mrt jakarta- rumah123.com Ilustrasi Penumpang MRT. Kehadiran MRT Jakarta Membuat Pertumbuhan Kredit Kendaraan Bermotor Lesu. Masyarakat Mulai Beralih Menggunakan Transportasi Massal (Foto: Rumah123/Getty Images)

MRT tidak hanya menjadi primadona baru transportasi massal di Jakarta. Ternyata, MRT juga bisa membuat penjualan mobil dan motor menurun.

Laman berita online CNBCIndonesia.com melansir bahwa MRT (Mass Rapid Transit/Moda Raya Terpadu) dan juga ojek online diklaim sebagai salah satu faktor yang menjadikan penjualan kendaraan pribadi seperti mobil dan motor menurun.

Sebelumnya, Direktur Utama Bank Central Asia, Jahja Setiaatmadja menyatakan kalau bisnis Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) mengalami kelesuan.

Baca juga: Baru 7 Bulan Beroperasi, MRT Jakarta Capai Target Jumlah Penumpang

“KKB di kota besar adanya transportasi online, MRT, maka kemudahan orang pergi ke kantor tidak harus bangun terlalu pagi, berkeringat nyetir, mereka gunakan MRT, sehingga kebutuhan akan mobil lebih dari satu berkurang,” ujar Jahja.

“Bahkan yang belum punya mobil buat apa juga, sehingga demand untuk memiliki mobil berkurang,” lanjut Jahja.

Situs berita online Kompas.com pernah melansir bahwa jumlah penumpang MRT per hari sudah lebih dari 100.000 orang. Jumlah ini melebihi proyeksi. MRT baru beroperasi mulai Maret 2019.

MRT Membuat Perubahan Pola Gaya Hidup Masyarakat

Direktur Pengembangan dan Dukungan Bisnis MRT Jakarta Ghamal Peris menyatakan penurunan kredit kendaraan bermotor, bukanlah kesalahan dari kehadiran transportasi umum. Dia melihatnya telah terjadi perubahan pola gaya hidup masyakarat.

“Bahwa memang ke depannya sih didorong ya (penggunaan transportasi umum). Ini juga kan program pemerintah supaya mengurangi kemacetan, supaya lebih banyak penggunaan public transportation,” kata Ghamal.

“Saya rasa bukan hanya MRT, kemarin tuh kalo enggak salah tuh ada 2 kasus, MRT dan ojol ya. Jadi mungkin itulah pola hidup yang mulai berubah dari masyarakat,” lanjut Ghamal lagi.

Baca juga: Yogyakarta Berencana Memiliki MRT Pada 2022

Operator MRT berharap bisa membuat masyarakat bisa beralih dari menggunakan kendaran pribadi seperti mobil atau motor dan kemudian memilih menggunakan transportasi massal.

MRT Jakarta Baru Memiliki Satu Jalur

Saat ini, MRT baru memiliki satu jalur yaitu Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia. MRT Jakarta fase I ini mempunyai rute sepanjang 16 kilometer.

Rute ini memiliki 13 stasiun. Sebanyak tujuh stasiun merupakan stasiun layang, sedangkan enam lainnya berada di bawah tanah.

Pemerintah mulai membangun fase II yaitu Bundaran Hotel Indonesia-Kota. Kemungkinan besar seluruh stasiun fase II berada di bawah tanah.

Mencari Hunian Terkoneksi Transportasi Massal Seperti MRT Jakarta

Bagi kamu yang berencana untuk mencari properti, sebaiknya mulai membidik hunian yang terkoneksi dengan transportasi massal. Kamu akan mudah dalam menuju ke tempat beraktivitas tanpa perlu menggunakan kendaraan pribadi.

Nantinya, MRT akan terintegrasi dengan sederetan transportasi massal lainnya. Ada rencana untuk mengintegrasikan transportasi massal di kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat. KRL (Kereta Rel Listrik) Commuter Line, MRT, LRT (Light Rail Transit/Lintas Rel Terpadu), BRT (Bus Rapid Transit) Transjakarta, hingga Kereta Bandara Soekarno Hatta akan terintegrasi.

Hal ini untuk memudahkan para pengguna transportasi massal dalam berpindah moda transportasi. By the way, kamu sudah naik transportasi massal belum?

Baca juga: Jelang Musim Hujan, Operator MRT Jakarta Telah Bersiap Antisipasi Banjir

Bagikan: 1169 kali