Kondotel- Rumah123.com Saat Ini Harga Tiket Pesawat Terus Naik. Kenaikan Ini Bisa Berimbas Pada Tingkat Hunian Kondotel Pada Destinas Wisata (Foto: Rumah123/Getty Images)

Harga tiket pesawat melambung tinggi sejak 2018. Para pelancong menjerit karena mereka harus menguras uang lebih banyak untuk traveling. Lantas apakah hal ini akan berimbas kepada investasi kondotel?

Kondotel atau kondominium hotel merupakan salah satu investasi properti. Pemilik hanya memiliki waktu terbatas untuk menempatinya, biasanya hanya 21 hari dalam satu tahun.

Properti ini memang untuk disewakan entah itu harian, mingguan, dan lainnya. Pengelola akan memberikan sejumlah keuntungan sewa atau rental yield bagi pemilik kondotel.

Baca juga: Milenial Berani Minta Kenaikan Gaji. Nah, Sudah Berani Investasi Properti Belum?

Kondotel berada di kawasan wisata seperti Bali, Yogyakarta, Bandung atau juga pusat bisnis seperti Jakarta atau Surabaya. Kenaikan harga tiket pesawat tentunya bisa berimbas kepada jumlah tamu yang menginap.

“Kalau kita melihat karakter kondotel. Ada yang di-manage oleh hotel, dikelola oleh operator. Ada juga yang tidak. Itu tergantung dari pemilik,” ujar Head of Advisory JLL Indonesia, Vivin Harsanto saat menjawab pertanyaan Rumah123.com.

Vivin memaparkan lebih lanjut kalau kondotel tersebut dikelola oleh manajemen hotel, maka ada kemungkinan penurunan pendapatan. Biasanya kondotel seperti ini berdampingan dengan hotel.

Baca juga: Enaknya Jadi Rentvestor, Bisa Investasi Properti Plus Masih Punya Lifestyle

Namun, lain halnya kalau kondotel tersebut dikelola sendiri oleh pemilik. Sang pemilik harus bisa bersiasat agar okupansi hunian tetap tinggi.

“Kalau kita lihat kondotel di Bandung, Surabaya, atau Bali, titik-titik ini dapat dicapai dengan jalan darat,” lanjut Vivin.

Bagi pelancong asal Jakarta, mereka bisa menggunakan jalan darat untuk mencapai Bandung dan Surabaya, namun harus menggunakan pesawat terbang untuk mencapai Bali. Sementara mereka yang tinggal di dekat Bali terutama di Jawa Timur, bisa menggunakan mobil dan kemudian menyeberang ke Bali.

Baca juga: Di Mana Sebaiknya Investor Indonesia Berinvestasi Properti di Luar Negeri

Jadi memang ada sejumlah kawasan yang masih harus dicapai dengan pesawat. Ada juga area yang bisa dijangkau dengan mobil.

Kalau wisatawan harus mencapai sebuah lokasi wisata menggunakan pesawat terbang tentunya memang berimbas pada penurunan tingkat hunian kondotel. Turis harus merogoh uang banyak hanya tiket, belum dengan biaya akomodasi dan konsumsi.

Pada Idul Fitri 2019 ini, jumlah pemudik yang menggunakan pesawat terbang juga menurun. Banyak yang memilih untuk mudik dengan mobil.

Baca juga: Investor Asing Tetap Lirik Indonesia, Kamu Sudah Berinvestasi Properti Belum?

Meski begitu, bisnis kondotel di beberapa kawasan di Bali memang sudah mencapai masa sunset atau mengalami penurunan okupansi. Banyaknya hotel dan kondotel lain membuat persaingan lebih ketat.

Selain itu, beragam jenis penginapan dari yang mahal seperti villa hingga yang murah seperti hotel melati juga banyak tersedia di Bali. Alhasil, persaingan pun semakin ketat.

Bagikan: 427 kali