Apakah kamu salah satu yang sering kerja di rumah sambil rebahan? Sebaiknya hilangkan segera kebiasaan buruk tersebut! Ada banyak bahaya di baliknya.

kerja di rumah - rumah123.com Rebahan ketika kerja di rumah berbahaya bagi kesehatan tubuh & mental - Rumah123.com

Demi memutus rantai penyebaran virus corona, pemerintah mengimbau perusahaan-perusahaan untuk membiarkan karyawannya kerja di rumah. 

Bahkan untuk beberapa provinsi yang memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), pemerintah daerah sudah cukup ketat dalam memberlakukan aturan ini.

Perusahaan-perusahaan yang tidak mengindahkan imbauan pemerintah, terancam dicabut izinnya. 

Dan hampir seluruh perusahaan diminta untuk menerapkan ini, kecuali yang bergerak di sektor vital, seperti bidang pangan, bahan bakar minyak dan gas, pelayanan kesehatan, perekonomian, keuangan, komunikasi, industri, ekspor dan impor, distribusi, logistik, dan kebutuhan dasar lainnya.

Tempat untuk kerja di rumah seringkali ‘tak layak’ bagi sebagian orang

Aturan kerja di rumah mungkin menjadi hal yang menyenangkan untuk sejumlah orang. 

Namun, tak sedikit pula yang tidak memiliki ruang kerja layak di rumahnya. 

Sebagian orang membuat ruang kerja darurat, baik itu di meja makan, di meja rias, bahkan tak jarang yang kerja dari atas kasur alias sambil rebahan.

Nah, untuk opsi terakhir, sebaiknya kamu hindari sebisa mungkin. Sebab ternyata, banyak sekali hal negatif yang kamu dapatkan ketika bekerja sambil rebahan.

Baca juga: 7 Tips Supaya Work From Home Jadi Lebih Produktif

5 hal negatif yang muncul akibat kerja di rumah sambil rebahan

1. Produktivitas kerja menurun

Banyak yang mengira bekerja di atas kasur bisa membuat lebih rileks. Padahal kenyataannya, produktivitasmu justru bisa menurun.

Hal ini disebabkan karena kamu merasa terlalu santai dengan kenyamanan kasur, dan otak akan menganggap suasana kamar tidur sebagai waktu untuk istirahat.

Garis batas antara bekerja dan istirahat akan menjadi kacau. Berbeda dengan di kantor, di mana otak akan mengasosiasikan lokasi tersebut sebagai tempat untuk menyelesaikan pekerjaan. 

Bahkan dilansir dari Kompas.com, pakar tidur dari Bensons for Beds, Dr Sophie Bostock, menyebutkan bahwa melakukan aktivitas kerja sebentar saja di tempat tidur bisa memberi efek negatif pada tidur kita. Kita akan cenderung lebih sulit fokus terjaga selama waktu kerja.

2. Membuat jadi susah tidur

Ketika bekerja di atas kasur sudah terlalu sering dilakukan, otak akan terbiasa menganggap bahwa kasur merupakan tempat untuk bekerja. 

Lama kelamaan, kasur diasosiasikan dengan pekerjaan. Sehingga sangat sulit nantinya untuk berhenti bekerja dan menciptakan work life balance.

Pada akhirnya, hal ini bisa mengganggu psikologis. Kamu bisa terbayang-bayang pekejaan dan sulit untuk memejamkan mata. 

3. Menyebabkan nyeri punggung dan leher

Dr Sophie Bostock, seorang pakar tidur menyebutkan bahwa berbaring di tempat tidur saat secara melengkung sambil bekerja menggunakan laptop dapat menyebabkan sakit punggung, dan dapat mengganggu tidur di malam hari.

Baca juga: 5 Inspirasi Ruang Kerja Minimalis, Jadi Makin Fokus deh Kerja dari Rumah!

4. Minim cahaya matahari

Lingkungan kerja terbaik seharusnya memiliki banyak sinar matahari.

Cahaya matahari yang maksimal akan membuat suasana hati menjadi positif, sehingga dapat membantu menjaga tingkat energi naik.

Sedangkan pada umumnya, kamar tidur terletak di bagian dalam rumah sehingga minim cahaya matahari.

Hal ini membuat bekerja menjadi tidak kondusif.

5. Jorok dan tidak higienis

Bukan hanya berbahaya bagi kesehatan, kebiasaan kerja di atas tempat tidur juga tidak higienis.

Ketika kita tidur di malam hari, tubuh menumpahkan sekitar 15 juta sel kulit.

Artinya seprai yang terpasang di kasur kemungkinan besar menampung lebih dari lima juta jenis bakteri jika tidak dicuci setiap minggu.

Dengan bekerja dari atas tempat tidur, artinya risiko kesehatan ikut meningkat secara besar-besaran.

3 Tips kerja dari rumah yang sehat dan efektif

Dengan segala risiko kesehatan tersebut, tak menutup kemungkinan imun tubuh pun ikut menurun sehingga kamu lebih berisiko terkena virus corona. 

Jangan sampai aturan kerja dari rumah yang awalnya diberlakukan untuk mengurangi risiko terpapar COVID-19, malah justru terbalik. 

Untuk menciptakan suasana kerja yang sehat dan efektif, kamu bisa melakukan sejumlah hal ini:

Pisahkan ruang kerja dan kasur

Walaupun kamu harus bekerja di kamar tidur, sebisa mungkin tetap pisahkan antara area kerja dan kasur. 

Sekecil apapun tak menjadi masalah, asalkan kamu tak bekerja di atas tempat tidur. 

Jika memungkinkan, pilih area di dekat jendela agar sinar matahari bisa masuk. 

Bersihkan kasur secara rutin

Bagaimana jika kamu harus bekerja dari atas kasur karena tak ada ruang lain yang tersedia?

Apabila kondisi yang memaksa, maka cucilah seprai, selimut, sarung bantal, sarung guling setiap pagi secara rutin. 

Hindari permukaan yang lembab karena bisa menjadi sarang bakteri. 

Pastikan duduk tegak ketika bekerja

Jangan lupakan juga posisi duduk saat bekerja. Supaya tak sakit punggung dan leher, pastikan kamu bisa duduk tegak atau berdiri saat bekerja.

Jika menggunakan laptop, pastikan ada topangan yang kokoh dengan ketinggian yang pas.

Bagikan:
957 kali