sejarah Masjid Cut Meutia di Jakarta yang pernah jadi Gedung MPRS (Sumber: Wikimedia Commons)

Masjid Cut Meutia  menjadi salah satu bangunan peninggalan zaman kolonial Belanda, dengan sejarah panjang penggunaannya. Bahkan bangunan ini sempat digunakan sebagai markas tentara Jepang. 

Bangunan yang berada di Kelurahan Kebon Sirih, Menteng,  Jakarta Pusat, ini selalu ramai oleh jamaah, apalagi disaat bulan Ramadan tiba.

Tak sedikit umat Muslim yang datang, bukan sekedar menunaikan ibadah salat saja. Namun, juga ingin menikmati indahnya arsitektur Masjid Cut Meutia.

Sebelum resmi menjadi sebuah masjid, memang gedung itu sering dijadikan tempat ibadah salat oleh warga sekitar dari tahun 1970. 

Melansir dari laman Okezone.com, gedung setinggi dua lantai ini dibangun oleh Pieter Adriaan Jacobus Moojen dan mulai digunakan pada tahun 1910.

Tapi tahukah kamu, bila bangunan masjid ini mengalami sejarah panjang penggunannya, lo.

Nah, untuk lebih jelasnya, baca terus artikel ini,yuk!

Sejarah Bangunan Masjid Cut Meutia

Bentuk masjid-cut-meutia yang merupakan bangunan peninggalan zaman Belanda-instagram santoso_ilham (Foto: Instagram @santoso_ilham)

1. Kantor Perusahaan Real Estat

Sebelum menjadi masjid seperti saat ini, bangunan dengan dominasi cat warna putih itu dahulu merupakan kantor sebuah perusahaan properti.

Perusahaan itu bernama N.V de Bouwploeg, yang merupakan kantor real estat pertama di Hindia Belanda.

Maka, tidak heran bila sebagian orang mengenal bangunan ini sebagai gedung Boplo, akronim untuk Bouwploeg.

2. Gedung Kantor Pos

Setelah itu, bangunan Masjid Cut Meutia digunakan oleh Proviciale Waterstaat (komite pekerjaan umum) dan sempat pula digunakan sebagai kantor pos pembantu.

3. Markas Angkatan Laut Jepang

Dikutip dari laman Voi.id, bangunan itu beralih fungsi ketika Jepang mulai menjajah Indonesia periode tahun 1942 hingga 1945. 

Kala itu, pasukan Jepang menggunakan gedung tersebut sebagai markas angkatan laut sewaktu perang dunia ke-II. 

4. Kantor Jawatan Kereta Api

interior bergaya kolonial masjid cut meutia jakarta masih tetap dipertahankan (Gambar: Republika / Thoudy Badai)

Bangunan Masjid Cut Meutia kembali berubah pengunaannya, setelahnya Jepang menyerah kepada Sekutu. 

Gedung ini kemudian dimanfaatkan oleh Staatssporweg (jawatan kereta api), sebagai kantor operasionalnya. 

5. Digunakan Sebagai Gedung MPRS

Ketika masa kepemimpinan Jenderal Abdul Haris Nasution, bangunan itu juga pernah dijadikan sebagai gedung Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS).

Nah, itulah kisah panjang dari bangunan Masjid Cut Meutia Jakarta, yang sejak tahun 1987 diresmikan sebagai cagar budaya oleh Gubernur Ali Sadikin. 

Temukan informasi menarik seputar kabar properti terkini, gaya hidup, hingga inspirasi desain, hanya di artikel.rumah123.com.

Bila kamu ingin cari rumah impian, yuk temukan beragam rekomendasi terbaiknya di Rumah123.com, karena kami #AdaBuatKamu.

Bagikan:
552 kali