kereta bandara kualanamu Wikipedia

Kereta Bandara Kualanamu menjadi KA Bandara pertama di Indonesia. Lalu bagaimana potensi investasi properti di Medan, Sumatera Utara. 

Medan berada di Provinsi Sumatera Utara memiliki kedudukan, fungsi dan peran yang cukup penting serta strategis secara regional.

Karena itu, Medan termasuk salah satu kota yang paling banyak dikunjungi atau memiliki potensi investasi yang cukup menjanjikan.

Saat ini, Sumatera Utara memiliki Bandar Udara Kualanamu yang besar dan memiliki kereta bandara pertama di Indonesia.

Adanya kereta bandara Kualanamu diharapkan aksesibilitas dari dan ke Bandara Kualanamu Medan akan lebih mudah.

Selain membantu mobilitas masyarakat sekitar, properti di sekitar bandara maupun jalur kereta pun cukup diperhitungkan.

Yuk, simak ulasan berikut terkait properti di sekitar jalur KA Bandara Kualanamu, Medan yang diambil dari berbagai sumber.

Kereta Bandara Kualanamu

KA Bandara Kualanamu menjadi kereta bandara pertama yang ada di Indonesia dan dioperasikan oleh Railink, rutenya Medan-Bandar Udara Internasional Kualanamu.

Stasiun KAD Bandara Kualanamu berdiri dengan megah di area terdepan bangunan Bandara Internasional Kualanamu dengan luas sekitar 10.000 m2.

Area stasiun ini terhubung langsung dengan bangunan inti bandara oleh dua buah travellator di lantai 2 yang memudahkan penumpang.

Sebelum KA bandara Kualanamu beroperasi, beberapa akses yang bisa digunakan untuk mencapai bandara bisa menggunakan kendaraan pribadi, taksi, atau Bus DAMRI dan Trans Medan (ALSS).

Pada 2019, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara meresmikan pengoperasian jalur layang Kereta Bandara Kualanamu.

Jalur layang sepanjang 10,8 km ini memiliki dua jalur atau double track, dengan 40 perjalanan kereta regular dan 50 perjalanan kereta bandara.

Adanya jalur layang ini, waktu tempuh kereta akan menjadi lebih cepat dari sebelumnya, dari 30-45 menit menjadi 28 menit saja.

KA Bandara juga sudah sampai ke Binjai dengan jarak 50 km. Rute pelayanan KA Bandara menjadi Bandara Kualanamu-Stasiun Medan-Stasiun Binjai.

Kereta api bandara ini setiap hari beroperasi mulai pukul 05.00 WIB dengan rute Medan–Kualanamu dan kereta terakhir pukul 24.15 WIB.

Untuk tarif sekali jalan adalah Rp50.000 per orang dengan waktu tempuh 24-35 menit, lebih cepat dibandingkan dengan moda transportasi lainnya.

Potensi Investasi Properti di Jalur Kereta Bandara Kualanamu

Medan menjadi salah satu kota besar yang ada di Indonesia dengan jumlah penduduk lebih dari 2,2 juta jiwa.

Kota dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, berasal dari sektor industri, perdagangan, hingga pariwisatanya.

Adanya KA Bandara di kota Medan, bisa menjadi potensi bisnis dan investasi yang baik untuk masa depan.

Investasi seperti investasi rumah, apartemen, ruko, hingga kondominium. Apalagi Bandara Kualanamu Medan akan mengalami pengembangan.

Nantinya, Bandara Internasional Kualanamu akan menjadi Airport City yang terdiri dari hotel, convention hall, lapangan golf & driving range, theme park, retail hingga rumah sakit.

Adanya kereta bandara Kualanamu, akan memudahkan siapa pun dalam mencapai tempat-tempat tersebut.

Kehadiran kereta bandara Kualanamu, masyarakat yang tinggal di sekitar stasiun KA Bandara atau di jalur KA Bandara akan terbantu.

Biasanya, kehadiran infrastruktur memang menjadi gimmick bagi perusahaan pengembang dalam memasarkan produknya.

Seperti juga, developer yang menyatakan hunian dekat stasiun, bandara, terminal, atau juga infrastruktur lainnya.

Rumah123.com pernah membahas mengenai KRL Commuter Line, kereta listrik yang melayani Jakarta dan sekitarnya.

Situs properti Rumah123.com selalu menghadirkan artikel dan tips menarik mengenai properti, desain, hukum, hingga gaya hidup.

Saatnya kamu memilih dan mencari properti terbaik untuk tempat tinggal atau investasi properti seperti Serpong Garden Village.

Bagikan:
392 kali

Redaksi Rumah123.com

Alamat

Level 37 [email protected]
Jl. Casablanca Kav.88
Jakarta Selatan
Jakarta 12870
Indonesia