Di Indonesia, rumah-rumah antigempa sudah ada di Dusun New Ngelepen, Prambanan, Yogyakarta, sejak 2006 lalu. (Photo by Dasril Roszandi/NurPhoto via Getty Images)
 

Rehabilitasi dan Rekonsiliasi Masyarakat dan Permukiman Berbasis Komunitas (Rekompak) sudah tahu? Ini program Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk segera memulihkan kondisi bangunan yang rusak akibat gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Rekompak melatih para Fasilitator Lapangan (FL) untuk memperbaiki dan membangun rumah di lokasi bencana. Sebelumnya, para FL sudah dilatih oleh Balitbang dan Ditjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR. Pelatihan berikutnya dilakukan oleh Ditjen Cipta Karya.

“Ada 36.000 rumah rusak berat dan saat ini dibutuhkan sekitar minimal 1.800 FL untuk mendampingi masyarakat saat membangun rumah. Berdasarkan pengalaman bangun rumah swadaya ada satu FL untuk setiap 10 sampai 20 rumah,” kata Wakil Presiden (Wapres) RI Jusuf Kalla dalam siaran pers Kementerian PUPR, Selasa (21-8-2018).

Baca juga: Ini Dia, Rumah Tahan Gempa dengan Rusuk Segitiga!

Proses Rekompak menurut Wapres Jusuf Kalla sebagai berikut:

Pemda setempat juga menyiapkan FL dengan kriteria pendidikan minimal SMA/STM atau setingkatnya. Juga para mahasiswa yang melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik dari semua PTN/PTS, dilatih menjadi FL.

Rehabilitasi rumah dilaksanakan oleh Kementerian PUPR dan rekonstruksinya dilakukan oleh Gubernur NTB. Kementerian PUPR akan mendampingi pembangunan rumah masyarakat terdampak gempa dalam waktu 6 bulan ke depan.

 
Berada di kawasan cincin gunung berapi, Indonesia menjadi negeri yang rawan gempa. (Photo by Dasril Roszandi/NurPhoto via Getty Images)

Hasil identifikasi sementara, tercatat ada sekitar 78 fasilitas publik dan 36.000 rumah rusak berat dan rekonstruksi bangunan permanennya butuh waktu 1-2 tahun ke depan. Untuk fasilitas Pendidikan yang rusak ada lebih dari 500 sekolah (PAUD, SD, SMP, dan SMA/SMK). Proses perbaikan sudah mulai dilakukan di 43 sekolah.

Sampai saat ini, pembangunan 20 Rumah Instan Sederhana Sehat (Risha) dan 4 Rumah Unggul Sistem Panel Instan (Ruspin) sudah dimulai. Rumah-rumah itu akan digunakan untuk rumah petugas, musala, dan rumah sakit darurat. Pembangunannya akan didampingi oleh 150 FL.

Baca juga: Pengen Tahu Ga Rumah Anti-Gempa Tuh Kayak Apa?

“Ini merupakan program Rekompak yang pernah dilaksanakan pasca-bencana gempa bumi tahun 2006 di Yogyakarta,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat mendampingi Wapres Jusuf Kalla meninjau kondisi Lombok pasca-gempa.

Kementerian PUPR telah mengembangkan rumah tahan gempa melalui teknologi Risha dalam program rehabilitasi fasilitas publik dan rumah untuk mempercepat pemulihan kehidupan sosial-ekonomi masyarakat pasca-gempa Lombok. Pemerintah pusat telah menganggarkan bantuan Rp50 juta untuk setiap kepala keluarga dan akan dilakukan dengan sistem swakelola untuk membangun rumah tahan gempa. Hal ini sekaligus menjadi edukasi kepada masyarakat mengenai cara membangun rumah tahan gempa.

Bagikan: 1233 kali