Infrastruktur Light Rail Transit (LRT) penyokong naiknya harga properti nantinya. Foto: Rumah123/IST

Buat kamu yang bekerja di Jakarta dan berumah di pinggiran kota ini, tentunya tak sedikit waktu dan energi yang dikeluarkan untuk menempuh perjalanan pergi-pulang. Maka, kehadiran hunian terpadu yang berakses transportasi massal tentunya bisa bikin kamu senang.

"Dibutuhkan hunian yang terakses dengan transporatsi massal, sehingga masyarakat tidak perlu lagi pakai kendaraan pribadi," kata Direktur PT Adhi Karya, Pundjung Setya Brata, seperti dikutip Harian Kompas, Senin (17/7).

Hunian terpadu yang terakses LRT dianggap mampu menghemat waktu perjalanan hingga 70 persen. Semisal dari Bekasi Timur ke Jakarta, yang butuh waktu sekitar 120 menit sekali perjalanan, maka bisa dipangkas jadi 40 menit saja.

Baca juga: Makin Ngetren, Konsep TOD Segera Diterapkan ADHI

Proyek LRT City merupakan kawasan hunian terpadu yang dilengkapi properti komersial dan hotel. "Target hunian untuk masyarakat menengah bawah sampai atas," kata Direktur Utama PT Adhi Karya, Budi Harto, yang juga dikutip dari sumber yang sama.

PT Adhi Karya (Persero) Tbk bersinergi dengan beberapa BUMN dan badan swasta untuk menggarap kawasan hunian terpadu LRT City. Kerja sama anatra lain dilakukan dengan PT Rajawali Nusantara Indonesia dan Perum PPD.

Dengan PT Rajawali Nusantara Indonesia, Adhi Karya menghadirkan hunian terpadu Pancoran dengan luas lahan 6 hektare. Rencananya akan dibangun mulai akhiir 2018. Proyek lain yang juga dikembangkan adalah LRT City Cikunir I dan LRT City Cikunir II, serta LRT City Cibubur.

Baca juga: Berprospek Bagus, Adhi Persada Bangun Apartemen Mahasiswa di Malang

Proyek yang terbentang di atas lahan seluas 50 hektare ini dibangun secara bertahap hingga 10 tahun. "Kami mengikuti aturan pola hunian berimbang," kata Budi Harto.

Sebagaimana diketahui, hunian berimbang dicanangkan agar pengembang membangun rumah mewah, rumah menengah, dan rumah sederhana, dengan perbandingan 1:2:3.

Pada tahap awal, investasi yang dikeluarkan sebesar Rp1,5 triliun, antara lain untuk belanja lahan. Pada tahap awal pembangunan proyek LRT City, dana investasi yang dikeluarkan sebesar Rp1,5 triliun untuk belanja bulanan.

Baca juga: Perkembangan Pesat Kawasan Pluit Dongkrak Hunian Terpadu Regatta

Tahun ini Tahap 1 dan Tahap 2 proyek LRT City ini akan dimulai dan mencakup 6 proyek di kawasan yang dilewati jalur kereta api ringan (LRT). Proyek ini akan terintegrasi dengan moda transportasi massal.

Adapun LRT Tahap I sepanjang 42,1 kilometer, melintasi Cibubur-Cawang, Bekasi Timur-Cawang, dan Cawang-Dukuh Atas.

Sedangkan Tahap II sepanjang 41,5 kilometer dengan rute Cibubur-Bogor, Dukuh Atas-Palmerah-Senayan, dan Palmerah-Grogol.

Baca juga: Integrasi Transportasi Massal Jabodetabek Mutlak Dilakukan

Wilayah mana sajakah yang akan dilewati LRT City ini? Ciracas seluas 11,5 hektare, Eastern Green Bekasi 16,9 hektare, Royal sentul Park Bogor 14,8 hektare, Jaticempaka 5,1 hektar, The Boutique Bekasi Barat 0,47 hektare, dan Cikoko 1,2 hektare.

Untuk proyek yang di Ciracas dikerjakan bersama Perum PPD antara lain kerja sama lahan dan fasilitas terminal bus dalam kawasan.

Pemanfaatan lahan BUMN untuk pembangunan rumah bagi masyarakat menengah bawah tak terhindarkan demi mencukupi kekurangan rumah dengan pola kepemilikan apartemen hak milik di atas lahan hak pengelolaan.

"Sesuai aturan, hunian pada lahan pemerintah setidaknya dapat dihuni untuk jangka waktu 70 tahun, " kata Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR, Sri Hartoyo, dikutip dari sumber yang sama.

 
Bagikan: 1283 kali