lrt palembang- rumah123.com Sejak Beroperasi Mulai Juni 2018, LRT (Light Rail Transit/Lintas Rel Terpadu) Palembang Telah Berhasil Mengangkut 2 Juta Penumpang Lebih (Foto: Rumah123/Getty Images)

LRT Palembang telah beroperasi selama satu tahun. Kereta layang pertama di Indonesia ini telah mengangkut lebih dari 2 juta penumpang.

Moda transportasi umum LRT (Light Rail Transit/Lintas Rel Terpadu) Palembang telah beroperasi selama satu tahun, sejak 23 Juli 2018 lalu. Ibu kota Sumatera Selatan ini menjadi kota pertama yang mengoperasikan LRT.

LRT Palembang beroperasi menjelang penyelenggaraan Asian Games 2018 Jakarta-Palembang. Indonesia melangsungkan pesta olahraga ini di dua kota.

Baca juga: Terminal Baranangsiang Akan Direvitalisasi dan Dijadikan Stasiun Akhir LRT Jabodebek

Sebenarnya, Indonesia akan mengoperasikan dua LRT saat Asian Games 2018. Namun, hanya LRT Palembang yang beroperasi.

Sementara LRT Jakarta rute Kelapa Gading – Velodrome Ramawangun belum beroperasi secara komersial. Saat ini, LRT Jakarta masih menjalani serangkaian uji coba.

LRT Palembang ini hadir untuk membantu akomodasi para atlet, ofisial, masyarakat, dan media yang ingin melihat perhelatan olahraga bangsa-bangsa Asia.

Kampanye “Payo Naik LRT” Tingkatkan Jumlah Penumpang LRT Palembang

PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengelola LRT Palembang. Setelah mengoperasikan kereta layang ini selama setahun, PT KAI menyatakan bahwa jumlah penumpang telah tercatat hingga 2 juta orang penumpang, kurang lebih sekitar 2.096.556.

Seperti dikutip oleh situs berita online Detik.com, Hubungan Masyarakat (Humas) PT KAI Divisi Regional III Palembang Aida Suryati menyatakan bahwa rata-rata penumpang LRT per hari mencapai 10.000. Saat akhir pekan, jumlah penumpang meningkat menjadi 12.000.  Aida menyatakan jumlah penumpang terbanyak memang saat akhir pekan.

Jumlah penumpang tertinggi pada satu hari tercatat pada 8 Juni 2019. Ada sekitar 24.622 penumpang yang naik dari 13 stasiun yang ada.

Aida menyatakan keberadaan LRT di Palembang telah menjadi transportasi alternatif angkutan massal di Sumatera Selatan terutama di kota Palembang. Peningkatan jumlah penumpang ini juga tidak terlepas dari sosialisasi yang dilakukan secara berkelanjutan.

Salah satu bentuknya adalah kampanye “Payo Naik LRT”. Operator pun melengkapi sederetan fasilitas pendukung seperti pos kesehatan hingga penelitian.

LRT Palembang Terintegrasi dengan Transmusi dan Bus Damri

Palembang merupakan kota kedua terbesar di Sumatera setelah Medan, ibu kota provinsi Sumatera Utara. Kota ini memiliki penduduk 1,5 juta jiwa.

Selain LRT, Palembang juga memiliki transportasi massal lainnya yaitu Transmusi. LRT juga terkoneksi dengan Transmusi dan bus Damri.

Transmusi merupakan BRT (Bus Rapid Transit) seperti halnya Transjakarta di Jakarta. Transmusi memiliki sembilan koridor. Tarifnya hanya Rp5.000.

LRT dan Transmusi terkoneksi di sejumlah koridor. Hal ini semakin memudahkan penumpang untuk berpindah moda transportasi.

LRT Palembang memiliki rute sepanjang 24,5 kilometer. Kereta layang ini mempunyai 13 stasiun pemberhentian dan satu depot. PT KAI menggunakan kereta layang yang dibuat oleh PT Industri Kereta Api di Madiun, Jawa Timur.

LRT ini menghubungkan beberapa jalur penting termasuk bandara Sultan Mahmud Badaruddin II dan kompleks olahraga Jakabaring.

Baca juga: Bogor, Dari Kota Angkot Menuju Kota LRT dan Trem

Bagikan: 923 kali