Rangka atap baja ringan. Foto: i.ytimg.com Ilustrasi. Foto: Rumah123/i.ytimg.com

Sekarang ini, baja ringan seringg jadi pilihn untuk rangka atap. Kayu atau kaso sudah ditinggalkan banyak orang saat ini, karena selain hargnya lebih mahal juga disukai rayap.

Baja ringan memang lebih tahan dan kuat sebagai rangka atap rumah. Meskipun begitu, tak berarti baja ringan dijamin tahan lama kalau kita tak memperhatikan penyebab kerusakannya.

Baca juga: Ini Alasan Kamu Sebaiknya Pakai Baja Ringan

Meskipun dilapisi zat anti-karat, bukan berarti baja ringan terbebas dari korosi atau proses pengaratan. Setidaknya ada empat hal yang dapat memicu karat pada baja ringan seperti dikutip dari Kompas.com berikut ini:

Tergores alat kerja

Goresan pada baja bisa menyebabkan baja terpapar langsung dengan oksigen di udara. Proses oksidasi antara oksigen dan zat kimia baja itulah yang kemudian menimbulkan karat.

Ketika terjadi kerusakan akibat bekas sambungan yang terbuka atau salah potong, sebaiknya cepat lakukan pelapisan ulang pada baja ringan dengan cat anti-karat.

Untuk pencegahan lebih lanjut, kurangi kesalahan dalam memasang baja ringan agar tidak menimbulkan banyak goresan di permukaannya.

Baca juga: Ini Alasan Kamu Sebaiknya Pakai Baja Ringan

Larutan asam

Cairan atau larutan bersifat asam sangatlah reaktif ketika bersinggungan dengan permukaan baja ringan. Jika itu terjadi, maka coating atau lapisan antikarat pada baja ringan akan mengelupas dan seketika mampu menimbulkan karat.

Larutan asam ini biasanya ada dalam produk-produk pembersih lantai ataupun keramik. Maka itu, hindrai baja ringan berdekatan dengan larutan tersebut.

Baca juga: Kombinasi Material Kaca, Beton, dan Baja untuk Membuat Jendela Super Lebar

Hujan dan panas

Sebenarnya baja ringan bukanlah material eksterior dan tidak dibuat untuk tahan terpaan hujan dan panas matahari secara masif. Hal ini dapat menggerus daya tahan lapisan antikarat pada baja ringan. Akibatnya, proses karat akan lebih cepat terjadi.

Sebagai upaya pencegahan, baja ringan sebaiknya ditempatkan di dalam ruang tertutup yang terhindar dari sinar matahari dan hujan. Jangan memasang baja ringan ketika musim hujan.

Baca juga: Plus Minus Pagar Besi, Tembok, dan Stainless Steel

Adonan semen

Sebisa mungkin, hindari baja ringan dari adonan semen. Menempelnya air semen pada permukaan baja ringan bisa menghasilkan reaksi kimia yang berpotensi merusak lapisan antikarat pada baja ringan. Hal ini cepat terjadi di permukaan baja ringan yang lapisan antikaratnya berjenis zinc (galvanis).

Saat tahap konstruksi berlangsung, hal yang mesti dilakukan adalah melindungi baja ringan dari proses pembetonan atau adukan semen. Hindari juga pengaplikasian adonan semen untuk karpus atau genteng nok langsung di atas rangka baja ringan. Buatlah lapisan kedap air sebagai pembatas untuk hal tersebut.

Bagikan: 2258 kali