Kemacetan Membuat Pemerintah Luksemburg Akan Menggratiskan Transportasi Umum Pada 2020 (Foto: Rumah123/Luxembourg Times.lu)

Luksemburg menjadi negara pertama yang akan menggratiskan transportasi umum mulai 2020. Transportasi massal yang gratis mencakup semua kereta, trem, dan bus.

Kemacetan menjadi masalah utama banyak kota di dunia. Kecelakaan lalu lintas juga sudah memakan banyak korban tiap tahun.

Banyak yang sudah dilakukan untuk mengatasi kemacetan seperti area bebas kendaraan, melarang kendaran bermesin diesel, membuat area pejalan kaki dan pesepeda, memperbanyak transportasi massal, dan lainnya.

Baca juga: Kota Zurich Punya Komitmen Kembangkan Transportasi Massal

Namun, belum ada terobosan solusi seperti yang dilakukan oleh Luksemburg. Transportasi umum yang gratis untuk semua orang.

New York Times melansir bahwa Perdana Menteri Luksemburg, Xavier Bettel mengumumkan hal ini tidak lama setelah dia disumpah untuk kedua kalinya sebagai kepala pemerintahan. Bettel berkampanye mengenai platform yang memprioritaskan lingkungan hidup.

Luksemburg memang merupakan negara kecil di Eropa. Letaknya terjepit di antara beberapa negara. Luasnya hanya 2.586 kilometer persegi. Bandingkan dengan luas provinsi DKI Jakarta seluas 661 kilometer persegi.

Baca juga:  Luar Biasa! Stasiun Kereta Ini Terintegrasi dengan Moda Transportasi Massal Lainnya

Penduduk negara ini hanya 560.000 orang. Kalau melintasi negara ini, orang hanya perlu waktu kurang dari satu jam.

Meskipun negara ini memang mini, namun kalau diukur dari segi kepemilikan mobil, negara ini penuh sesak. Ada 662 mobil untuk setiap 1.000 orang. Luksemburg menjadi negara dengan jumlah kendaraan bermotor terbanyak dibandingkan jumlah penduduk di Uni Eropa.

Negara ini juga punya populasi komuter terbanyak di Eropa. Sekitar 400.000 orang datang ke ibu kota Luxembourg City setiap hari untuk bekerja saja.

Baca juga:  Orang Jakarta Terjebak Macet 22 Hari dalam Setahun! Pantesan Tua di Jalan

Luksemburg menjelma menjadi negara yang memiliki perekonomian yang bagus dengan rata-rata gaji yang tinggi. Namun, harga properti yang mahal membuat para pekerja tinggal di tempat lain.

Bahkan, banyak komuter yang tinggal di perbatasan Prancis, Belgia, dan Jerman. Tiga negara ini memang berbatasan langsung dengan Luksemburg. Alhasil, setiap hari kemacetan panjang selalu terjadi di jalan menuju ibu kota.

Bagikan: 519 kali