ciri-ciri rumah mau roboh

Rumah ambruk atau roboh bisa saja terjadi, untuk itu kenali ciri-ciri rumah mau roboh. Cegah sebelum terjadi bencana yang menimpa rumah dan penghuninya. 

Bencana bisa terjadi kapan saja, di mana saja, dan terjadi pada siapa saja termasuk kepada rumah kamu. 

Indonesia termasuk negara yang rawan bencana sehingga kamu memang perlu melakukan tindakan pencegahan. 

Sejumlah bencana memang sering terjadi di Indonesia mulai dari gempa bumi, tsunami, angin kencang. 

Lantas ada banjir, kebakaran hutan, gunung meletus, tanah longsor, air pasang, dan masih banyak lagi bencana lainnya. 

Beberapa di antaranya seperti gempa bumi, tsunami, banjir, dan tanah longsor bisa membuat rumah rusak parah. 

Bencana seperti ini juga bisa membuat rumah kamu roboh, bisa jadi sebelumnya sudah ada pertanda mau roboh. 

Baca juga: Bandung Dilanda Banjir, Ribuan Orang Terdampak Bencana

Ciri-Ciri Rumah Mau Roboh

ciri-ciri rumah mau roboh

1. Keretakan Pada Struktur Bangunan 

Pondasi atau struktur bangunan bisa mengalami keretakan, baik yang parah, kerusakan biasa, ataupun dalam skala kecil. 

Kalau saat melakukan konstruksi tidak benar saat menghitung, bisa jadi ada keretakan pada bagian ini. 

Kamu harus waspada jika ada keretakan kecil pada struktur bangunan atau pondasi rumah atau bangunan. 

Jika ada keretakan pada dinding rumah dan bukan struktur, hal ini wajar saja karena memang biasa terjadi. 

2. Rumah Miring 

Jika kamu melihat rumah mulai miring, tentunya hal ini tidak baik atau pertanda ada yang salah pada bangunan. 

Mungkin ketika membangun rumah, kontraktor atau tukang bangunan tidak menghitung struktur tanah. 

Setelah beberapa lama, rumah pun mulai miring karena ambles, segera lakukan tindakan agar tidak terjadi sesuatu. 

Dua hal ini menjadi ciri-ciri bangunan mau roboh yang harus kamu ketahui, apalagi jika rumah kamu bertingkat. 

Kalau lantai dua rumah mulai bergetar, kamu harus waspada dan mencari tahu penyebab lantai 2 rumah bergetar. 

Rumah bertingkat ataupun rumah dengan ruang bawah tanah tentunya rawan roboh jika pondasi tidak bagus, pastinya kamu pernah melihat rumah tingkat roboh.

Baca juga: Seperti Apa Dampak Bencana Banjir Terhadap Harga Properti?

Sejumlah Langkah yang Dilakukan Sebelum Membangun Atau Membeli Rumah 

ciri-ciri rumah mau roboh

1. Memeriksa Kondisi Tanah 

Kalau ingin membangun rumah, jangan lupa untuk memeriksa kondisi tanah mulai dari kontur, letak, dan lainnya. 

Jika lahan berada di lereng perbukitan, tentunya ada potensi longsor sehingga harus diperkuat lagi. 

2. Melihat Kekuatan Struktur Rumah 

Jika kamu membeli rumah di lahan yang tidak datar atau berada di tanah yang miring, coba untuk melihat struktur rumah. 

Perhatikan pondasi, sloof, kolom, balok, hingga rangka atap dalam keadaan baik, sudah didesain dengan baik atau tidak. 

3. Melihat Potensi Gempa 

Indonesia berada di jalur cincin api alias lempeng dunia sehingga memang rentan gempa baik tektonik maupun vulkanik.  

Bangunan tentunya harus diperhitungkan kekuatannya untuk menghadapi gempa yang setiap saat bisa terjadi. 

Setidaknya, kalau rumah tahan gempa, kamu bisa menyelamatkan diri keluar rumah saat bencana terjadi.  

4. Rumah Pernah Terbakar 

Saat membeli rumah, cek juga apakah rumah pernah terbakar atau tidak, karena hal tersebut bisa saja terjadi. 

Beton memang merupakan material yang tahan api, tetapi kamu perlu memperhitungkan kekuatannya setelah terjadi kebakaran. 

5. Melihat Umur Rumah 

Rumah tua yang dibangun pada zaman Belanda biasanya kuat, begitu juga rumah pada masa kakek nenek. 

Tetapi, bisa saja pada beberapa bagian ada yang sudah lapuk, retak, amblas, dan lainnya karena usia rumah sudah puluhan tahun. 

6. Faktor Iklim dan Cuaca 

Iklim tropis seperti di Indonesia membuat curah hujan tinggi, panas matahari berlimpah, dan juga kelembapan tinggi. 

Struktur bangunan dari bata, semen, kayu, besi, dan lainnya bisa terpengaruh menjadi lapuk, retak, atau berkarat. 

Situs properti Rumah123.com selalu menyajikan artikel-artikel menarik mengenai arsitektur dan desain interior.

Bagikan:
6837 kali