polusi udara jakarta- rumah123.com Kualitas Udara Jakarta Terlihat Membaik Setelah Pemadaman Listrik Massal Pada Minggu (4/8/2019). Posisi Jakarta Sebagai Salah Satu Kota Terpolusi di Dunia Menurun Pada Senin (5/8/2019) (Foto: Rumah123/Getty Images)

Kualitas udara Jakarta ternyata dapat berangsur membaik setelah listrik padam secara massal. Sayangnya, udara Jakarta kembali memburuk setelah itu.

Pemadaman listrik secara massal terjadi pada Ahad (4/8/2019). Listrik padam ini berlangsung cukup lama mulai dari 11.50 WIB (Waktu Indonesia Barat). Listrik kembali menyala dengan waktu yang bervariasi.

Listrik padam ini dirasakan di Jakarta, Banten, sebagian Jawa Barat dan Jawa Tengah. Sejumlah transportasi massal seperti kereta rel listrik (KRL) Commuter Line dan MRT (Mass Rapid Transit/Moda Raya Terpadu) berhenti beroperasi.

Baca juga: Waduh, Jakarta Jadi Kota dengan Polusi Udara Paling Buruk di Asia Tenggara

Malah ada empat kereta MRT yang terhenti di tengah jalan sehingga penumpang harus dievakuasi. Begitu juga dengan  beberapa perjalanan Commuter Line yang harus setop.

Padamnya listrik di Jakarta dan sekitarnya ternyata punya dampak bagus pada kualitas udara Jakarta pada Senin (5/8/2019).

Jakarta Masuk Kota dengan Kualitas Udara Moderat

Situs berita online CNN Indonesia.com melansir data yang dirilis oleh AirVisual.com yang diakses pada pukul 08.04 WIB. AirVisual.com merupakan penyedia data udara kota-besar besar di dunia secara online.

Peringkat kualitas udara Jakarta turun ke posisi 22 dunia. Skornya adalah 75 atau masuk kategori moderat. Jakarta sempat menempati peringkat pertama.

Posisi pertama pada Senin (5/8/2019) adalah Dubai, Uni Emirat Arab dengan skor 160, lantas diikuti oleh Hanoi, Vietnam dengan skor 147, dan kemudian Santigo, Cile dengan nilai 144.

Meski begitu, ada empat wilayah di Jakarta yang mempunyai kualitas udara buruk alias unhealthy dan unhealthy for sensitive groups. Keempat daerah tersebut adalah Rawamangun di Jakarta Timur, Kemayoran di Jakarta Pusat, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Jakarta Pusat, kawasan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta Selatan,

Kualitas Udara Jakarta Kembali Memburuk

Setelah kualitas udara Jakarta membaik pada Senin (5/8/2019), maka kualitasnya kembali menurun pada Selasa (6/8/2019).

CNN Indonesia kembali mengutip data AirVisual.com pada pukul 07.34 WIB. Posisi Jakarta turun ke posisi 15 dunia mengenai polusi udara dan kualitas udara.

Skornya adalah 87 dan masih masuk kategori moderat. Satu hari sebelumnya, skor Jakarta mencapai 75 dan juga masuk kategori sedang. Semakin tinggi skor maka semakin tinggi kadar polusi udara. Kualitas udara semakin buruk.

Dalam beberapa pekan terakhir, kualitas udara di Jakarta memang buruk. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diminta untuk segera menanganinya. Bahkan, sejumlah kelompok masyarakat mengajukan gugatan ke pengadilan.

Faktor yang Memengaruhi Membaiknya Kualitas Udara Jakarta

Situs berita Detik.com mengutip pernyataan Dwi Sawung dari Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) yang mengkaji kualitas udara Jakarta yang membaik pada Senin setelah pemadaman listrik secara massal. Ada tiga faktor yang ditengarai memengaruhi hal ini.

Pertama, pemadaman listrik yang melanda sebagian Pulau Jawa membuat aktivitas penduduk berkurang. Aktivitas yang signifikan menyumbang polusi udara adalah transportasi dan industri.

Kedua, angin berhembus kencang pada hari itu. Menurut prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk Jakarta pada 5 Agustus 2019, angin berembus dengan arah timur laut-tenggara dengan kecepatan 05-25 kilometer per jam (km/jam).

Ketig, sejumlah pembangkit tenaga listrik tenaga uap mati. Kalau pembangkit menyala maka hal itu berpengaruh juga terhadap udara Jakarta.

Bagikan: 1247 kali