OK

Kenapa Nonmuslim Disebut Kafir? Ternyata Begini Penjelasan Nahdlatul Ulama & Zakir Naik!

24/06/2022 by Nico Nadine

nonmuslim-disebut-kafir

Beberapa tahun lalu, masyarakat Indonesia dihebohkan oleh kabar mengenai nonmuslim disebut kafir. Sebenarnya apa arti kafir itu sendiri?

Dilansir dari laman ngelmu.co, dalam Bahasa Arab, kafir berasal dari kata kafaro yang berarti menutup.

Istilah kafir juga berarti orang yang sifatnya kufur yang bermakna menyembunyikan atau menolak.

Dalam Islam, kafir berarti orang yang menyembunyikan atau menolak kebenaran agama Islam.

Sementara itu, hasil Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama, di Kota Banjar, Jawa Barat sendiri tidak ingin menggunakan istilah kafir bagi nonmuslim.

Munas yang digelar pada 27 Februari – 1 Maret 2019 itu menghasilkan kesepakatan untuk tidak menggunakan sebutan kafir kepada warga Indonesia yang nonmuslim.

Sebagai gantinya, para kiai memilih kata muwathinun atau warga negara.

Lantas, apakah saat seorang muslim menyebut seorang nonmuslim dengan sebutan kafir ia bermaksud melecehkan?

Untuk lebih jelasnya, simak ulasannya berikut ini!

Pendapat Nahdlatul Ulama

nahdlatul-ulama

Menurut Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Abdul Moqsith Ghazali sebutan kafir dapat menyakiti sebagian kelompok.

“Kata kafir menyakiti sebagian kelompok nonmuslim yang dianggap mengandung unsur kekerasan teologis,” papar KH Abdul Moqsith Ghazali dalam keterangan pers seperti dilansir Kompas.

Menurutnya ada kecenderungan mempersoalkan status agama seseorang meski sama-sama berstatus warga negara Indonesia.

Sebagai dampaknya, kaum nonmuslim rentan menghadapi diskriminasi atau persekusi.

“Memberikan label kafir kepada warga Indonesia yang ikut merancang desain negara Indonesia rasanya kurang bijaksana. Dengan begitu, maka status mereka setara dengan warga negara yang lain,” ungkapnya.

Dilansir dari laman republika.co.id tokoh muda NU, Ulil Abshar Abdalla, menilai keputusan NU bisa menjadi contoh di negara muslim lainnya tentang kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurutnya, meski merupakan langkah kecil, keputusan tersebut akan mengubah teologi politik umat Islam untuk masa mendatang.

Penjelasan dari Zakir Naik

Istilah kafir mungkin dinilai mengandung konotasi yang negatif, yang merendahkan dan menyinggung golongan lain di luar agama Islam.

Hal itu membuat beberapa pihak mengkritik penyebutan kafir kepada golongan selain Islam.

Mereka berpendapat sebaiknya penyebutan kata kafir diganti dengan istilah nonmuslim.

Lantas, bagaimana seharusnya umat Islam menyebut golongan lain di luar Islam?

Penceramah asal India, Zakir Naik menjelaskan pihak-pihak lain perlu memahami secara benar istilah kafir menurut terminologi Islam.

Pasalnya, jika memahaminya dengan benar, maka mereka tidak akan merasa tersinggung dengan istilah kafir.

“Dalam konteks Islam, kafir adalah orang yang menyembunyikan atau menolak kebenaran Islam. Kata kafir bermakna menolak Islam, sehingga kata kafir dalam bahasa Arab berarti nonmuslim,” jelas Zakir Naik yang dilansir dari laman republika.co.id.

Menurutnya, istilah kafir mempunyai arti yang sama dengan istilah nonmuslim yang artinya orang yang menolak Islam.

Istilah ini berlaku untuk semua golongan selain Islam.

Apabila mereka memahami secara benar istilah ini, mereka tidak akan menilai penyebutan kata kafir sebagai bentuk diskriminasi kepada golongan lain.

***

Itulah penjelasan kenapa nonmuslim disebut kafir..

Semoga informasi ini dapat bermanfaat, ya!

Jangan lupa, kunjungi artikel rumah123.com dan temukan artikel menarik lainnya.

Dapatkan kemudahan mencari hunian impian seperti di Roseville Soho Suite hanya di Rumah123.com, karena kami selalu #AdaBuatKamu.