transjakarta- rumah123.com Ilustrasi Penumpang Transjakarta. Operator BRT (Bus Rapid Transit) Transjakarta Berencana Untuk Menambah Kapasitas. Hal Ini Imbas dari Penambahan Jadwal KRL Commuter Line (Foto: Rumah123/Getty Images)

Setelah KRL Commuter Line menambah jadwal perjalanan, Transjakarta akan meningkatkan kapasitas. Hal ini merupakan imbas sekaligus antisipasi.

Operator KRL (kereta rel listrik) Commuter Line, PT Kereta Commuter Indonesia berencana untuk menambah jadwal perjalanan kereta listrik. Jadwal baru ini berlaku untuk semua lintasan mulai 1 Desember 2019.

KRL Commuter Line memiliki sejumlah rute ke Bogor, Depok, Tangerang, Tangerang Selatan, Bekasi, Cikarang, dan lainnya. Selain itu, ada rute feeder ke Kampung Bandan.

Baca juga: Transjakarta Menguji Coba Sistem Wayfinding di Koridor Blok M-Kota

Rencana penambahan jadwal perjalanan KRL Commuter Line ini membuat Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta untuk meningkatkan kapasitas dari moda transportasi BRT (Bus Rapid Transit) Transjakarta.

Laman berita online Republika.co.id mengutip pernyataan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Syafrin Liputo. Dia berujar bahwa penambahan jadwal kereta tentunya akan menambah interval ketika kereta listrik melintas di perlintasan sebidang.

Kondisi ini bisa mempercepat proses transisi moda transportasi dari kendaraan pribadi ke transportasi publik atau transportasi massal. Para pengendara mobil pribadi akan berpikir untuk beralih moda transportasi.

Baca juga: Transjakarta Berencana Uji Coba 100 Bus Listrik Pada 2020

“Semakin seringnya pintu lintasan tertutup, pengendara akan jenuh dan secara perlahan akan beralih ke Transjakarta,” ujar Syafrin.

“Begitu pergerakan orang di setiap perlintasan terhambat, kemacetannya panjang mereka akan mendapat suasana baru, bahwa lebih baik saya naik Transjakarta,” lanjutnya.

Transjakarta Memiliki Kelebihan Berupa Jalur Khusus

Syafrin melanjutkan bahwa Transjakarta memang tetap mengantre saat melewati lintasan rel KRL Commuter Line. Namun, Transjakarta mempunyai keistimewaan berupa jalur khusus.

Sebagai BRT, Transjakarta memang memiliki jalur khusus. Beberapa ruas jalur Transjakarta di antaranya malah telah dilengkapi dengan kamera CCTV yang menerapkan tilang elektronik atau ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement).

Jalur khusus ini, apalagi dengan penerapan tilang elektronik ini membuat Transjakarta bisa melaju tanpa terhalang oleh motor dan mobil. Sampai saat ini, sejumlah jalur Transjakarta masih belum steril.

Baca juga: Transjakarta Operasikan Rute Baru 10 F, Terkoneksi dengan LRT Jakarta

Ingat, beberapa waktu lalu ada kejadian viral ketika Transjakarta dihadang sejumlah pengendara motor di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan. Para pengendara motor ini masuk jalur ke jalur Transjakarta.

Mereka berbalik arah ketika ada razia polisi. Saat itulah, para pengendara motor bertemu dengan Transjakarta. Pramudi Transjakarta tetap tidak mengalah. Akhirnya, polisi bisa menilang para pengendara motor yang melanggar aturan ini.

Transjakarta Terus Menambah Rute  

Sebenarnya, Transjakarta juga terus memperbanyak rute termasuk yang menuju ke hunian DP Rp0 yang berada di Kepala Dua, Jakarta Timur. Tidak hanya itu, operator transportasi massal ini memperbanyak feeder yang terkoneksi dengan JakLingko.

Transjakarta juga melakukan konektivitas dengan moda transportasi lainnya. Transjakarta sudah terkoneksi dengan MRT (Mass Rapid Transit/Moda Raya Terpadu) Jakarta fase I rute Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia.

Selain itu, Transjakarta juga sudah terhubung dengan LRT (Light Rail Transit/Lintas Rel Terpadu) Jakarta rute Kepala Gading-Rawamangun Velodrome.

Baca juga: Transjakarta Tambah 46 Rute Baru Pada Perluasan Kawasan Ganjil Genap

Bagikan: 431 kali