transjakarta lrt jakarta- Rumahs123.com LRT Jakarta dan Transjakarta Saling Terintegrasi dengan Melalui Skybridge Atau Jembatan Penghubung di Stasiun LRT Velodrome dan Halte Transjakarta Velodrome Rawamangun (Foto: Rumah123/Getty Images)

Dua moda transportasi massal, LRT Jakarta dan Transjakarta resmi terintegrasi. Hal ini memudahkan para penumpang transportasi umum saat bepergian.

Situs berita Detik.com melansir bahwa LRT (Light Rail Transit/Rel Lintas Terpadu) Jakarta rute Kelapa Gading-Stasiun Velodrome Rawamangun resmi terintegrasi dengan jalur Transjakarta koridor 4, Dukuh Atas-Pulogadung pada Jumat (26/07/2019).

Integrasi ini berada di halte Transjakarta Pemuda dan stasiun LRT Velodrome. Penumpang Transjakarta bisa transit di halte Pemuda dan melanjutkan perjalanan menggunakan LRT Jakarta.

Baca juga: Naik LRT Jakarta Dapat Gunakan Kartu Uang Elektronik dari 5 Bank

Begitu juga sebaliknya, penumpang LRT Jakarta bisa transit di stasiun Velodrome dan meneruskan perjalanan memakai Transjakarta.

LRT Jakarta memang belum beroperasi secara operasional. Namun, kereta layang ini telah menjalani uji coba sejak pertengahan Juni 2019.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta belum menetapkan kapan LRT Jakarta beroperasi secara komersial. Izin operasional masih menunggu sejumlah proses administrasi dari Kementerian Perhubungan.

Baca juga: Terminal Baranangsiang Akan Direvitalisasi dan Dijadikan Stasiun Akhir LRT Jabodebek

Moda transportasi massal ini telah menjalani uji coba sebanyak tiga kali. LRT yang lebih dulu beroperasi adalah LRT Palembang di Sumatera Selatan.

Padahal kedua LRT ini diproyeksikan akan beroperasi pada penyelenggaraan Asian Games 2018 Jakarta-Palembang pada Agustus-September 2018 lalu.

Skybridge Integrasikan LRT Jakarta dan Transjakarta

Integrasi dua transportasi massal ini terkoneksi berkat jembatan penghubung atau skybridge. Jembatan ini sudah mulai dibangun sejak beberapa waktu lalu.

Situs berita Kompas.com melansir bahwa jembatan ini memang didesain artistik. Warna putih mendominasi eksterior jembatan. Ada warna hitam yang menyelimuti pagar pembatas untuk pejalan kaki di jembatan.

Jembatan ini mempunyai panjangan 270 meter. Ada desain lingkar segi enam dari material baja yang menghiasi hampir seluruh badan jembatan. Desain segi enam ini sepintas memang mirip sarang lebah. Hal ini membuat estetika jembatan menjadi lebih menarik.

Lampu warna warni yang dinyalakan pada malam hari juga mempercantik jembatan. Desain jembatan mengingkatkan pada jembatan penyeberangan yang ada di kawasan Jenderal Sudirman, Jakarta.

“Ya memang hampir sama. Konsep kita kebetulan paling tidak ada beautifikasinya. Menjadi fasilitas publik paling tidak secara estetika enak dilihat. Makanya kami kasih ornamen dan estetika seperti itu. Kalau di Sudirman bentuknya kotak, di sini segi enam,” ujar Direktur Proyek PT LRT Jakarta Iwan Takwin seperti dikutip dari Kompas.com.

Pengelola LRT Jakarta dan Transjakarta sudah mulai melakukan uji publik untuk jembatan penghubung ini. Penumpang LRT dan Transjakarta bisa saling berganti moda transportasi.

Sebenarnya, skybridge ini telah selesai dibangun pada akhir Juni 2019. Namun, masih ada sejumlah penyelesaian untuk stasiun LRT Jakarta dan halte Transjakarta.

Operator sudah melakukan uji tapping pada gate kedua moda transportasi ini. Pihak LRT Jakarta menyatakan uji coba berlangsung lancar.

Integrasi ini akan mempermudah masyarakat untuk bepergian. Iwan menyatakan jarak tempuh dari Kelapa Gading menuju Dukuh Atas menggunakan LRT Jakarta dan Transjakarta bisa ditempuh antara 30-45 menit saja.

Bagikan: 2048 kali