lrt jabodebek- rumah123.com Ilustrasi Pembangunan LRT Jabodebek. Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta dan Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Metropolitan Jakarta Raya Akan Memberlakukan Rekayasa Lalu Lintas di Kawasan Dukuh Atas Terkait Pembangunan Jembatan Lengkung Bentang Panjang LRT Jabodebek (Foto: Rumah123/Getty Images)

LRT Jabodebek akan melakukan pemasangan long span di Dukuh Atas. Rekayasa lalu lintas akan diberlakukan di sekitar kawasan ini.

Pembangunan lintasan LRT (Light Rail Transit/Lintas Rel Terpadu) Jabodebek (Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi) terus dilakukan. Salah satunya adalah pengerjaan long span LRT Jabodebek atau jembatan lengkung bentang panjang.

Jembatan lengkung bentang panjang ini seperti halnya jembatan serupa di kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. By the way, long span ini sempat masuk Museum Rekor Indonesia.

Baca juga: LRT Jakarta Resmi Beroperasi Secara Komersial, Tarif Flat Rp5.000

Saat ini, pemasangan jembatan lengkung bentang panjang ini berada dilakukan di kawasan Dukuh Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan. Nantinya, rel ini akan menjadi rute dari LRT Jabodebek lintas Cawang-Dukuh Atas.

Laman berita online Kumparan.com melansir bahwa Dinas Perhubungan DKI Jakarta dan Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya memberlakukan rekayasa lalu lintas di kawasan ini. Rekayasa dimulai dari Selasa, 3 Desember 2019 hingga Selasa, 31 Desember 2019.

Sekedar mengingatkan, rekayasa serupa juga pernah dilakukan terkait pembangunan LRT Jabodebek. Pada Oktober 2019, rekayasa lalu lintas juga diberlakakukan di kawasan Jalan Galunggung, Setiabudi, Jakarta Selatan.

Rekayasa Lalu Lintas Terkait Pembangunan LRT Jabodebek

Kumparan.com memberikan penjelasan lengkap mengenai rekayasa lalu lintas yang diberlakukan di kawasan Dukuh Atas. Bagi kamu yang biasa melalui area ini, kamu bisa mengetahuinya sekaligus mencari jalan alternatif.

Lalu lintas dari arah Timur (Manggarai) yang akan menuju Selatan (Semanggi) yang sebelumnya dapat belok kiri di traffic light Waduk Setiabudi dialihkan melalui Jalan Galunggung, belok kiri kupingan BNI, menuju Jalan Jenderal Sudirman, lantas putar balik di Bundaran Hotel Indonesia/Jalan Galunggung.

Setelah itu, pengendara menuju Jalan Margono Djoyokusumo, Jalan KH Mas Mansyur, naik flyover Sudirman, Jalan Prof. Dr. Satrio, putar balik depan SPBU (Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum) Shell, Jalan Jenderal Sudirman/Jalan Sultan Agung, traffic light Halimun, Jalan Madiun, Jalan Taman Sunda Kelapa, Jalan Pamekasan, Jalan Jenderal Sudirman, hingga berakhir di Semanggi.

Baca juga: Atasi Kemacetan, Pemerintah Berencana Bangun LRT Hingga Kawasan Puncak

Untuk lalu lintas dari arah Selatan (Semanggi) akan kembali ke Selatan (Semanggi) yang semula berputar di kolong Sudirman, untuk sementara dialihkan berputar di Bundaran Hotel Indonesia.

Lalu lintas dari arah Barat (Karet) yang akan menuju Selatan (Semanggi) yang semula mengikuti sistem satu arah di sekitar kawasan Landmark dialihkan melalui Jalan Margono Djoyokusumo, Jalan Galunggung, Jalan Sultan Agung, hingga traffic light Halimun.

Selanjutnya pengendara melalui Jalan Madiun, Jalan Taman Sunda Kelapa, Jalan Pamekasan, Jalan Jenderal Sudirman-Semanggi/Jalan KH Mas Mansyur, naik fly over Sudirman, Jalan Prof. Dr. Satrio. putar balik depan SPBU Shell, Jalan Jenderal Sudirman, dan menuju Semanggi.

Baca juga: LRT Jabodebek Tahap II Akan Dimulai, Rutenya Cibubur-Sentul-Bogor

Lalu lintas dari arah Barat (Karet) yang ingin menuju Utara (Bundaran Hotel Indonesia) dialihkan melalui Jalan Margono Djoyokusumo, Jalan Galunggung, kemudian putar balik Jalan Sultan Agung, Jalan Galunggung, underpass Sudirman, belok kiri kupingan BNI, Jalan Jenderal Sudirman/Jalan KH Mas Mansyur, Jalan Jenderal Sudirman, lalu menuju Bundaran Hotel Indonesia.

Sedangkan lalu lintas dari Utara (Bundaran Hotel Indonesia) yang ingin mengarah ke Barat (Karet) yang semula belok kiri ke turunan Landmark dialihkan berputar di Simpang Susun Semanggi, lantas kembali ke arah Bundaran Hotel Indonesia/melalui Jalan Prof. Dr. Satrio, berputar balik depan SPBU Shell, naik flyover Sudirman, Jalan KH Mas Mansyur, dan berakhir di Karet

Terakhir, lalu lintas dari arah Utara (Bundaran Hotel Indonesia) yang ingin kembali ke Utara (Bundaran Hotel Indonesia) yang semula bisa melalui underpass Sudirman dialihkan untuk berputar di Simpang Susun Semanggi/melalui Jalan Prof. Dr. Satrio, putar balik depan SPBU Shell, lantas naik flyover Sudirman, putar balik depan Citywalk, dan kemudian menuju Jalan Jenderal Sudirman.

Baca juga: LRT Jabodebek Miliki Jembatan Lengkung Terpanjang

Bagikan: 803 kali