Bukan hanya masker atau hand sanitizer, tanaman empon-empon pun mulai diburu masyarakat sejak munculnya virus corona di Indonesia.

tanaman empon-empon - Rumah123.com Jahe dan kunyit, beberapa contoh di antara banyaknya jenis tanaman empon-empon - Rumah123.com

Pasalnya, rempah-rempah khas Indonesia tersebut memang terkenal akah khasiatnya untuk meningkatkan daya tahan tubuh, terutama di saat sedang ada perebakan wabah corona ini.

Ditambah lagi, Presiden Joko Widodo mengaku setiap hari mengonsumsi jamu empon-empon hingga tiga kali sehari untuk rahasia bugarnya.

Apa sih sebenarnya tanaman empon-empon itu sendiri?

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), empon-empon adalah  rimpang (jahe, kunyit, temulawak, dan sebagainya) yang digunakan sebagai ramuan tradisional.

Sedangkan menurut buku berjudul ‘Temu-temuan dan Empon-empon, Budi Daya dan Manfaatnya’ (1999) karya Ir. Fauziah Muhlisah, istilah empon-empon berasal dari bahasa Jawa.

Asal kata empon-empon dari empu yang berarti rimpang induk atau akar tinggal. 

Istilah ini digunakan untuk menyebut kelompok tanaman yang mempunyai rimpang atau akar tinggal.

Tanaman empon-empon ada banyak jenisnya, apa saja yang populer di Indonesia?

Empon-empon ada banyak jenisnya, bahkan mencapai 283 jenis yang tercatat di Indonesia.

Namun dari sekian banyak jenis empon-empon, terdapat empat jenis empon-empon yang paling banyak dikenal masyarakat, terutama karena berkhasiat sebagai obat.

Dikutip dari Kompas.com, empat jenis empon-empon yang populer di masyarakat adalah jahe, kunyit, kencur dan temulawak. 

Masing-masing empon-empon tersebut memiliki karakteristik dan khasiat tersendiri.

Baca juga: 7 Jenis Tanaman Obat Penuh Manfaat yang Mudah Ditanam Sendiri di Rumah

Apa saja khasiat dari tanaman empon-empon?

Memang, empon-empon naik daun sejak adanya virus corona, namun perlu dicatat bahwa ramuan empon-empon belum terbukti dapat mencegah COVID-19.

Dilansir dari Tempo.co, Dokter Spesialis Gizi Klinik Raissa Djuanda mengatakan, hingga saat ini belum ada makanan atau minuman khusus yang dapat mencegah penularan virus tersebut. 

Namun, ia mengakui bahwa ramuan empon-empon memiliki beragam manfaat dan khasiat untuk kesehatan tubuh.

Adapun khasiat dari empon-empon yang populer di Indonesia adalah sebagai berikut:

1. Jahe

Terdapat zat gingerol yang bisa meningkatkan mood, stamina, dan energi. Selain itu memiliki fungsi sebagai antiinflamasi, antioksidan, dan antimual.

2. Kencur

Khasiat kencur bisa mengurangi rasa nyeri, meredakan kelelahan, dan meningkatkan nafsu makan.

3. Kunyit

Kunyit mengandung zat curcumin yang memiliki zat anti radang, mengatasi maag, dan efektif menambah nafsu makan.

4. Temulawak

Temulawak mengandung banyak kandungan baik termasuk minyak atsiri dan curcumin. Ia bermanfaat untuk membersihkan darah, mengobati penyakit kuning, demam, sembelit, dan mengembalikan kekuatan tubuh. 

Baca juga: Ekonomi Lesu, Ini 8 Peluang Bisnis Baru yang Bisa Dilakukan Selama Corona

Banyaknya permintaan membuat tanaman empon-empon langka dan mahal

Lantaran permintaan empon-empon yang banyak, akibatnya harga jual naik.

Harga normal jahe merah dulu sebesar Rp60.000 per kilogram. Namun harga jahe merah kini melonjak naik dua kali lipat sebesar Rp120.000.

Bahkan Presiden Jokowi pun mengeluhkan soal hal ini. 

Menurutnya,  ketika empon-empon tenar harganya naik berkali-lipat, begitu juga dengan bahan bakunya. 

Jokowi juga mengeluhkan sulit mendapatkan empon-empon lagi.

"Empon-empon hati-hati sekarang ini. Harganya naik sampai 5 kali, 4 kali lipat. Jahe merah, temulawak, kunyit, baru naik ini sampe 3,4,5 kali lipat. Biasanya saya cari mudah," tuturnya saat membuka acara The 2nd Asian Agriculture & Food Forum di Istana Negara, Jakarta, Kamis (12/3/2020).

Cara budidaya tanaman empon-empon sendiri di rumah

Mengingat harga empon-empon saat ini sudah sangat meroket, tak ada salahnya untuk menanam tanaman ini sendiri di rumah.

Seperti apa caranya? Dilansir dari http://cybex.pertanian.go.id/, ini dia cara budidaya empon-empon yang bisa kamu ikuti langkahnya!

1. Persiapan bibit

Bibit yang baik harus memenuhi persyaratan: 

- Varietasnya jelas dan murni, persentase tumbuh tinggi (85%), serta bebas hama dan penyakit

- Berasal dari kebun (tidak dibeli di pasar) yang dikumpulkan dari tanaman tua (umur 9-12 bulan dari tanam), normal, sehat dan mulus (tidak lecet, tidak busuk dan tidak terinfeksi penyakit). 

Untuk mendapatkan bibit yang baik, rimpang dibersihkan dari tanah dan kotoran lain, kemudian ditebar pada lantai jemur selama 4 – 6 hari, minimal 4 jam per hari.

2. Pembibitan

- Sebelum rimpang ditanam diperlukan pembibitan yang dimulai dari penumbuhan tunas sampai pemotongan bibit untuk mendapatkan bibit yang berkualitas

- Penumbuhan tunas dilakukan di ruang berventilasi seperti ruang penyimpanan, atu dengan menimbun rimpang dengan tanah di tempat yang teduh

- Apabila penumbuhan tunas dilakukan di ruangan, dibuat rak-rak tempat rimpang yang terbuat dari bambu atau papan kayu berukuran sesuai luas ruangan, tiap rak diberi alas jerami. Rimpang disusun dua lapis kemudian ditutup dengan jerami.

- Penyemprotan insektisida dan fungisida dilakukan pada awal penyimpanan untuk mencegah gangguan hama dan penyakit

- Penyiraman dilakukan setiap hari atau sesuai keperluan selama 3-4 minggu atau sampai muncul tunas setinggi 1-2 cm. penyiraman harus hati-hati dan tidak terlalu basah agar rimpang tidak busuk

- Bibit yang sudah bertunas dan tidak cacat dipotong-potong, tiap potongan memiliki 2-3 mata tunas sepanjang 2-3 cm. ukuran dan berat bibit (potongan rimpang yang sudah bertunas) disesuaikan jenisnya

- Khusus bibit jahe, rendam dalam larutan bakterisida agrimycin 0,25% atau air panas (40oc) selama 30 menit untuk menghindari penyakit layu atau mencelup bibit dalam larutan fungisida mankozeb 0,25%, untuk mencegah penyakit busuk rimpang. bekas luka potongan diolesi abu dapur

- Apabila bibit berasal dari rimpang induk, maka rimpang induk dibelah menjadi empat bagian, tiap bagian mempunyai 2 -3 mata tunas dan berat 20 – 30 g (gambar 2).

Irisan rimpang induk dijemur 3-4 jam per hari selama 4-6 hari untuk mengurangi kadar airnya dan merangsang keluarnya tunas baru. 

3. Persiapan lahan

Satu bulan sebelum tanam, lahan dicangkul sedalam 30 cm dan tanah dibalik, kemudian dibiarkan 1-2 minggu.

Bongkahan tanah dihancurkan menjadi remah dan gembur sambil diberi pupuk kandang yang sudah matang.

Untuk lahan dengan sistem pengairan jelek, dibuat bedengan-bedengan setinggi 15-20 cm, saluran pengairan dibuat di antara bedengan.

4. Proses tanam

Bibit yang sudah bertunas ditanam pada pagi atau sore hari menggunakan jarak tanam sesuai jenis empon-emponnya. jahe 60 cm x 30 cm, kencur 20 cm x 20 cm, kunyit, temulawak, lengkuas 60 cm x 60 cm.

5. Pemeliharaan

Sebagian besar orang membiarkan tanamannya tumbuh tanpa pemeliharaan, akibatnya produksi yang didapatkan rendah. 

Rangkaian kegiatan teknik budidaya yang meliputi pengairan, penyulaman, penyiangan, pembumbunan, pemupukan, pembuatan saluran drainase dan pemanenan. 

Pengairan

Pengairan dilakukan tiap hari atau tergantung keadaan tanah dan iklim dengan cara dileb atau disiram.

Apabila tidak memungkinkan dilakukan pengairan karena luas pertanaman dan terbatasnya air, sebaiknya tanam dilaksanakan pada musim hujan.

 Penyulaman

Penyulaman dilakukan 2-3 minggu setelah tanam.terhadap tanaman yang tumbuh tidak normal.

Tanaman yang mati karena penyakit layu bakteri tidak perlu disulam, tetapi tanaman dibuang dan bekas tanamannya segera diberi kapur untuk menghindari penularan.

Penyiangan

Penyiangan pertama umur 2-4 minggu, kemudian diulang tiap 3-6 minggu tergantung keadaan gulma dengan cara manual, menggunakan cangkul, cetok atau menggunakan herbisida.

Jenis herbisida pra tumbuh yang sering digunakan adalah metolachlor, metobromuron atau prometrin takaran 3 l/500-600 l air/ha.

Periode kritis bagi tanaman empon-empon terhadap persaingan dengan gulma terjadi pada umur 30-90 hari setelah tanam.

Pembubunan

Tujuan pembubunan adalah: 

-  Untuk menggemburkan tanah

- Merangsang pembentukan empon-empon/anakan

- Untuk menimbun empon-empon yang muncul ke permukaan tanah agar tidak terkena sinar matahari.

Pembubunan dilakukan 2-3 kali saat pembentukan rumpun/anakan, tergantung keadaan tanah dan banyaknya hujan, dengan cara menimbun pangkal batang (3-4 batang) dengan tanah setebal 5 cm.

Pemupukan

Kotoran sapi atau domba yang sudah masak sebanyak + 20 t/ha diberikan saat pengolahan tanah atau + 0,5 kg dimasukkan ke dalam tiap lubang tanam 5 hari sebelum tanam.

Pupuk urea, sp-36 dan kcl masing-masing 200-250 kg/ha (tergantung kesuburan tanah) diberikan sebagai berikut: sp-36 dan kcl seluruh takaran diberikan saat tanam.

Sedangkan urea diberikan 3 kali masing-masing 1/3 dosis saat tanaman umur 1, 2 dan 3 bulan setelah tanam.

Pupuk urea, sp-36 dan kcl diletakkan dalam larikan-larikan di antara barisan tanaman sejauh + 20 cm dari pangkal batangnya atau ditugalkan di samping kanan dan kiri tanaman, lalu ditutup tanah.

6. Panen

- Waktu panen ditentukan oleh tujuan dari hasil panen itu sendiri

- Apabila hasil panen akan digunakan untuk manisan atau bumbu, empon-empon dipanen umur + 4 bulan.

- Untuk produksi bibit, empon-empon paling cepat dipanen umur 10 bulan dengan cara membongkar tanah secara hati-hati agar hasil panen terluka. tanah dan kotoran yang menempel pada empon-empon dibersihkan.

Bagikan:
4439 kali