Kereta MRT Jakarta saat dites integrasi persinyalan pada jalur utama lintasan dari Lebak Bulus hingga Bundaran Hotel Indonesia. Foto: Rumah123/Jhony Hutapea

Tangerang Selatan (Tangsel) sampai saat ini termasuk daerah favorit para pencari hunian. Kian hari semakin bertambah saja jumlah penduduknya. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk Tangsel 1,5 juta. Separuh dari jumlah tersebut disinyalir bekerja di Jakarta. Jadi, kebayang dong 750.000 orang setiap hari pergi-pulang Tangsel-Jakarta. Alhasil, kawasan ini selalu macet hampir setiap hari dan setiap waktu.

Kabar baiknya, PT MRT Jakarta berencana akan memperpanjang trase Mass Rapid Transit (MRT). Hal ini dikabarkan telah dibicarakan sejak awal 2018 oleh Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany dengan Dirut PT MRT Jakarta William Sabandar dan Kepala Badan Pengatur Transportasi Jabodetabek Bambang Prihartono.

Baca juga: Maret 2019, MRT Jakarta Beroperasi Pukul 5 Pagi Hingga 12 Malam

Airin seperti dikutip Kompas.com, Rabu (19-9-2018), mengatakan, kajian pra-studi kelayakan atau feasibility studies (FS) kini sedang dilakukan PT MRT Jakarta, sembari menunggu ketetapan Penanggung Jawab Proyek Kerja sama (PJPK) yang diterbitkan Kementerian Perhubungan. Dari hasil kajian, kata Airin, akan ditentukan di mana trase perpanjangan MRT bakal dibangun. Termasuk nilai investasi yang diperlukan untuk menggarap proyek tersebut.

Airin mengusulkan perpanjangan trase ini tak hanya sampai Tangsel saja, tapi juga hingga Bandara Internasional Soekarno Hatta. Perpanjangan trase mulai dari Lebak Bulus-Ciputat-Pamulang-Rawa Buntu-Serpong-Bandara Soekarno-Hatta.

Baca juga: Tes Integrasi Persinyalan Sebelum MRT Jakarta Beroperasi

"Mudah-mudahan dengan adanya transportasi massal ini bisa menjadi salah-satu alternatif untuk mengurangi kemacetan dan tentunya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Tangsel," kata  Airin, dikutip dari sumber yang sama.

*

Bagikan: 3107 kali