Houses with green chart on the white background.

Tahun ini, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memperkirakan pembangunan rumah kelas menengah akan naik secara signifikan. Hal ini didukung oleh semakin bertambahnya kebutuhan akan rumah dan kemudahan perizinan pembangunan rumah, serta bantuan pembiayaan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Menurut Direktorat Jenderal (Dirjen) Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Syarif Burhanuddin, pemerintah akan terus berupaya mempermudah regulasi-regulasi yang berkaitan dengan program perumahan untuk masyarakat.

Baca juga: Izin Bangun Rumah Murah Dipangkas Jadi 14 Hari

Selain itu, adanya bantuan dalam pembiayaan perumahan dari pemerintah juga menjadi salah satu hal yang diperlukan guna meningkatkan daya beli masyarakat agar bisa menempati rumah layak huni.

’’Ke depan, prospek rumah kelas menengah lebih potensial. Karena itu kami memprediksi angka pembangunan rumah menengah pada tahun ini akan mengalami kenaikan,’’ kata Syarif pada siaran pers yang diterima rumah123.com.

Lebih lanjut Syarif menerangkan, masyarakat di negara manapun, baik yang berasal dari kalangan ekonomi atas maupun kurang mampu, akan membutuhkan rumah sebagai tempat tinggal mereka. Untuk mendorong pemenuhan kebutuhan rumah yang layak huni, pemerintah melaksanakan Program Sejuta Rumah yang dicanangkan sejak tahun lalu.

Baca juga: Perumnas akan Fokus Bangun Rumah Murah bagi MBR

’’Pemerintah harus hadir untuk memenuhi kebutuhan rumah tersebut, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Sebuah negara dikatakan sebagai negara maju jika masyarakatnya sudah tinggal di rumah yang layak huni,” ujarnya menegaskan.

Optimisme kenaikan rumah MBR, imbuh Syarif, dapat dilihat berdasarkan data yang ada yakni rumah untuk MBR yang menggunakan skim KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tahun 2014 hanya 70 ribu unit. Sedangkan pada 2015 angkanya melesat menjadi 134 ribu unit rumah.

’’Dari sisi ekonomi, rumah selain bisa menjadi aset dan jaminan kehidupan masyarakat, juga memiliki sisi sosial yakni menjadi cerminan harkat dan martabat manusia. Properti bisa menjadi pilihan masyarakat dan mendorong perekonomian Indonesia,” ucapnya lagi.

Baca juga: Misi Kami Tetap Membangun Rumah Murah

Bagikan: 1315 kali