Wajah depan Citra Maja Raya. Saat ini harga tanah di sana sudah mencapai Rp3,9 juta per meter perseginya. (Foto: Rumah123/Citra Maja Raya). Wajah depan Citra Maja Raya. Saat ini harga tanah di sana sudah mencapai Rp3,9 juta per meter perseginya. (Foto: Rumah123/Citra Maja Raya).

Meski hingga saat ini belum ada perubahan komitmen Maja sebagai kota kekerabatan, namun pengembangan kawasan tersebut dinilai sangat positif. Bahkan, ke depannya, kota ini bakal jadi tempat favorit masyarakat commuter.

Hal tersebut diungkapkan, Wakil Ketua Umum Bidang Hubungan Luar Negeri DPP Real Estat Indonesia (REI), Meiko Handoyo, kepada Rumah123 di Jakarta, Senin (8/8). Meiko yang juga merupakan Direktur Grup Ciputra ini juga mengaku sangat optimistis dengan perkembangan Maja saat ini.

Baca juga: Pembangunan Stasiun Maja, Sedot Penumpang Commuter

’’Yang sekarang sudah berjalan adalah double track commuter line (KRL). Saya juga dengar, dalam waktu dekat pemerintah akan menambah jumlah gerbong kereta. Itu artinya, pergerakan masyarakat dari Maja ke Jakarta akan bertambah cepat,’’ kata Meiko.

Dari sisi developer, menurut Meiko, pihaknya hanya menunggu perbaikan-perbaikan infrastruktur oleh pemerintah. Akan tetapi, bukan berarti Ciputra Group melalui perumahan Citra Maja Raya diam saja.

’’Harga tanah di Maja masih memungkinkan untuk membuat rumah yang sesuai kebutuhan masyarakat secara luas. Buktinya, Citra Maja Raya saat ini sudah bisa menjual sekitar 7.000 unit rumah dengan harga di kisaran Rp200-Rp300 juta,’’ ujarnya menambahkan.

Baca juga: Pengembangan Maja Katrol Harga Lahan

Menurut Meiko, jika setahun pihaknya bisa membangun 3.000 unit rumah, maka dalam waktu lima tahun saja sudah terbangun 15.000 unit. Dengan demikian, sekitar 60 ribu jiwa akan menghuni area tersebut.

’’Bayangkan, 60 ribu jiwa itu sudah bisa menghadirkan sekolah, tempat ibadah, dan lain-lain. Ini kita ngomong kehidupan, cikal bakal kota,’’ ucapnya.

Bagikan: 1053 kali