lrt malang Ilustrasi Kereta. Pemerintah Kota Malang Berencana Untuk Membangun LRT Malang. Pemkot Malang Telah Mendapatkan Dana Investor China Sebesar Rp36 Triliun (Foto: Rumah123/REA Adobe Experience Manager)

Pembangunan LRT Malang mendapatkan investasi dari China sebesar Rp36 triliun. Malang akan membangun LRT sepanjang 35 kilometer.

Sejumlah kota atau daerah di Indonesia berencana membangun transportasi massal atau transportasi publik. Salah satunya adalah Kota Malang yang ingin membangun LRT (Light Rail Transit/Lintas Rel Terpadu).

Laman berita online Kompas.com melansir bahwa Pemerintah Kota Malang telah memperoleh investasi dari China senilai Rp36 triliun. Hal ini diungkapkan oleh Wali Kota Malang Sutiaji.

Baca juga: Bandung, Surabaya, Makasar, Medan, dan Semarang Ingin Bangun LRT

Sutiaji sudah menyetujui proposal investasi tersebut. Pemerintah Kota Malang akan melakukan koordinasi dengan Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan untuk mengurus perizinan pembangunan LRT.

Dia menyatakan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang meminta adanya koordinasi tersebut. Nantinya, saat proyek ini berjalan, sudah ada izin dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian.

LRT Malang Memiliki Rute Sepanjang 35 Kilometer

LRT Malang direncanakan dibangun dengan memiliki rute sepanjang 35 kilometer. Seluruhnya berada di Kota Malang.

Rencananya, LRT ini akan menjangkau kampus perguruan tinggi dan juga pusat pertokoan yang ada di Kota Malang. Sutiaji menyatakan dia berharap LRT Malang ini bisa juga menjangkau Kabupaten Malang.

Tiga kepala daerah di Malang Raya yaitu Wali Kota Malang, Bupati Malang, dan Wali Kota Batu berencana bertemu dalam waktu dekat. Mereka akan membahas rencana pembangunan LRT.

Baca juga: 2022, Bali Akan Memiliki LRT Bandara Ngurah Rai

Nilai investasi LRT Malang mencapai Rp36 triliun. Jumlah ini berdasarkan pada asumsi bahwa pembangunan lintasan LRT sepanjang 1 kilometer akan menelan biaya Rp250 miliar hingga Rp300 miliar.

Pada September 2019, Sutiaji sempat mengungkapkan kalau skema pembiayaan LRT Malang adalah 60 persen dari investor dan 40 persen dari publik.

Wacana pembangunan transportasi publik di Kota Malang sudah ada sejak lama. Pada 2017, Wali Kota Malang Moch Anton telah melakukan studi banding ke Amerika Serikat. Saat itu, studi banding terkait rencana pembangunan monorel.

Selain Malang, Sederetan Kota Ingin Membangun LRT

Sejumlah kota berencana ingin membangun LRT. Kota-kota tersebut adalah Bandung (Jawa Barat), Surabaya (Jawa Timur), Semarang (Jawa Tengah), Medan (Sumatera Utara), Makassar (Sulawesi Selatan), hingga Depok (Jawa Barat).

Kementerian Perhubungan sudah menerima proposal pembangunan seluruh kota ini kecuali Depok. Saat ini, LRT baru berada di Jakarta dan Palembang, Sumatera Selatan.

LRT Palembang sudah beroperasi sejak penyelenggaraan Asian Games 2018 Jakarta-Palembang. LRT ini menghubungkan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II dengan kompleks olahraga Jakabaring. Sayangnya, jumlah penumpang LRT Palembang memang masih jauh di bawah target.

Baca juga: Pilihan Transportasi Massal untuk Surabaya: MRT, LRT Atau ART?

Jakarta juga sudah memiliki LRT Jakarta. Sebenarnya, LRT Jakarta ini direncanakan beroperasi bersamaan dengan LRT Palembang, namun jadwalnya mundur hingga akhir 2019. Saat ini, LRT Jakarta baru memiliki satu rute yaitu Kelapa Gading (Pegangsaan Dua)-Velodrome Rawamangun.

Selain itu, Jakarta akan mempunyai LRT Jabodebek (Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi). LRT Jabodebek ini akan memiliki tiga lintasan yaitu Cawang-Cibubur, Cawang-Bekasi Timur, dan Cawang-Kuningan-Dukuh Atas.

Bagikan:
257 kali