OK

Kumpulan Hadits tentang Menuntut Ilmu untuk Meningkatkan Semangat Belajar

02 Desember 2022 · 6 min read · by Reyhan Apriathama

menuntut ilmu

Yuk, cari tahu berbagai hadits tentang menuntut ilmu untuk meningkatkan semangat belajar dalam mempelajari berbagai pendidikan di sini!

Agama Islam diturunkan sebagai kasih sayang bagi semesta alam (rahmatan lil ‘alamin) dan ini hanya bisa dilakukan oleh orang yang berilmu saja.

Untuk itu, Allah Swt. dan Rasulullah saw. mewajibkan manusia agar tidak pernah berhenti belajar selama hidupnya melalui berbagai kitab suci maupun risallah.

Nabi Muhammad juga diutus oleh Allah untuk memperbaiki kehidupan manusia melalui ilmu pengetahuan.

Beliau menunjukkan bahwa orang baik dan berilmu dapat membentuk akhlakul karimah sehingga dapat mengasihi dan menyayangi alam semesta ini. 

Alhasil, hadits tentang menuntut ilmu jadi pelengkap yang sangat wajib dalam  menjalani kehidupan umat beragama sehari-hari.

Oleh sebab itu, kecerdasan dan ilmu agama jadi hal penting yang harus diajarkan sejak kecil.

Hal ini termuat melalui kumpulan hadits tentang menuntut ilmu sebagai pesan penuh makna.

Apa saja risalah yang wajib kamu ketahui? Simak pembahasannya bersama-sama!

Hadits tentang Menuntut Ilmu 

Hadis menuntut ilmu

Sumber: Popmama.com

Menuntut ilmu sebenarnya adalah usaha seseorang untuk mengubah dirinya menjadi lebih baik agar terhindar dari kebodohan.

Agama Islam memberikan perintah menuntut ilmu pada semua umat Islam tanpa ada perbedaan jenis kelamin, seperti yang disampaikan oleh Nabi Muhammad saw.:

لِاَنْ تَغْدُوَ فَتَعَلَّمَ اٰيَةً مِنْ كِتَابِ اللهِ خَيْرٌ مِنْ عِبَادَةِ سَنَةٍ

“Sungguh sekiranya engkau melangkahan kaki di waktu pagi (maupun petang) kemudian mempelajari satu ayat dari Kitab Allah (Al-Qur’an), maka pahalanya lebih baik daripada ibadah satu tahun”.

Dalam hadis lain, Nabi bersabda: 

مَنْ خَرَجَ فِيْ طَلَبِ الْعِلْمِ فَهُوَ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ حَتّٰى يَرْجِعَ. (رواه الترمذى)

“Barang siapa yang pergi menuntut ilmu, maka ia adalah termasuk golongan sabilillah (orang yang menegakkan agama Allah) hingga ia pulang kembali.” (HR. Tirmidzi).

Kedua hadis tersebut menunjukkan bahwa menuntut ilmu memiliki kedudukan tinggi jika dilihat dari segi ibadah.

Sebab, bagaimanapun ibadah yang tidak didasari oleh ilmu akan menjadi sia-sia.

Hal ini diutarakan oleh Syaikh Ibnu Ruslan: 

.وَكُلُّ مَنْ بِغَيْرِ عِلْمٍ يَعْمَلُ اَعْمَالُهُ مَرْدُوْدَةٌ لَا تُقْبَلُ

“Siapa saja yang beramal (melaksanakan amal ibadah) tanpa dilandasi ilmu, maka segala amalnya akan ditolak dan tidak diterima”.

Keutamaan Menuntut Ilmu menurut Al-Qur’an maupun Sunah 

Begitu pentingnya ilmu bagi manusia, sehingga Allah Swt. dan Nabi Muhammad memberikan berbagai keutamaan ilmu sesuai Al-Qur’an dan sunahnya antara lain: 

1. Ilmu sebagai Tanda Kebaikan Allah Swt. 

Allah memberi kemudahan pada manusia untuk memahami dan mempelajari ilmu agar manusia paham bahwa Dia telah menghendaki kebaikan bagi dirinya dan membimbingnya pada hal yang diridhai.

Dengan ilmu, kehidupan seseorang akan menjadi lebih berarti, masa depan cerah dan menikmati kenikmatan yang tidak pernah dirasakan di dunia.

Nabi bersabda: 

من يُرِدْ الله بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ في الدِّينِ

“Siapa yang Allah kehendaki kebaikan kepada seorang hamba maka ia akan difahamkan tentang agamanya.” (Muttafaq Alaihi dari Muawiyah bin Abi Sufyan RA). 

Pada kesempatan lain, Rasulullah bersabda: 

إِنَّ اللَّهَ عز وجل خَلَقَ خَلْقَهُ في ظُلْمَةٍ فَأَلْقَى عليهم من نُورِهِ فَمَنْ أَصَابَهُ من ذلك النُّورِ اهْتَدَى وَمَنْ أَخْطَأَهُ ضَلَّ

“Sesungguhnya Allah Azza Wajalla menciptakan makhluk-Nya dalam kegelapan, Lalu Allah memberikan kepada mereka dari cahaya-Nya, maka siapa yang mendapatkan cahaya tersebut, maka dia mendapatkan hidayah, dan siapa yang tidak mendapatkannya maka dia tersesat.”

(HR. Ahmad (2/176). Tirmidzi No.2642, Ibnu Hibban (6169), Al-Hakim dalam mustadrak (1/84), dari Hadis Abdullah bin Amr bin Ash. disahihkan Al-Albani dalam Ash-Shahihah. 

2. Hadits tentang Ilmu sebagai Penyelamat dari Laknat Allah 

Pada sebuah hadis diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu, Rasulullah bersabda: 

إِنَّ الدُّنْيَا مَلْعُونَةٌ مَلْعُونٌ ما فيها إلا ذِكْرُ اللَّهِ وما وَالَاهُ وَعَالِمٌ أو مُتَعَلِّم

“Sesungguhnya dunia itu terlaknat, terlaknat segala isinya, kecuali zikir kepada Allah dan amalan-amalan ketaatan, demikian pula seorang yang alim atau yang belajar.” (HR. Tirmidzi (2322), Ibnu Majah (4112), dihasankan Al-Albani dalam sahih Al-Jami No. 1609. 

3. Ilmu sebagai Jalan Menuju Surga 

Disebutkan dalam hadis Abu Hurairah RA dalam Sahih Muslim, bahwa Rasulullah SAW bersabda: 

وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فيه عِلْمًا سَهَّلَ الله له بِهِ طَرِيقًا إلى الْجَنَّةِ

“Barangsiapa yang menempuh satu jalan untuk mendapatkan ilmu, maka Allah memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim: 2699). 

Hadis ini menjelaskan bahwa ketika seseorang manusia keluar dari rumahnya untuk menuntut ilmu, maka ia akan menjadi alasan dia masuk surga jika mencari ilmu secara sungguh-sungguh.

Dengan demikian, kamu akan lebih mudah untuk memahami mana yang baik dan buruk, halal dan haram, haq dan batil untuk mengamalkan ilmu yang telah dipelajari.

Ini menjadikan manusia sebagai seorang hamba yang diridhai Allah SWT karena telah mengikuti bimbingan Rasul-Nya dan surga adalah balasan dari Allah untuk hamba-Nya.

4. Hadits tentang Ilmu sebagai Ibadah 

Nabi Muhammad saw. bersabda: 

فضل العلم أحب إلي من فضل العبادة و خير دينكم الورع

“Keutamaan ilmu lebih aku sukai dari keutamaan ibadah, dan sebaik-baik agama kalian adalah bersikap waras.” (HR. Al-Hakim, Al-Bazzar,. At-Thayalisi, dari Hudzaifah bin Yaman RA. Disahihlkan Al-Albani dalam sahih Al-Jami: 4214). 

Dalam riwayat lain, Rasulullah saw. bersabda: 

وَإِنَّ فَضْلَ الْعَالِمِ على الْعَابِدِ كَفَضْلِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ على سَائِرِ الْكَوَاكِبِ

“Sesungguhnya keutamaan seseorang yang berilmu dibanding ahli ibadah, seperti keutamaan bulan di malam purnama dibanding seluruh bintang-bintang.” 

(HR/ Abu Dawud (3641), Ibnu Majah (223), dari hadis Abu Darda RA). 

Hadis ini menjelaskan ilmu lebih utama dibandingkan dengan ibadah seperti puasa sunah, salat sunah, maupun sebagainya. 

Selain itu, ilmu juga bagian dari ibadah yang mulia. 

5. Kedudukan Orang Orang yang Menuntut Ilmu 

Kedudukan orang yang berilmu sangat jauh jika dibandingkan dengan orang tak berilmu, sesuai firman Allah SWT dalam QS Az-Zumar dan Al-Mujadalah: 

قُلْ هَلْ يَسْتَوِى الَّذِيْنَ يَعْلَمُوْنَ وَالَّذِيْنَ لَا يَعْلَمُوْنَ اِنَّمَا يَتَذَكَّرُ اُولُوا الْاَلْبَابِ. (الزمر:۹)

“Katakanlah, “Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang yang tidak mengetahui?” sebenarnya hanya orang yang berakal sehat yang dapat menerima pelajaran.” (QS. Az-Zumar/39:9). 

يَرْفَعِ اللهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍ. (المجادلة: ۱۱)

“Niscaya Allah akan mengangkat derajat orang orang beriman di antaramu dan orang yang diberikan ilmu derajat.” (QS. A-Mujadalah 58:11). 

Tak hanya itu, Rasulullah juga menjelaskan lebih jauh tentang kedudukan orang yang berilmu: 

وعن أِبي أِمامة رِضى اِلله عِنو أِن رِسول اِلله صِلى اِلله عِليو وِسلم قِالَ فَِِِضِْلُِ اِلِْعَِالَِِِ عَِِلَِىِ الِْعَِابِِدِِكَِِِفَِضِْلِِى عِلَِى أَِِدِْنَِاكُِمِْ ثُِ قَِِالَِ رَِِسُِولُِ اِللهِِ إِ نِ اِللهَِ وَِِمَِلَِ كَِِِِتَِوُِ وَِِأَِىِْل اِل سِمَِاوَِاتِِ وَِِالْاَِرِْضَِِ حَِتَِّّ اِلنِّمِْلَِةَِ فِِِِ حِِِجِْرِِىَِا وَِِ حَِِ تِّ اِلُِوِْتِِ لِيُِصَِلِّوِْنَِ عَِِلَِى مُِِعَِلِّمِِى اِلن اسِِ اِلَِْيْ رَِِِ (رواه اِلترمذى)

“Dari Abi Amamah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda keutamaan orang yang berilmu atas orang yang beribadah bagaikan keutamaan diriku atas kalian semua.

Rasulullah SAW kemudian bersabda, “Sesungguhnya Allah dan para malaikatnya serta seluruh penghuni langit dan bumi sampai semut diliangnya dan ikan sungguh bersalawat pada orang yang mengajarkan kebaikan pada manusia” (HR Turmudzi)

6. Amalan dan Pahala Hadits tentang Menuntut Ilmu 

Ilmu yang bermanfaat menjadi salah satu pahala yang tak akan terputus meski orang yang telah memberikan telah tiada:

إِذَا مَاتَ اِبنُِ اَِدَمَِ اِنْ قَطَعَ عَِنْوُ عَِمَلُوُ إِِ لا مِِنْ ثَِلََثَةٍ :ِ إِِ لا مِِنْ صَِدَقَةٍ اََِرِيَةٍ، أَِوْ عِِلْمٍ يِ نُْتَ فَعُ بِِوِ، أَِوْ وَِلَدٍ صَِالِحٍ يَِدْعُو لَِوُِ (رواه اِلترمذى)

“Apabila anak adam telah meninggal dunia maka terputuslah semua amalannya kecuali tiga bagian: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak shaleh yang mendoakannya.” (HR At-Turmudzi). 

Kewajiban tentang Mengamalkan Ilmu 

Sekolah tatap muka di kelas

Sumber: Populis.id

Sebaik-baiknya ilmu adalah yang dapat bermanfaat bagi orang lain, sehingga wajib membagikannya pada orang disekitar.

Dengan demikian, kamu bisa menjadi teladan yang baik. Nabi Muhammad juga memberikan ancaman kepada umatnya yang tidak menyebarkan ilmunya:

مَِنِْ عَِِلِِمَِ عِِِلِْمًِا فَِِكَِتمَِوُِ أَِِلَِْْمَِوُِ اِللهَِ يِ وَِِْمَِ اِلِْقِِياَِمَِةِِ بَِِلجَِامِِ مِِِنِْ نَِِارٍِ (رواه اِبو دِاوود,الترمذي ,ِابنِ ما وَ,ابن حِبان وِحاكم)

“Barang siapa mengetahui ilmu dan menyimpannya (tidak mengamalkan), Maka Allah akan mengikatnya pada api neraka.” (HR Abu Daud, Tirmidzi, Ibu Majah, Ibu Hibban dan Hakim). 

Kemudian, Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Baqarah ayat 44 yang berbunyi: 

اَتَأْ مُِرُوْنَ اِلن اسَ بِِاالْبِ وَِتَ نْسَوْنَ أَِنْ فُسَكُم وَِاَنْ تُمْ تِتْ لُوِْنَ اِكِتَابَ أَِفَلََ تَِ عْقِلُوْن (سورة اِلبقره)

“Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaikan, sedang kamu melupakan dirimu sendiri, padahal kamu membaca kitan? Maka tidaklah kamu berfikir” (QS Al-Baqarah Ayat 44).

Jelas jika perintah Allah tentang mengamalkan ilmu, karena berilmu mengajarkan orang lain tanpa melakukan apa yang diajarkan termasuk golongan merugi. Apalagi yang tidak mengamalkan ilmunya.

***

Itulah beberapa kumpulan hadits tentang ilmu sebagai pesan penuh makna dalam pendidikan.

Temukan informasi menarik seputar properti hanya di artikel.rumah123.com.

Ikuti Google News Rumah123 di sini!

Klik portal Rumah123.com yang pastinya #AdaBuatKamu!

Jadikan Nava Park Tangerang sebagai hunian terbaik!


Tag: , ,


Reyhan Apriathama
Reyhan Apriathama

Seorang mas-mas penulis Rumah123.com yang suka otomotif, sepak bola, gadget, dan musik-musik lawas.