lrt jabodebek- rumah123.com Kereta LRT Jabodebek. LRT Jabodebek Memiliki Jembatan Lengkung Bentang Terpanjang di Indonesia. Panjangnya Mencapai 148 Meter. Jembatan Ini Berada di Lintas Cawang-Kuningan-Dukuh Atas (Foto: Rumah123/Getty Images)

LRT Jabodebek memiliki jembatan lengkung terpanjang. Jembatan ini masuk dalam museum rekor Indonesia atau MURI.

Kalau kamu sering melewati kawasan Kuningan, tepatnya Jalan Gatot Subroto dan Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, pastinya sering melihat jembatan lengkung beton bentang panjang yang melintang di antara kedua jalan ini.

Jembatan lengkung atau longspan ini merupakan bagian dari infrastruktur LRT (Light Rail Transit/Lintas Rel Terpadu) Jabodebek (Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi). Jembatan ini adalah bagian dari lintas Cawang-Kuningan-Dukuh Atas.

Baca juga: Dapat Subsidi 50 Persen, Tarif LRT Jabodebek Lintas Cibubur-Dukuh Atas Rp12 Ribu

Situs berita online CNNIndonesia.com mengutip bahwa panjang bentang utama jembatan lengkung ini adalah 148 meter. Sementara box girder beton mempunyai radius lengkung sepanjang 115 meter dan beban pondasi pengujian 4.400 beton.

Direktur Utama PT Adhi Karya Tbk Budi Harto mengklaim kalau longspan ini menjadi jembatan lengkung terpanjang di dunia. Jembatan ini mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia atau MURI. Pendiri MURI Jaya Supratna memberikan penghargaan tersebut.

Arvilla Delitriana yang mendesain jembatan lengkung ini. Dia adalah insinyur yang menamatkan studinya di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Pengecoran Terakhir Jembatan Lengkung Oleh Empat Menteri

Empat menteri menghadiri acara peresmian pengecoran terakhir jembatan lengkung bentang panjang ini pada Senin (11/11/2019). Acara ini dilangsungkan di persimpangan Jalan HR Rasuna Said Kuningan dan Jalan Gatot Subroto.

Para menteri tersebut adalah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono.

Laman berita online Kompas.com mengutip pernyataan Budi Karya bahwa proyek ini merupakan salah satu proyek yang rumit dari segi struktur hingga pembiayaan. Dua BUMN, Adhi Karya dan PT KAI yang mengerjakan proyek ini.

Baca juga: Kereta Cepat Jakarta-Bandung Terkoneksi dengan LRT Jabodebek, Transjakarta, dan LRT Bandung

Adhi Karya mengerjakan LRT Jabodebek. Adhi Karya melalui anak perusahaannya juga mengembangkan sejumlah apartemen dengan konsep TOD (Transit Oriented Development) di Bekasi dan Jakarta.

Perkembangan Pembangunan LRT Jabodebek

Kompas.com juga melansir bahwa perkembangan pembangunan LRT Jabodebek pada 1 November 2019 mencapai 67,3 persen. Ini merupakan persentase keseluruhan untuk tiga lintas.

Rincian perkembangan pembangunan lintas Cawang-Cibubur sudah mencapai 86,2 persen. Untuk lintas Cawang-Kuningan-Dukuh Atas mencapai 58,3 persen. Sedangkan untuk lintas Cawang-Bekasi Timur mencapai 60,5 persen.

Budi Harto menyatakan lintas Cawang-Cibubur sudah melakukan dynamic test. Kereta layang ini sudah diuji coba. Kereta LRT sudah dikirim dan diuji coba. PT INKA, BUMN yang memproduksi kereta telah mengirimkan kereta layang.

Baca juga: Penumpang LRT Jakarta Sudah Bisa Naik dan Turun di Stasiun Pegangsaan Dua

Kereta telah diuji coba oleh produsen. Sekarang, kereta menjalani uji coba pada lintasan. LRT Jabodebek ditargetkan bisa beroperasi pada 2021 mendatang.

Pemerintah ingin seluruh lintas bisa beroperasi bersamaan. Hal ini ditujukan agar masyarakat bisa tertarik menggunakan LRT dibandingkan kendaraan pribadi. Sebelumnya, memang ada wacana untuk mengoperasikan satu lintas yaitu Cawang-Cibubur, namun dikhawatirkan jumlah penumpang tidak terlalu banyak.

Bagikan:
1132 kali