, dan fast fashion.

Baca juga: Dua ‘Pesulap’ yang Bisa Bikin Milenial Betah di Rumah

“Mereka menawarkan brand. Mereka menyediakan tempat yang Instagramable. Ada fasilitas entertainment untuk anak-anak dan dewasa,” ujar Taylor dalam Jakarta Property Market Update Q2 2018.

Taylor mengungkapkan memang tidak ada pasokan baru pusat perbelanjaan, namun ada perubahan konsep. Mal mengubah tampilan menjadi Instagramable atau membuat event yang menarik orang untuk datang.

Baca juga: Generasi Milenial Kaya Raya Bidik Investasi Properti di Luar Negeri

“Tidak ada lagi shopping center yang old fashion, semua mengarah ke pusat perbelanjaan yang mengusung lifestyle, entertainment,” kata James lagi.

Hmm, nggak heran sih. Coba kamu masuk ke pusat perbelanjaan. Berapa banyak coffee shop yang menawarkan buy one get one dengan membayar menggunakan kartu kredit. Hayo, siapa yang sering kayak begini?

Baca juga: Saatnya Milenial Jatuh Cinta Kepada Rumah Sempit

Sudah sering dibahas kalau kebiasaan ngopi di cafe setiap hari itu nggak hanya bikin kantong kamu jebol. Tapi, bikin kamu nggak bisa ngumpulin uang muka atau down payment (DP) dan juga nyicil rumah atau apartemen.

Jadi mulai sekarang, kamu mesti tahan godaan untuk ngopi di cafe, makan bareng di restoran mahal, atau belanja pakaian, sepatu, smartphone, dan lainnya. Kamu bisa ngopi seminggu sekali, makan bareng sebulan sekali, atau belanja sesuatu beberapa bulan sekali.

Bagikan: 631 kali