Kloset duduk yang kerap digunakan di rumah modern ternyata punya banyak kekurangan ketimbang kloset jongkok - Rumah123.com Kloset duduk yang kerap digunakan di rumah modern ternyata punya banyak kekurangan ketimbang kloset jongkok - Rumah123.com

Dari sekian banyak jenis kloset, kloset duduk dan kloset jongkok adalah dua yang paling populer terdapat pada hunian-hunian di Indonesia. Jika dilihat dari segi visual, kloset duduk cenderung lebih terlihat modern. Tak heran hampir di setiap rumah baru, kloset yang digunakan adalah versi duduk. 

Namun ternyata, duduk atau pun jongkok, jenis kloset tak sekadar untuk mendukung desain rumah semata. Selain itu, kloset duduk dan kloset jongkok juga bisa memengaruhi kesehatan tubuh penggunanya. Nah, kira-kira, mana yang lebih sehat?

Kloset duduk atau jongkok, semua tergantung dari penggunanya

Banyak anggapan bahwa kloset jongkok lebih baik untuk kesehatan pencernaan penggunanya. Memang sih, anggapan tersebut tidaklah salah. Tapi tidak juga 100% benar. Baik buruknya toilet duduk atau pun jongkok terantung dari siapa yang menggunakannya.

Orang-orang yang punya masalah kesehatan pada kakinya, tidak dianjurkan untuk menggunakan toilet jongkok dan disarankan untuk memakai toilet duduk. Sedangkan toilet jongkok lebih disarankan untuk meminimalisir risiko gangguan pencernaan seperti wasir, sembelit, hingga radang usus buntu. Untuk lebih jelasnya lagi, kamu bisa melihat kelebihan dan kekurangan masing-masing dari kloset duduk dan jongkok. 

Kelebihan dan kekurangan kloset duduk

Kelebihan:

Desain yang modern dan elegan

Seperti yang telah disebutkan di atas, salah satu alasan yang membuat kloset jenis ini banyak digunakan adalah karena modelnya yang elegan, modern dan memberi kesan mewah. Hal tersebut akan susah didapatkan dari pemakaian kloset jongkok biasa. Inilah salah satu alasan kenapa banyak rumah modern yang lebih memilih menggunakan toilet duduk.

Tidak membuat pegal

Bagi sebagian orang, toilet duduk dianggap lebih nyaman karena penggunanya tak harus jongkok berlama-lama. Bagi mereka yang punya masalah kesehatan pada kaki, tentu lebih baik menggunakan kloset jenis ini.

Kekurangan:

Membuat proses BAB lebih sulit

Posisi duduk, apalagi jika duduk dengan posisi biasa dan tegak lurus 90 derajat, justru membuat proses buang air besar menjadi lebih sulit untuk dilakukan dan tenaga yang dibutuhkan juga menjadi lebih besar.

Proses BAB lebih lama

Dibutuhkan waktu lebih lama untuk buang air besar dengan toilet duduk sebab tubuh butuh proses untuk mendorong feses melalui sudut rectoanal. 

Memperbesar risiko penyakit yang menyerang pencernaan

Posisi saat menggunakan toilet duduk dianggap memainkan peran besar sebagai faktor risiko beberapa penyakit seperti sembelit, wasir dan radang usus buntu.

Menularkan berbagai bakteri 

Kloset jenis duduk dapat memicu banyak penyakit dan menularkan berbagai bakteri karena bersentuhan langsung dengan kulit dan tubuh.

Kelebihan dan kekurangan kloset jongkok

Kelebihan:

Lebih efektif melancarkan BAB

Sejumlah penelitian dan kajian medis menyebut, posisi jongkok lebih efektif melancarkan proses BAB. Sebab, kinerja otot dan postur tubuh saat jongkok sangat mendukung proses BAB. Posisi ideal untuk buang air besar adalah jongkok dengan paha tertekuk pada perut.

Memaksimalkan proses BAB

Posisi jongkok juga membuat ruang pembuangan tinja di anus lebih optimal. Otot di anus dan usus besar pun menjadi lebih rileks. Karena kedua hal ini BAB pun menjadi lebih mudah serta membantu memaksimalkan pengeluaran tinja.

Kekurangan:

Desain yang monoton

Dari segi penampilan, kloset jongkok terbilang monoton dan kuno. Tak seperti toilet duduk yang desainnya beragam dan mengikuti zaman.

Kurang nyaman untuk berlama-lama

Toilet jongkok dianggap kurang nyaman digunakan berlama-lama. Jongkok saat BAB dapat menyebabkan keluhan nyeri pada tumit dan paha. 

Tak cocok untuk penderita gangguan pada kaki

Seperti yang disebutkan sebelumnya, kloset jongkok tidak cocok digunakan oleh orang yang mengalami gangguan pada pergelangan kaki, misalnya penderita radang sendi, keseleo, patah tulang, hingga tendonitis.

Bagikan: 1874 kali