LRT Jakarta- Rumah123.com Pengelola LRT Jakarta, PT LRT Jakarta Akan Mengintegrasikan Kereta Layang Ini dengan Moda Transportasi Lainnya Seperti Jak Lingko dan Transjakarta (Foto: Rumah123/Getty Images)

LRT Jakarta akan terhubung dengan sistem transportasi Jak Lingko. Ada lima stasiun yang menjadi koneksi dua transportasi umum.

Moda transportasi massal LRT (Lintas Rel Terpadu/Light Rail Transit) Jakarta memang belum beroperasi secara komersial. Kereta layang ini sempat melakukan uji coba pertengahan Juni hingga Juli 2019. Sebelumnya, LRT sempat melakukan uji coba pada 2018.

Seharusnya, kereta layang ini sempat direncanakan mulai beroperasi bersamaan dengan Asian Games 2018 Jakarta-Palembang. Namun, hal tersebut tidak terwujud. Malah LRT Palembang di Sumatera Selatan yang lebih dulu beroperasi.

Baca juga: Rute LRT Jakarta Akan Diperpanjang, Ke Mana Saja Ya?

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih belum memutuskan kapan LRT Jakarta akan beroperasi. Sementara tarif sempat diusulkan flat Rp5.000 untuk setiap penumpang.

LRT Jakarta memiliki rute sepanjang 5,8 kilometer (km). LRT Jakarta fase I ini mempunyai jalur Kelapa Gading, Jakarta Utara hingga Rawamangun, Jakarta Timur.

Pengelola kereta layang, PT LRT Jakarta akan menyambungkan LRT dengan moda transportasi lainnya seperti bus Transjakarta dan juga angkutan perkotaan (angkot) yang terintegrasi dengan Jak Lingko.

Baca juga: Naik LRT Jakarta Dapat Gunakan Kartu Uang Elektronik dari 5 Bank

Jak Lingko adalah sistem integrasi transportasi publik di Jakarta. Sistem ini merupakan transformasi dari program OK-Otrip yang digagas oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan wakilnya saat itu Sandiaga Uno.

Situs Kompas.com mengutip pernyataan Manajer Humas LRT Jakarta, Melissa Suciati yang mengatakan nantinya LRT akan terhubung dengan Jak Lingko yang merupakan angkot dan menggunakan mikro bus dan juga Transjakarta. Konektivitas ini ada di lima stasiun.

Integrasi LRT dengan Transjakarta dan Jak Lingko

Ada lima stasiun LRT yang terintegrasi dengan moda transportasi lainnya. Tiga stasiun terhubung dengan angkot Jak Lingko di Stasiun Boulevard Utara, Stasiun Boulevard Selatan, dan Stasiun Equestrian.

Dua stasiun LRT lainnya terkoneksi dengan dua koridor bus Transjakarta yaitu Stasiun Pulomas dan Stasiun Velodrome. LRT dan Transjakarta terhubung secara fisik. Integrasi keduanya terhubung melalui skybridge atau jembatan.

Secara keseluruhan ada 15 rute bus Transjakarta dan juga Jak Lingko yang terkoneksi di lima stasiun LRT. Nantinya, ada juga kemudahan di skybridge Stasiun LRT Velodrome saat tapping. Penumpang hanya perlu sekali tapping untuk tap out LRT dan juga tap in Transjakarta.

Mengutip dari laman resmi LRT Jakarta, lrtjakarta.co.id, inilah 15 rute Jak Lingko dan Transjakarta yang terkoneksi dengan LRT Jakarta.

 

Stasiun Boulevard Utara

Angkot Jak24 (Pulogadung-Senen)

Angkot Jak59 (Rawamangun-Rawa Sengon)

Angkot Jak60 (Pulogadung-Senen)

Angkot Jak61 (Rawamangun-Rawa Sengon)

 

Stasiun Boulevard Selatan

Angkot Jak59 (Rawamangun-Rawa Sengon)

 

Stasiun Pulomas

Transjakarta koridor 2 (Pulo Gadung-Harmoni)

Transjakarta koridor 2B (Asmi-Harapan Indah)

Angkot Jak33 (Pulo Gadung-Kota)

 

Stasiun Equestrian

Angkot Jak33 (Pulo Gadung-Kota)

 

Stasiun Velodrome

Transjakarta koridor 4 (Pulo Gadung-Dukuh Atas)

Transjakarta koridor 4A (TUGas-Grogol II)

Transjakarta koridor 4C (TUGas-Bundaran Senayan)

Angkot Jak17 (Senen-Pulo Gadung)

Angkot Jak34 (Rawamangun-Klender)

Angkot Jak59 (Rawamangun-Rawa Sengon)

Bagikan: 1705 kali