LRT- Rumah123.com Pemerintah Provinsi Sumatera Utara Berencana Memulai Pembangunan LRT (Light Rail Transit) Pada 2020. LRT Akan Menghubungkan Medan, Binjai, Karo, dan Deli Serdang. Saatnya Para Investor Properti Melirik Investasi di Kota Ini (Foto: Rumah123/Getty Images)

Proyek pembangunan LRT (Light Rail Transit/Lintas Rel Terpadu) di Sumatera Utara direncanakan dimulai pada 2020 mendatang. Saatnya kamu melirik Medan sebagai tempat berinvestasi atau tempat tinggal.

Pembangunan transportasi massal LRT ternyata menarik perhatian sejumlah pemerintah daerah. Setelah Sumatera Selatan dan DKI Jakarta memiliki LRT, selanjutnya Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Sumatera Utara melirik kereta layang ringan ini.

Seperti dilansir oleh Kompas.com, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi memimpin rapat persiapan pembangunan LRT Medan-Binjai-Deliserdang-Karo (Mebidangro). Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin dan juga perwakilan dari perusahaan kereta api asal Korea Selatan, Korea Rail Network Authority (KRNA) hadir dalam acara ini.

Baca juga: LRT Jakarta Kembali Lakukan Uji Publik Sebelum Beroperasi Secara Komersial

Mebidangro merupakan kawasan Medan dan sekitarnya yang meliputi Kota Medan, Kota Binjai, Kabupatan Deli Serdang, dan Kabupaten Karo. Luas wilayahnya mencapai lebih dari 4.800 kilometer persegi dengan jumlah penduduk lebih dari 7 juta orang.

Edy menyatakan ingin membangun LRT di Medibangro. Dia ingin kalau Pemerintah Korea Selatan dapat memberikan kepastian dalam pembangunan. Apalagi kalau mengingat jumlah penduduk di kawasan ini berjumlah 7 juta jiwa. Hal ini bisa menjadi perhitungan bisnis.

Sementara Dzulmi mengatakan bahwa proyek LRT Sumut ini bakal dibiayai oleh pemerintah pusat dengan bantuan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemerintah Kota Medan. Total anggaran pembangunan LRT diproyeksikan mencapai Rp2,2 triliun.

Baca juga: Ada Proyek LRT Jabodebek, Jalan Setiabudi Tengah Ditutup Hingga September 2020

Dia juga menambahkan kalau gagasan pembangunan LRT Sumut ini sudah ada sejak lama. Pemerintah setempat sudah pernah membahas rumusan pola pendanaan dengan Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional) dan Kementerian Keuangan.

Pemerintah pusat akan membiayai seluruh biaya pembangunan LRT. Tetapi, ada biaya rolling stock (kereta) yang menjadi kendala. Dzulmi membuka kemungkinan KRNA yang mewakili Pemerintah Korea Selatan bersedia menjadi investor.

Rencananya, LRT Sumut ini akan beroperasi dari stasiun pusat yaitu Lapangan Merdeka Medan. Ada pembangunan jalur baru yang akan diaktifkan kembali yaitu jalur Pancur Batu hingga Karo. Sisanya memakai jalur kereta yang telah beroperasi.

Baca juga: Tingkatkan Minat Penumpang, LRT Palembang Tambah Jumlah Perjalanan

Sebenarnya ini peluang bagi kamu yang berinvestasi properti. Pembangunan infrastruktur akan mendongkrak nilai bangunan dan tanah. Selain LRT, pemerintah akan membangun jalan tol Trans Sumatera. Bayangkan kalau keduanya melengkapi infrastruktur Medan dan sekitarnya.

Medan merupakan kota ketiga terbesar dari jumlah penduduk di Indonesia setelah Jakarta dan Surabaya. Jumlah penduduknya mencapai 2,2 juta jiwa lebih.

Kota ini juga kota industri dan bisnis penting di Sumatera, apalagi posisinya yang berada di Selat Malaka. Jika melihat potensi bisnisnya tentu sangat besar. Nah, saatnya bagi kamu untuk berinvestasi sebelum Medan menjelma jadi kota yang lebih besar.

Baca juga: Rute LRT Jakarta Akan Diperpanjang, Ke Mana Saja Ya?

Bagikan: 690 kali