lrt depok Ilustrasi Kereta. Pemerintah Kota Depok, Jawa Barat Bencana untuk Membangun LRT Depok. Nantinya, LRT Depok Akan Memiliki 4 Koridor, Biaya Pembangunan LRT Depok Mencapai Rp12 Triliun (Foto; Rumah123/REA Adobe Experience Manager)

Kota Depok berencana membangun LRT Depok. Kereta ringan ini akan memiliki 4 koridor. Sementara biaya pembangunannya mencapai Rp12 triliun.

Depok menambah panjang daftar kota atau daerah yang ingin membangun transportasi massal atau transportasi publik.

Kota penyangga Jakarta ini berencana untuk membangun jaringan transportasi LRT (Light Rail Transit/Lintas Rel Terpadu).

Baca juga: Bandung, Surabaya, Makasar, Medan, dan Semarang Ingin Bangun LRT

Situs berita online CNBCIndonesia.com melansir pernyataan Wali Kota Depok Mohammad Idris mengenai rencana pembangunan LRT.

Mohammad Idris sempat menyampaikan rencan ini melalui akun berbagi foto Instagram pada akhir Januari 2020 lalu.

LRT Depok Mempunyai 4 Koridor

Wali Kota Depok memaparkan bahwa LRT Depok akan memiliki 4 koridor atau rute. Salah satunya terkoneksi dengan MRT (Mass Rapid Transit/Moda Raya Terpadu).

Koridor 1 memiliki rute sepanjang 10,8 kilometer. Rutenya menghubungkan TOD (Transit Oriented Development) Pondok Cina ke Stasiun LRT Cibubur.

Untuk koridor 2 mempunyai rute sepanjang 16,7 kilometer. Trasenya menghubungkan TOD Pondok Cina ke Cinere. Rute ini akan terhubung dengan Stasiun MRT Lebak Bulus.

Baca juga: 2022, Bali Akan Memiliki LRT Bandara Ngurah Rai

Koridor 3 memiliki rute sepanjang 10,7 kilometer. Rutenya menghubungkan TOD Depok Baru dengan Bojongsari.

Sementara koridor 4 mempunyai rute sepanjang 13,8 kilomter. Rutenya menghubungkan TOD Depok Baru dengan TOD Gunung Putri.

Laman berita online Republika.co.id melansir bahwa biaya pembangunan LRT Depok ini menelan dana Rp12 triliun.

Baca juga: Ada Proyek LRT Jabodebek, Tiga Rute Transjakarta Non BRT Dialihkan

Biaya pembangunan satu koridor mencapai Rp3 triliun. Pemerintah Kota Depok mengundang invetor untuk menanamkan modal.

Rencana pembangunan LRT Depok ini telah disesuaikan dengan rencana Kementerian Perhubungan. Ada rencana untuk integrasi transportasi massal di Depok.

Namun, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi malah menyatakan belum menerima pengajuan pembangunan LRT Depok.

Baca juga: Pilihan Transportasi Massal untuk Surabaya: MRT, LRT Atau ART?

Budi Karya melanjutkan ada lima usulan pembangunan LRT. Lima kota yang telah mengajukan adalah Bandung, Surabaya, Makassar, Semarang, dan Medan.

Sejumlah Kota Berencana Memiliki LRT

Bandung, Surabaya, dan Medan sudah mewacanakan memiliki LRT. Surabaya malah sudah melakukan studi mengenai LRT, MRT, dan ART (Autonomous Rail Rapid Transit).

Bandung juga ingin mengintegrasikan LRT dengan Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Medan pun telah melaksanakan studi kelayakan.

Bali tidak ketinggalan. Ada rencana untuk membangun jalur LRT bawah tanah yang menghubungkan Bandara Ngurah Rai dengan kawasan wisata Kuta.

Baca juga: LRT Palembang Tambah Jam Operasional Selama Libur Natal dan Tahun Baru

Palembang menjadi kota pertama di Indonesia yang mengoperasikan LRT. Ibu kota Sumatera Selatan ini baru mempunyai satu rute.

Rute tersebut menghubungkan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II dengan kawasan Jakabaring. LRT Palembang beroperasi bersamaan dengan penyelenggaraan Asian Games 2018 Jakarta-Palembang.

Jakarta malah baru mengoperasikan LRT Jakarta pada awal Desember 2019. Rutenya juga baru satu yaitu Kelapa Gading-Velodrome Rawamangun.

Baca juga: LRT Jakarta Berencana Bangun Rute Pulogadung-Kebayoran Lama

Sementara untuk LRT Jabodebek (Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi) masih dikerjakan. LRT Jabodebek mempunyai tiga lintas.

Tiga lintas itu adalah Cawang-Cibubur, Cawang-Bekasi Timur, dan Cawang-Kuningan-Dukuh Atas. Pengerjaannya mundur dari jadwal.

Pembangunan LRT Jabodebek ini diproyeksikan selesai pada 2021. Rencananya, LRT ini akan beroperasi pada 2022.

Baca juga: LRT Jakarta Berencana Bangun Rute Pulogadung-Kebayoran Lama

Bagikan:
834 kali