Konsep kantor open space ternyata berdampak negatif pada karyawan - Rumah123.com Konsep kantor open space ternyata berdampak negatif pada karyawan - Rumah123.com

Konsep kantor open space kini semakin banyak diterapkan oleh perusahaan-perusahaan dengan karyawan yang didominasi oleh milenial. Penataan area ruang kerja dibuat terbuka dengan tempat duduk yang fleksibel. Biasanya, meja kerja tak jauh dengan meja bar, dan juga tempat bermain. Konsep ini diyakini mampu membuat karyawan betah, dan menurunkan tingkat stress mereka. Komunikasi antar atasan dengan bawahan dan antar divisi pun jadi semakin mudah karena tidak ada batasan ruang di kantor. 

Konsep kantor open space bisa menurunkan produktivitas 

Dilansir dari BBC.com, Chris Nagele, bos dari perusahaan pengembang software Wildbit memutuskan untuk memindahkan kantornya. Dari yang awalnya berkonsep open space, menjadi kantor yang lebih tertutup, dengan pembatas antar karyawan. Menurut Chris, konsep kantor open space membuat ia dan karyawannya kurang produktif. Mereka merasa sulit untuk berkonsentrasi, dan menjadi dua kali lebih sering jatuh sakit. Lantaran tidak produktif, mereka jarang bisa menyelesaikan pekerjaan di kantor dan harus melanjutkan pekerjaan di rumah. 

Hal senada juga diungkapkan oleh seorang ahli saraf, Dr. Jack Lewis. Dilansir dari Genius Beauty, Dr. Lewis menemukan aktivitas otak yang seharusnya fokus pada pekerjaan menjadi teralihkan akibat banyaknya aktivitas pegawai dalam satu ruang. Para pegawai mudah mendapat banyak gangguan dibandingkan bila memiliki ruangan sendiri. 

Baca juga: Anti Kebasahan Saat Pergi dan Pulang Kerja di Musim Hujan

Lalu, konsep kantor seperti apa yang sebaiknya diterapkan?

1. Semakin fokus semakin baik

Fokus, merupakan alasan utama kenapa ruang dengan pembatas dan pintu yang tertutup menjadi lebih baik ketimbang kantor open space. Gangguan kecil bisa menyebabkan seseorang kehilangan fokus selama 20 menit, sehingga karyawan tak bisa melakukan banyak tugas. Terlebih lagi, beberapa konsep open space seperti hot desk punya dampak negatif pada memori karyawan. Hot desk adalah konsep kantor open space di mana setiap orang bisa duduk di mana pun yang mereka inginkan. Seseorang mampu menyimpan lebih banyak informasi ketika duduk di tempat yang sama dalam waktu lama. Sebaliknya, informasi akan mudah dilupakan ketika seseorang sering berpindah-pindah tempat ketika bekerja. 

2. Ruangan privat justru mampu mencetuskan ide-ide yang lebih bagus

Banyak orang menerapkan konsep open space dengan tujuan untuk membuat proses brainstorming atau diskusi antar karyawan semakin mudah. Namun nyatanya, menurut Sally Augustin, seorang seorang psikolog lingkungan dan desain, obrolan antar karyawan justru lebih sering tidak berhubungan dengan pekerjaan. Proses brainstorming justru lebih sering dilakukan di ruangan-ruangan meeting yang bersifat lebih privat. Ide-ide brilian sangat jarang tercetus jika brainstorming dilakukan di keramaian. Setiap orang membutuhkan total fokus untuk bisa menghasilkan pekerjaan terbaiknya. 

3. Biarkan karyawan berkontribusi namun tetap punya privasi

Sebagian besar karyawan tidak merasa nyaman untuk meninggalkan tim dan menyendiri ketika bekerja. Banyak yang merasa terbebani ketika mereka tidak hadir di antara yang lain. Solusinya, perusahaan bisa menciptakan ruang tertutup untuk jumlah tim yang lebih kecil. Dengan begitu, karyawan bisa tetap berkolaborasi namun masih punya privasi, dan tak terganggu dengan suara orang lain. 

Bagikan:
1245 kali