Ilustrasi (Rumah123/iStockphoto)

Sebanyak 33 orang menjadi korban runtuhnya sebuah bangunan apartemen di Mumbai, India pada Jumat (1/9/2017) lalu. Kejadian ini bukan yang pertama di India. Setiap musim hujan, potensi bangunan yang runtuh semakin membesar.

Sebenarnya, insiden serupa terjadi di belahan dunia lainnya. Pada 2016 lalu, sebuah bangunan di Lagos, Nigeria runtuh dan mengakibatkan 60 orang tewas.

Baca juga: Gaji Kecil, PHK, dan Inflasi Bikin Penjualan Hunian Turun Drastis

Apa yang menyebabkan sebuah bangunan runtuh? Laman berita asal Inggris BBC sempat mengulas penyebab hal ini tidak lama setelah terjadi peristiwa di Lagos.

Pertama, pondasi terlalu lemah. Biaya untuk membangun pondasi yang kuat memang mahal. Biaya pembangunan pondasi bisa mencapai separuh dari biaya konstruksi bangunan. Hal ini diungkapkan oleh  Anthony Ede, profesor Teknik Sipil di Covenant University, Ota, Nigeria.

Baca juga: Perangi Teroris di Perkotaan? Lawan Pakai Pepohonan Aja

Ede menyatakan kalau ada dua hal yang patut dipertimbangkan ketika membangun pondasi yaitu kepadatan tanah dan berat bangunan beserta isinya.

Jika ingin membangun gedung bertingkat di tanah rawa maka pondasi harus lebih kuat dibandingkan membangun di tanah padat. Sebenarnya, membangun gedung di atas tanah padat juga membutuhkan pondasi yang kuat kalau gedung memiliki beban yang berat.

Baca juga: Beda dengan Jakarta, Lahan Parkir Terbesar di Stasiun Kereta Ini Untuk Sepeda

Kedua, material bangunan kurang kuat. Material bangunan yang digunakan tidak dapat menopang berat bangunan dan isinya. Hermogene Nsengimana dari African Organization for Standardisation menyatakan kalau banyak gedung di Afrika yang runtuh lantaran penggunan material yang tidak kuat.

Banyak perusahaan pengembang yang menggunakan besi bekas ketimbang memakai baja. Atau mereka memakai beton untuk satu lantai namun digunakan untuk bangunan empat lantai. Mereka melakukan hal ini untuk menghemat biaya pembangunan.

Baca juga: Ruang Publik dan Akses Pejalan Kaki di Kawasan Bisnis, Keren Kan!

Ketiga, para pekerja bangunan membuat kesalahan. Perusahaan pengembang memakai material yang bagus untuk beton, tetapi para pekerja malah salah dalam mencampurnya.

Hasilnya sudah tentu beton tidak kuat menyangga beban. Ada dugaan kalau perusahaan pengembang mempekerjakan pekerja bangunan tidak berpengalaman karena lebih murah dari yang berpengalaman. Perusahaan ingin memangkas biaya.

Baca juga: Integrasi Bus, Kereta, dan Sepeda, Ini Baru Sistem Transportasi Oke!

Keempat, beban bangunan lebih berat dari yang diperkirakan. Saat membangun, pondasi sudah kuat dan material yang digunakan sudah tepat.

Namun peruntukan bangunan berubah, misalnya dari apartemen menjadi perpustakaan. Rak dan buku memiliki bobot lebih berat.

Baca juga: Bangunan Berusia 117 Tahun Runtuh Karena Hujan Deras, Hati-hati Ya Kalau Musim Hujan

Kelima, kekuatan konstruksi bangunan tidak pernah diuji coba. Seharusnya, perusahaan pengembang taat hukum dengan melakukan uji coba pada konstruksi bangunan. Banyak hal yang bisa menyebabkan bangunan runtuh.

Nah, buat kamu yang berkantor di gedung tinggi dan tinggal di apartemen, jangan lupa untuk melihat apakah ada retakan pada bangunan. Wah, jangan sampai bangunan yang kamu tempati malah runtuh.

Bagikan: 1638 kali