Ilustrasi. Foto: RUmah123/iStock

Lokasi strategis, ketersediaan sarana, akses jalan, serta transportasi publik, tentunya mendongkrak harga sebuah properti. Jadi, jangan lewatkan hunian yang dilalui transportasi publik, karena harganya cenderung selalu naik.

Sebaiknya jangan menunda beli properti. Lebih-lebih saat ini kondisi ekonomi Indonesia sedang melambat. Hal ini membuat harga properti yang ditawarkan masih terjangkau.

Kalau perekonomian membaik, malah mungkin harga hunian tak terjangkau lagi. Lazimnya harga properti tidak pernah turun year on year (yoy), yang ada malah naik 10-20 persen.

Baca juga: Kembangkan Transportasi Massal, Pertumbuhan Properti Sydney Bakal Pesat

Bahasan tentang dampak hunian di sekitar transportasi publik, antara lain bisa kita lihat di situs properti Redfin. Mari kita tengok Amerika Serikat (AS).

Di Negara Paman Sam itu ada 14 kota yang mengalami kenaikan harga hunian karena faktor transportasi publik. Rata-rata kenaikan harga rumah meningkat sebanyak 0,6 persen atau 2.040 US Dollar.

“Transportasi merupakan solusi ekonomi bagi masyarakat. Dan berpengaruh besar bagi pemilik rumah, jika transportasi tersebut melewati rumah," kata Kepala Ekonomi Redfin, Nela Richardson.

Baca juga: Hmm, Mau Tahu Arsitek yang Piawai Mendesain Stasiun dan Jaringan Kereta?

Pernyataan tersebut berdasarkan penjualan maupun pembelian rumah di AS. Contohnya di Atlanta, harga jual-beli rumah begitu tinggi. Apa sebab? Karena penduduknya di sana lebih memilih menggunakan transportasi publik ketimbang bawa mobil sendiri.

Atlanta tercatat menduduki peringkat pertama soal kenaikan harga rumah yakni 1,13 % atau 1.901 US dollar, disusul Boston (1,10%), dan Washington DC (0,96 %). (Wit)

   
Bagikan: 863 kali