Ilustrasi Orang Menyaksikan Acara Televisi (Rumah123/Apartment Therapy)

Washington Post pernah melansir sebuah hasil riset yang menyatakan 25% orang Amerika Serikat malas untuk keluar rumah. Istilah indoor generation pun dikenal.

Sementara menurut riset Federal Bureau of Labor Statistics, ada kebiasan lain yang dianggap kurang baik. Setelah sembilan jam bekerja, mau tahu apa yang dilakukan oleh para pekerja?

Baca juga: Ini Dia Nih Transportasi Zaman Now, Berbagi Sepeda Ala Uber

Setelah para karyawan pulang ke rumah, 85% pekerja wanita dan 67% pekerja pria kembali menghabiskan waktu untuk bekerja dari rumah. Astaga, masih kerja di dalam ruangan?

Selain itu, saat waktu senggang juga masih dilakukan di dalam rumah. Waktu luang ini identik dengan menonton televisi. Menurut data Pemerintah Federal AS, banyak orang menghabiskan sampai tiga jam di depan televisi.

Baca juga: Trek Lari di Atas Apartemen? Wah, Mau Banget Dong Tinggal di Sini

Angka ini masih kecil bila dibandingkan dengan remaja. Para anak baru gede alias ABG menghabiskan separuh dari waktu luangnya di depan televisi.

Jangan heran kalau saat ini muncul indoor generation alias generasi dalam ruangan. Mereka lebih banyak menghabiskan waktu di dalam ruangan. Mereka hanya keluar rumah saat pergi ke kantor atau ke sekolah.

Baca juga: Yuk, Ngabuburit Asyik di Ruang Publik

Sepertinya hal ini terjadi di banyak negara termasuk Indonesia. Bagi kamu yang masih lajang, masak hidup kamu hanya dihabiskan di kantor dan rumah. Sesekali olahraga dong di taman atau bergaul dengan tetangga.

Buat kamu yang sudah berkeluarga, bisa dimengerti sih kalau kamu takut jika putra putri berkeliaran di luar rumah dengan beragam alasan seperti penculikan, takut tertabrak kendaraan bermotor, dan lainnya. Dan kamu lebih memilih membiarkan mereka menghabiskan waktu di depan televisi.

Tetapi, sesekali ajak dong putra putri kamu keluar rumah. Olahraga santai di taman atau saat car free day bisa menjadi pilihan yang murah meriah kok.

Bagikan: 487 kali