Ilustrasi (Foto: Rumah123/Inge Mangkoe) Stasiun KRL Maja. Saat ini, banyak pengembang yang membangun proyek mereka dekat dengan stasiun untuk memudahkan pemilik rumah dalam bertransportasi. (Foto: Rumah123/Inge Mangkoe)

Konsep Transit Oriented Development (TOD) di sektor properti makin populer. Banyak pengembang yang akhirnya menerapkan TOD untuk proyek-proyek mereka, termasuk PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI).

Pengembangan TOD sangat maju dan telah menjadi tren dikota-kota besar khususnya di kawasan kota baru yang besar seperti Tokyo di Jepang, Seoul di Korea, Hong Kong, Singapura, serta beberapa kota di Amerika Serikat dan Eropa.

Baca juga: Pembangunan Stasiun Maja, Sedot Penumpang Commuter

TOD merupakan salah satu pendekatan pengembangan kota yang mengadopsi tata ruang campuran dan maksimalisasi penggunaan angkutan massal seperti busway (BRT), kereta api kota (MRT), dan kereta api ringan (LRT). Biasanya, TOD juga dilengkapi pedestrial untuk pejalan kaki dan tempat parkir sepeda.

Nah, ADHI tengah menyiapkan dana awal untuk pengembangan TOD sebesar Rp1,3 triliun. Rencananya TOD tersebut akan dibangun di setiap stasiun kereta api ringan (LRT).

Sekretaris Perusahaan Adhi Karya Ki Syahgolang Permata mengungkapkan, rencananya properti yang dikembangkan di TOD tersebut berbentuk permukiman, perkantoran, rumah sakit, pusat perbelanjaan, hingga mal.

Baca juga: Pembangunan Pabrik Katrol Harga Properti di Karawang

’’Nanti di tiap stasiun itu akan dikembangkan properti kita, itu bagian dari right issue dananya, belum tahu ada tambahan berapa tapi pasti ada tambahan," ujar pria yang akrab disapa Kiki tersebut seperti dikutip Okezone.

Proyek kereta ringan tersebut nantinya akan memiliki 12 stasiun di tahap pertama yang bakal mencakup Cawang-Cibubur sepanjang 14,3 kilometer, Cawang-Dukuh Atas 10,5 kilometer, dan Cawang-Bekasi Timur 18,3 kilometer.

’’Kalau kurang dananya, kita akan cari tambahan, misalnya lewat obligasi, tapi belum tahu terbitkan obligasi berapa,’’ ucapnya.

Bagikan: 1142 kali