lrt jakarta, lrt palembang Ilustrasi LRT. Pengelola LRT Jakarta dan LRT Palembang Melakukan Sejumlah Langkah untuk Mengantisipasi Penyebaran Virus Corona Atau Covid-19 di Transportasi Publik (Foto: Rumah123/Freepik.com)

 

Pengelola LRT Jakarta dan LRT Palembang melakukan langkah antisipasi untuk mencegah penyebaran virus corona (covid-19) di transportasi umum. 

Operator LRT (Light Rail Transit/Lintas Rel Terpadu) Jakarta, PT LRT Jakarta melarang penumpang yang memiliki gejala demam tinggi sebagai bagian pencegahan penyebaran virus corona. 

Pengelola kereta ringan ini juga melakukan pembersihan kereta dan juga stasiun menggunakan cairan disinfektan. 

Sementara pengelola LRT Palembang, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional III melakukan hal serupa. 

PT KAI Divre III melakukan pembersihan kereta menggunakan cairan disinfektan dan juga menyediakan cairan pembersih tangan. 

Penyebaran virus corona atau covid-19 telah ditemukan di Indonesia. Presiden Joko Widodo mengumumkannya pada Senin (2/3/2020). 

Ada dua pasien yang terkena virus corona. Keduanya merupakan warga Depok, Jawa Barat. Mereka adalah ibu dan anak. 

Mereka mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso di Jakarta Utara. 

Sejumlah operator transportasi publik telah melakukan antisipasi untuk menangani penyebaran virus corona ini. 

Operator MRT Jakarta dan KRL (Kereta Rel Listrik) Commuter Line, saat ini giliran pengelola LRT Jakarta dan LRT Palembang. 

LRT Jakarta Melarang Penumpang dengan Gejala Demam Tinggi 

Operator LRT Jakarta melarang penumpang yang mengalami gejala demam tinggi untuk naik kereta ringan.

Ada petugas di setiap stasiun LRT yang akan memindai para penumpang dengan alat khusus sebelum mereka masuk ke stasiun. 

Pemeriksaan dilakukan setiap stasiun. LRT Jakarta baru memiliki satu rute yaitu Kelapa Gading-Velodrome Rawamangun. 

Rute ini mempunyai enam stasiun yaitu Velodrome, Equestrian, Pulomas, Boulevard Selatan, Boulevard Utara, dan Pegangsaan Dua. 

Stasiun Pegangsaan Dua di Kelapa Gading, Jakarta Utara juga menjadi depo LRT Jakarta dan menjadi stasiun paling besar. 

“Penumpang dengan suhu tubuh melebihi 38 derajat Celsius tidak diperkenankan memasuki area LRT Jakarta,” ujar General Manager Corporate Secretary LRT Jakarta Arnold Kindangen seperti dikutip dari laman berita online Kumparan.com

LRT Jakarta juga melakukan sejumlah langkah lainnya dalam mengurangi kemungkinan penyebaran virus corona. 

Pengelola menyemprot seluruh bagian ruangan kereta ringan dan juga stasiun dengan cairan disinfektan. 

Selain itu, operator juga menyediakan sabun dan cairan pembersih tangan (hand sanitizer) yang mengandung alkohol 70-80 persen di lokasi yang mudah terjangkau. 

Arnold melanjutkan pihaknya juga melakukan sosialisasi kepada seluruh tim di depo, stasiun, dan bangunan untuk mengenal virus corona. 

Operator LRT Palembang Membersihkan Kereta dengan Cairan Disinfektan

Pengelola LRT Palembang, PT KAI Divisi Regional III melakukan aksi pembersihan rangkaian kereta dan juga stasiun LRT Palembang. 

Pembersihan rangkaian kereta dan stasiun tersebut memakai cairan disinfektan supaya steril dari virus dan kuman. 

Operator juga menyediakan cairan pembersih tangan atau hand sanitizer untuk penumpang secara gratis di 13 stasiun LRT Palembang. 

Semua langkah ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona ke penumpang yang berada di kereta. 

Kereta ringan ini memiliki satu rute sepanjang 24,5 kilometer yaitu Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II-Stasiun DJKA. 

LRT Palembang beroperasi sejak Agustus 2018, bertepatan dengan penyelenggaraan Asian Games 2018 Jakarta-Palembang. 

Situs berita online Kompas.com mengutip pernyataan Manajer Operasional dan Komersial LRT Palembang, Miyanto. 

Dia menyatakan pembersihan gerbong dan stasiun sudah menggunakan disinfektan sebelum munculnya virus corona. 

Namun, sejak adanya pengumuman mengenai pasien virus corona di Indonesia, pembersihan gerbong dan stasiun menggunakan disinfektan lebih ditingkatkan.  

Pembersih tangan juga ditaruh di setiap stasiun. Setelah penumpang membeli tiket, mereka bisa menggunakannya. 

Manajer Hubungan Masyarakat PT KAI Divisi Regional III Aida Suryanti juga menambahkan langkah lain yang dilakukan LRT Palembang. 

Pengelola akan melarang penumpang dalam kondisi kurang sehat untuk menggunakan LRT Palembang. 

Langkah ini diambil agar para penumpang lainnya merasa lebih aman dan nyaman. Operator juga telah menyiapkan pos kesehatan dengan tenaga medis di setiap stasiun.

Baca juga: Antisipasi Penyebaran Corona, MRT Jakarta Larang Penumpang Demam Untuk Naik

Baca juga: Bank Indonesia Turunkan Suku Bunga Acuan, Antisipasi Efek Virus Corona

Baca juga: Mungkinkah Penyebaran Virus Corona Berdampak Kepada Investasi Properti?

Bagikan:
1673 kali