pasar properti- rumah123.com Setelah Terpilihnya Presiden Joko Widodo, Penurunan Suku Bunga Acuan, dan Semakin Banyaknya Infrastruktur Akan Membuat Pasar Properti Kembali Bergairah Pada 2020 (Foto: Rumah123/Getty Images)

Menjelang akhir 2019, ada sejumlah hal yang membuat pasar properti mulai bergairah lagi. Saatnya bagi investor untuk kembali berinvestasi properti.

Para investor memilih wait and see untuk menanti hasil pemilihan presiden. Investor menahan diri untuk melakukan pembelian properti.

Namun, pemilihan presiden dan wakil presiden telah selesai. Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin telah dilantik. Presiden juga sudah melantik para menteri dan wakil menteri.

Baca juga: Ragam Bentuk Investasi, Salah Satunya Investasi Properti

Setelah hingar bingar politik usai, para investor mulai melirik lagi untuk berinvestasi properti. Apalagi Bank Indonesia telah mengeluarkan sejumlah kebijakan yang mempermudah pembelian properti.

Bank Indonesia telah menurunkan suku bunga acuan atau BI 7 Days Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 100 bps atau basis point dalam kurun waktu Juli hingga Oktober 2019. Bank sentral melakukan penurunan sebesar 25 bps setiap bulan.

Pada Juni 2019, suku bunga acuan masih di angka 6,00 persen. Saat ini, suku bunga acuan telah berada di posisi 5,00 persen. Penurunan yang cukup siginifkan dalam empat bulan terakhir.

Baca juga: Suku Bunga Acuan BI Turun Dua Kali, Saatnya Investasi Properti

Selain itu, Bank Indonesia juga melakukan relaksasi LTV (loan to value) untuk kendaraan bermotor dan properti. Rasio LTV dinaikkan sehingga konsumen bisa membayar uang muka atau down payment (DP) sebesar 15 persen.

Bahkan, konsumen hanya perlu membayar uang muka hunian sebesar 5 persen jika membeli properti baik rumah atau apartemen yang berwawasan lingkungan. Kebijakan ini berlaku mulai awal Desember 2019.

Pembangunan infrastruktur di berbagai kawasan juga ikut memengaruhi pasar properti. Pemerintah terus membangun jalan tol.

Baca juga: LRT Sumut Dibangun Mulai 2020, Yuk Investasi Properti di Medan

Salah satunya adalah Tol Kunciran-Serpong. Tol ini menjadi bagian dari JORR (Jakarta Outer Ring Road) 2. Rencananya, Tol Kunciran-Serpong ini akan beroperasi pada akhir 2019.

Pelaku Industri Properti Meyakini Pasar Akan Kembali Bergairah

Direktur Skandinavia Apartment, Sugiyanto Lie menyatakan dia optimistis dengan pergerakan pasar properti menjelang akhir 2019. Perusahaan pengembang baru saja memasarkan produk terbarunya Lagom di Skandinavia Apartment.

Hunian vertikal ini merupakan superblok yang terdiri dari apartemen, hotel, pusat perbelanjaan, dan juga kawasan komersial. Skandinavia Apartment berada di Tangerang, Banten.

“Ya, mungkin di waktu lalu ada kelesuan akibat perilaku yang masih was-was terhadap isu-isu politik, tetapi kami yakin saat ini sudah semakin membaik,” ujar Sugiyanto.

Baca juga: Investor Asing Tetap Lirik Indonesia, Kamu Sudah Berinvestasi Properti Belum?

“Ditambah lagi mulai Juli 2019 lalu, Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan yang memberikan pergerakan pada peralihan investasi ke properti. Kami yakin tanggapan konsumen akan bertambah baik,” lanjutnya.

Pemerintah memiliki optimisme bahwa pasar properti akan bangkit pada 2020. Bank sentral pun menurunkan suku bunga acuan dan memberikan stimulus lain berupa pelonggaran uang muka.

Sementara pembangunan infrastruktur mempermudah konektivitas sebuah proyek properti. Penghuni semakin dimudahkan, sementara investor melihat peluang investasi yang bagus pada proyek yang terkoneksi dengan infrastruktur seperti jalan tol.

Baca juga: Tips Investasi Properti: Pertumbuhan Sewa Properti Indonesia Bisa Capai 10 Persen

Bagikan: 568 kali