banjir listrik- rumah123.com Saat Banjir Melanda Permukiman, Aliran Listrik Harus Dipadamkan Agar Tidak Ada Warga yang Tersetrum Listrik (Foto: Rumah123/Getty Images)

PLN masih memadamkan 2.399 gardu listrik di Jabodetabek pada Kamis (2/1/2020). Lantas kenapa listrik harus padam saat terjadi bencana banjir?

Banjir besar melanda sebagian Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi) pada Kamis (2/1/2020). Sebelumnya, hujan deras terjadi mulai dari Selasa (31/12/2019) malam hingga Rabu (1/1/2020).

Sejumlah kawasan terendam cukup parah. Ketinggian air bisa mencapai 2 meter lebih di beberapa wilayah. Banjir juga menggenangi jalan tol dan juga beberapa pusat perbelanjaan.

Baca juga: Gak Perlu Panik, Lakukan Saja 5 Tips Ini Saat Rumah Kamu Dilanda Banjir

Arus banjir cukup deras. Sejumlah mobil terseret banjir di beberapa wilayah. Mungkin kamu sudah menyaksikannya via media sosial atau aplikasi percakapan.

Laman berita online CNNIndonesia.com mengutip pernyataan Executive Vice President Corporate Communication dan Corporate Social Responsibility PT Perusahaan Listrik Negara Persero I Made Suprateka.

Dia menyatakan dari 23.700 gardu distribusi, sebanyak 5.010 gardu di antaranya terdampak banjir. Hingga pukul 10.00 WIB (Waktu Indonesia Barat) pada Kamis (2/1/2020), PLN masih memadamkan 2.399 gardu dan sudah menyalakan 2.524 gardu distribusi.

Baca juga: 5 Tips yang Bisa Kamu Lakukan Sebelum Rumah Terendam Banjir

Sementara situs berita online CNBCIndonesia.com sempat melansir bahwa ada remaja yang meninggal lantaran tersengat listrik. Arvico Alif Ardana (17 tahun) meninggal setelah tersetrum listrik pada Rabu (1/1/2020) pukul 06.00 WIB.

Korban merupakan warga Serdang, Kemayoran, Jakarta Pusat. Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya atau Polda Metro Jaya membenarkan kejadian tersebut.

PLN Harus Mematikan Listrik Saat Banjir Berdasarkan Empat Kondisi

I Made melanjutkan PLN belum bisa menyalakan aliran listrik jika ada satu dari empat kondisi yang terjadi. Masyarakat perlu mengetahui hal ini.

Pertama, rumah warga terendam. Kedua, gardu distribusi terendam. Ketiga, gardu distribusi dan rumah warga terendam. Keempat, gardu induk terendam.

Sekedar informasi, satu gardu distribusi dapat memasok aliran listrik lebih dari dua Rukun Tetangga (RT). Kamu mesti tahu hal ini.

Baca juga: Korsleting Listrik Jadi Penyebab Utama Kebakaran, Selalu Cek Instalasi di Rumah

Sementara PLN memutuskan untuk mematikan aliran listrik ada beberapa alasan. Pertama, untuk keamanan dan keselamatan masyarakat.

Kedua, untuk keamanan dan keselamatan personil PLN. Ketiga, keamanan peralatan instalasi listrik masyarakat dan PLN. Bisa dibayangkan kalau aliran listrik tidak dimatikan, sementara banjir besar melanda?

I Made menyatakan ada sejumlah lokasi pelanggan, banjir sudah surut. Mereka telah melaporkannya ke Contact Center PLN 123, tetapi aliran listrik belum menyala. Hal ini bisa saja terjadi lantaran gardu distribusi yang mengalirkan listrik masih terendam dan belum bisa memasok aliran listrik.

Baca juga: Kebakaran Terjadi di Jakarta Hampir Tiap Hari, Jangan Lupa Cek Kabel Listrik Ya

PLN berupaya untuk menyalakan lagi aliran listrik di kawasan yang terdampak banjir. PLN melakukan inspeksi, pembersihan, pengeringan, dan pengecekan gardu distribusi yang terkena banjir.

Langkah tersebut dilaksanakan dalam memastikan peralatan di gardu distribusi dalam kondisi siap beroperasi. PLN memastikan jaringan listrik sudah kering, sebelum menyalakan aliran listrik.

Imbauan PLN untuk Masyarakat yang Tinggal di Kawasan Terdampak Banjir

I Made memberikan imbauan kepada warga yang tempat tinggalnya terendam banjir. Ada sejumlah hal yang dapat dilakukan terkait aliran listrik.

Pertama, mematikan listrik dari meter circuit breaker (MCB). Kedua, mencabut seluruh peralatan elektronik yang menggunakan listrik yang masih tersambung dengan stop kontak.

Ketiga, menyimpan peralatan elektronik ke tempat yang aman. Keempat, kalau aliran listrik di rumah belum padam, segera menghubungi Contact Center 123, aplikasi PLN Mobile atau Kantor PLN Terdekat meminta untuk dipadamkan.

Kelima, sebelum menyalakan peralatan elektronik dan jaringan listrik, pastikan semuanya dalam keadaan kering.

Baca juga: Rumah yang Berada di Area Rawan Kebakaran di Jakarta Bakal Ditandai Stiker

Bagikan:
3183 kali