wisma atlet kemayoran- rumah123.com Ilustrasi. Saat Ini, Wisma Atlet Kemayoran Masih Dibiarkan Kosong. Belum Ada Serah Terima dari Sekretariat Negara. Wisma Atlet Ini Menjadi Tempat Menginap Para Atlet Saat Pesta Olahraga Asian Games 2018 Jakarta-Palembang (Foto: Rumah123/Getty Images/REA Adobe Experience Manager)

Wisma Atlet Kemayoran masih dibiarkan kosong usai digunakan untuk Asian Games 2018. Alih fungsi masih menunggu keputusan Sekretariat Negara.

Penyelenggaraan Asian Games 2018 Jakarta-Palembang telah lama usai. Sebelum penyelenggaraan, tuan rumah membangun dan memperbaiki sejumlah infrastruktur.

Wisma Atlet Kemayoran ini juga digunakan saat penyelenggaraan Asian Para Games 2018. Ini merupakan pesta olahraga bagi difabel.

Baca juga: Emang Berapa Sih Tarif Sewa Wisma Atlet Kemayoran?

Salah satu infrastruktur yang dibangun adalah tempat menginap para atlet. Indonesia membangun Wisma Atlet di Jakarta dan juga Palembang, Sumatera Selatan.

Saat ini, Wisma Atlet Kemayoran dibiarkan kosong. Pemerintah belum memutuskan untuk mengalihfungsikan bangunan tersebut.

Situs berita online Tirto.id melansir pernyataan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono. Dia menyatakan Kementerian PUPR masih memelihara Wisma Atlet di Kemayoran.

Baca juga: Pengen Tinggal di Wisma Atlet Kemayoran? Ini Syaratnya!

Wisma Atlet memiliki 10 tower. Tiga tower berada di Blok C-2 seluas 135.000 meter persegi. Tujuh tower berada di Blok D-10 seluas 333.700 meter persegi.

Jumlah unit di Blok C-2 mencapai 1.932 unit. Sementara jumlah unit di Blok D-10 lebih banyak, mencapai 5.494 unit.

Sekretariat Negara Masih Membahas Fungsi Wisma Atlet Kemayoran

Basuki menyatakan pembahasan mengenai fungsi bangunan ini masih ada di Sekretariat Negara atau Setneg. Wisma Atlet Kemayoran merupakan aset milik Sekreatariat Negara.

Sekretariat negara masih membahas hal ini. Selama setahun memang belum ada keputusan. Soal penggunaan atau alih fungsi memang menjadi wewenang lembaga ini.

Menteri PUPR menyatakan aset Wisma Atlet Kemayoran ini bukan merupakan milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Kementerian PUPR masih bertanggung jawab atas pemeliharaan bangunan ini. Basuki melanjutkan pemeliharaan harus dilakukan agar bangunan tidak rusak.

Baca juga: Wisma Atlet Kemayoran Khusus Buat MBR

Sejumlah media memberitakan kalau Wisma Atlet Kemayoran seperti kota mati. Tidak ada penghuni yang menempati bangunan ini.

Wisma Atlet Kemayoran Akan Digunakan untuk Hunian PNS/ASN?

Basuki mengatakan pembahasan terkait fungsi Wisma Atlet Kemayoran memang masih dibahas. Ada opsi kalau bangunan ini akan digunakan sebagai hunian ASN (aparatur sipil negara) alias PNS (pegawai negeri sipil). Bisa juga hunian ini disewakan kepada masyarakat atau dijual per unit.

Saat pembahasan mengenai wisma atlet seleai, maka pihak Kementerian PUPR akan lepas tangan mengenai perawatan. Tirto.id juga melansir bahwa Direktorat Penyediaan Rumah Kementerian PUPR mengeluarkan biaya perawatan sebesar Rp500 juta hingga Rp800 juta per tahun agar bangunan ini tetap layak.

Situs berita online Detik.com mengutip pernyataan Direktur Barang Milik Negara Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Encep Sudarwan. Dia menyatakan pegawai negeri sipil akan diizinkan untuk menyewa unit di Wisma Atlet Kemayoran. “Yang di Kemayoran sudah jelas diperuntukkan rumah ASN. Itu sewanya untuk ASN aktif saja,” ujar Encep.

Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR menyatakan Kementerian PUPR dan Sekretariat Negara masih melakukan pendataan aset yang ada di Wisma Atlet Kemayoran. Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid berharap serah terima aset bangunan ini bisa dilakukan dengan segera.

Baca juga: 5 Hal yang Bikin Wisma Atlet Kemayoran Jadi Incaran Para Pencari Hunian

Bagikan:
1898 kali