pedagang cilok (Sumber: Kompas.com/ Bagus Supriadi)

Simak nih, kisah sukses pedagang cilok yang bisa berinvestasi properti dengan memiliki apartemen dan kontrakan, kamu tidak tertarik untuk jadi juragan?

Siapa yang tidak kenal makanan cilok? Tentu mayoritas dari kita semua mengenal dan pernah merasakan lezatnya panganan berbahan dasar tepung tapioka ini.

Nah, di Jember, Jawa Timur, ada cerita menarik yang berhubungan dengan pedagang cilok lo.

Percaya gak sih, hanya dari berjualan cilok si pedagang bisa beli 3 apartemen dan 13 rumah kontrakan, bahkan sawah.

Penjual cilok sukses ini bernama Harsono yang melalui usahanya yaitu Cilok Edy, si penjual bisa punya aset properti mewah.

Cilok Edy kerap ditemui di berbagai titik seperti di depan kampus Universitas Jember dan Universitas Muhammadiyah Jember, Jawa Timur.

Banyak masyarakat menyukai cilok Edy bikinan Harsono mulai dari anak-anak, mahasiswa, hingga orang tua.

Pendapatan dalam sehari Cilok Edy bisa meraup hingga Rp5 juta dari empat gerobak, ingat lo kalau pendapatan per hari.

Bahkan, sebelum pandemi Covid-19, bisnis Harsono mampu meraup omset hingga Rp8 juta.

Pedagang Cilok yang Berinvestasi Properti

Harsono bercerita uang dari hasil penjualan cilok tidak ditabung, ia menggunakan uang hasil dagang cilok itu untuk investasi.

Pedagang cilok ini membeli rumah untuk dijadikan rumah kontrakan dan rumah kost, ia juga menggunakan pendapatannya untuk beli sawah hingga apartemen.

“Sekarang apartemen punya tiga untuk disewakan, rumah ada 13 untuk dikontrakkan dan dikostkan,” ujar Harsono yang dikutip dari laman berita online Kompas.com.

Lebih lanjut, dia menjelaskan untuk beli apartemen dan rumah dirinya meminjam uang ke bank.

Kemudian, mencicilnya dari hasil berjualan cilok Edy, agar aset investasinya bisa  terbayar lunas.

Hingga kini si pedagang cilok sukses asal Jember ini mengelola perputaran uangnya dari investasi properti yang dimiliki.

Pedagang Cilok yang Memulai Usaha dengan Modal Rp20 ribu

Cilok Edy merupakan usaha yang dirintis oleh pasangan suami istri Harsono dan Siti Fatimah sejak 1997.

Dia bersama istrinya mengikuti bisnis bapaknya yang terlebih dahulu berjualan cilok di Bali.

“Modal awal dulu paling hanya Rp20 ribu. Uang itu untuk beli daging dan diolah jadi cilok,” ujar Harsono.

Dia bercerita ketika pertama kali berjualan cilok sempat mendapat penolakan karena belum banyak orang mengenal jenis makanan itu, namun perlahan orang mulai tahu.

Wah, hebat ya pedagang cilok bisa menjadi juragan properti, memangnya kamu tidak tertarik untuk mengikuti jejaknya.

Kalau kamu ingin membaca kisah inspiratif atau kisah viral lainnya, bisa mengaksesnya di situs properti Rumah123.com.

Rekomendasi terbaik untuk mempunyai rumah di Tangerang, Banten adalah Brighton House.

Bagikan:
441 kali