Rumah inden atau rumah siap huni? Semua tergantung pada kebutuhanmu, maka dari itu simak masing-masing kelebihan dan kekurangannya!

Bagi para pembeli rumah pertama, ada banyak faktor yang harus dipertimbangkan dan seringkali membuat bingung.

Salah satu yang kerap membuat dilema adalah opsi antara membeli rumah inden atau rumah siap huni.

Keduanya sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan, sehingga pencari rumah pun semakin sulit memilih.

Jika kamu sedang berada dalam fase ini, jangan buru-buru mengambil keputusan tanpa adanya pertimbangan yang matang.

Pahami dulu apa saja plus minus dari rumah inden dan rumah siap huni, lalu sesuaikan dengan keadaanmu.

Perbedaan rumah inden dan rumah siap huni

Apa saja perbedaan serta kelebihan dan kekurangannya?

Simak secara rinci di sini!

Rumah inden

rumah inden

Rumah inden adalah rumah yang dijual dalam keadaan belum dibangun oleh pengembang.

Pembeli biasanya hanya bisa melihat bentuk rumah dari maket, denah, atau unit lain yang sudah dibangun.

Apabila pembeli setuju dan melakukan pembayaran, baik itu secara tunai maupun kredit, barulah pengembang akan membangun rumah tersebut.

Kelebihan dari membeli rumah inden

Membeli rumah yang belum ada wujudnya adalah hal yang mengkhawatirkan bagi sebagian orang.

Namun, tentunya tetap ada sejumlah keuntungan yang didapatkan dengan membeli rumah inden.

1. Harganya lebih murah

Jika kamu membeli rumah yang masih berbentuk tanah kosong, harganya tentu akan lebih murah.

Rumah yang sudah jadi bisa dihuni kapan saja setelah transaksi dilakukan, sehingga peminatnya cenderung lebih banyak.

Tapi ada harga lebih yang harus dibayar untuk nilai plus tersebut.

Apabila kamu tak masalah untuk menunggu rumah selesai dibangun, maka kamu bisa mendapatkan harga lebih murah dengan membeli rumah inden.

2. Bisa custom layout rumah dan bahan bangunan

Lantaran masih berupa tanah, kamu bisa meminta kepada pengembang untuk membangun rumah sesuai dengan keinginanmu.

Misalnya, denah asli hanya memiliki dua kamar tidur, sedangkan lahan masih cukup untuk membuatnya menjadi tiga kamar tidur, kamu bisa minta dibangun tambahan kamar tidur.

Bahan bangunan pun bisa diubah sesuai keinginanmu, misalnya bahan lantai dari pengembang adalah keramik 40 x 40, sedangkan kamu mau menggantinya jadi lantai granit 60 x 60, hal tersebut bisa kamu lakukan!

Biasanya ada biaya ekstra jika ternyata desain custom darimu membutuhkan tambahan bangunan, dari 45 m2 menjadi 50 m2 misalnya.

Pintar-pintarlah dalam negosiasi dengan pengembang agar tak terjadi penambahan biaya.

3. Banyak diskon dan promo dari pengembang

Rumah inden biasanya dijual ketika project perumahan tersebut masih baru, dan belum terbentuk lingkungannya.

Untuk menarik pelanggan, pengembang kerap memberikan promo dan diskon tambahan.

Mulai dari DP kecil, diskon bunga, pengurangan tenor cicilan, free biaya-biaya, hingga undian berupa mobil atau perabotan rumah tangga.

Berbagai diskon dan promo tersebut tentunya bisa membuatmu lebih hemat secara tidak langsung.

Kekurangan dari membeli rumah inden

1. Rumah tidak bisa langsung dihuni

Untuk kamu yang terburu-buru dalam mencari rumah karena harus segera menempati rumah baru tersebut, membeli rumah inden bukanlah jawabannya.

Sebab, kamu masih harus menunggu beberapa bulan hingga rumah selesai dibangun.

Apalagi jika kamu tidak memiliki alternatif tempat tinggal sementara, seperti rumah orang tua misalnya, sehingga harus keluar biaya ekstra.

2. Developer bangkrut

Inilah yang menjadi mimpi buruk setiap pembeli rumah inden.

Bukan sekali dua kali developer perumahan mengalami kebangkrutan sehingga gagal melanjutkan project tersebut.

Parahnya lagi, banyak developer yang kabur dan membawa sejumlah uang yang sudah dibayarkan.

Untuk itu, pahami betul-betul rekam jejak dari developer terkait dan pelajari perumahan-perumahan yang mereka bangun sebelumnya agar kamu tak mengalami ini.

3. Waktu pembangunan lebih lama dari yang dijanjikan

Ada juga kejadian di mana pembangunan rumah memakan waktu lebih lama dari yang disepakati di awal.

Hal ini tentunya membuat pembeli rugi dari segi waktu, dan tentunya rugi secara finansial jika pembeli menyewa rumah selama menunggu rumah jadi.

Rumah siap huni

rumah siap huni

Berkebalikan dari rumah inden, rumah siap huni adalah rumah yang dijual oleh pengembang dalam keadaan sudah selesai dibangun.

Pembeli tinggal mengisinya dengan furniture sehingga siap untuk dihuni kapan saja.

Kelebihan membeli rumah siap huni

1. Bisa pindah ke rumah baru kapan saja

Seperti yang disebutkan di atas, pembeli rumah siap huni tinggal mengisi rumah dengan furniture dan membawa koper, rumah pun siap ditinggali.

Kamu juga tak perlu repot-repot menyewa rumah untuk menunggu rumah selesai dibangun.

Bagi orang-orang yang harus segera memiliki tempat tinggal, rumah siap huni adalah jawaban yang tepat.

2. Bisa melihat langsung rumah yang akan dibeli

Membeli rumah rasanya kurang afdal jika tidak melihatnya langsung.

Dengan membeli rumah siap huni, kamu bisa melihat unit yang akan kamu beli, dan mengecek apa saja kekurangan dari unit tersebut.

Dengan begitu, kamu bisa menyesuaikannya dengan kriteriamu sehingga tak akan ada penyesalan di kemudian hari.

3. Dokumen sudah lengkap

Rumah yang sudah jadi memiliki dokumen yang sudah lengkap, sehingga kamu tak perlu khawatir lagi soal IMB dan sertifikat tanah yang belum pecah.

Dengan begitu, masalah dokumen rumah sudah tak perlu dipusingkan lagi ke depannya.

Kekurangan rumah siap huni

1. Harus mengikuti layout dari pengembang

Bagi orang yang perfeksionis, pasti sulit menemukan rumah dengan desain dan layout bawaan pengembang yang benar-benar sesuai keinginan.

Jika kamu membeli rumah jadi, mau tak mau kamu harus mengikuti denah dan tata ruang sesuai yang dibuat oleh pengembang.

Apabila ada yang mau diubah, maka kamu harus merenovasinya dari awal.

2. Harga lebih mahal

Perlu diakui bahwa rumah yang sudah jadi membuat harga jualnya menjadi lebih tinggi, apalagi jika dibandingkan dengan rumah inden dan berbagai promonya.

Apabila kamu memiliki bujet yang terbatas, maka hal ini bisa menjadi kendala.

3. Harus siap dengan risiko rumah rusak

Lantaran kamu membeli rumah tersebut dalam keadaan sudah jadi, maka kamu harus siap dengan risiko kerusakannya.

Bisa saja ada kerusakan pada bagian-bagian yang tak terlihat secara kasat mata, seperti bagian atap misalnya.

Itu dia perbandingan antara rumah inden dan rumah siap huni.

Tak ada yang lebih baik, karena semua harus disesuaikan kembali dengan keadaanmu.

Jadi, pertimbangkan secara matang kelebihan dan kekurangan masing-masing ya!

Jangan lupa, ketika sudah memutuskan pilihanmu nanti, beli rumahnya di Rumah123!

Bagikan:
5248 kali