Ilustrasi Orang Merekam Kejadian Memanfaatkan Smartphone (Foto: Rumah123/Space Studio)

Dalam satu pekan terakhir, video gempa dan tsunami Sulawesi Tengah viral di internet dan media sosial. Pertanyaannya adalah kok orang masih sempat ya merekam padahal mereka juga korban kan? Jika suatu saat kamu mengalami bencana serupa, apakah kamu akan melakukan hal yang sama?

Belakangan, ada fenomena kalau nyaris semua peristiwa ada rekaman videonya. Kalau tidak sengaja itu lain soal, lain halnya kalau sengaja.

Bayangkan kalau ada gempa, tsunami, kebakaran, tanah longsor, dan lainnya, malah ada yang sempat merekamnya. Mereka malah nekat untuk merekamnya lho.

Baca juga: Tips Pasca Bencana: Ancaman Kesehatan Pasca Tsunami

Situs Tirto.id menjelaskan femonena tersebut. Jawabannya adalah kepemilikan smartphone. Saat ini, ada 2,5 miliar pengguna smartphone di seluruh dunia pada 2018 ini.

Kayaknya orang “wajib” deh punya smartphone, tengok saja sekeliling kamu. Smartphone juga menjadi teman keseharian banyak orang. Malah mereka membawanya ke mana saja, ke toilet, tidur, dan lainnya.

Smartphone juga relatif mudah untuk digunakan. Lantaran hal ini juga, orang biasa merekam apa pun dan kemudian menyebarkannya via internet dan aplikasi percakapan.

Baca juga: Gempa dan Tsunami Guncang Palu dan Donggala, Ingat Belajar Mitigasi Bencana

Penulis The Guardian, Stuart Jeffries menyebut ada fenomena virtual presentee-ism. Sebuah fenomena tersebarnya pengalaman seorang perekam peristiwa kepada khalayak luas. Si perekam ingin menunjukkan kepada dunia kalau dia ada di lokasi kejadian.

Makanya jangan heran, kalau saat kejadian gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah pada Jumat (28/09/2018), banyak yang merekam saat air tsunami menerjang, ketika ada perumahan yang tenggelam karena lumpur, dan lainnya.

Soal fenomen virtual presentee-ism ini juga jangan disalahkan sih. Orang yang merekam tidak hanya sekedar menyatakan dia berada di lokasi, namun juga dapat dianggap sedang memberitahukan insiden tersebut. Ya, kita semua bisa belajar dari bencana alam tersebut kan, bagaimana cara menyelamatkan diri saat terjadi gempa dan tsunami.

Baca juga: Tips Pasca Bencana: Korban Gempa dan Tsunami Palu-Donggala Terancam Trauma Berat

Bagikan: 738 kali