Hyperloop di Meksiko

Sebuah konsorsium yang dipimpin oleh arsitek asal Meksiko, Fernando Romero berhasil memenangkan kompetisi untuk merancang desain jaringan dan stasiun Hyperloop. Romero merupakan founder dari biro arsitek FR-EE.

Konsorsium ini memenangkan kompetisi Hyperloop One Global Challenge. Para peserta harus membuat proposal yang mencakup lokasi stasiun dan desain, rute infrastruktur, desain wahana, dan logistik.

Baca juga: Jembatan Ini Khusus untuk Pejalan Kaki dan Pengendara Sepeda! Keren Kan!

Sistem transportasi ini akan menghubungkan beberapa kota di Meksiko. Kota yang terhubung adalah ibu kota Mexico City, Guadalajara, Leon, dan Queretaro.

Wilayah yang dilewati Hyperloop memiliki penduduk mencapai 42 juta jiwa. Jumlah ini akan meningkat hingga 60 juta jiwa pada 2050.

Baca juga: Kapan Ya Punya Stasiun Kereta Keren Kayak Gini?

Sistem transportasi Hyperloop pertama kali diperkenalkan oleh konglomerat nyentrik Elon Musk pada 2014. Dia memiliki visi kalau Hyperloop menjadi sistem transportasi kecepatan tinggi.

Sebelumnya, Musk juga menggagas mobil elektrik atau mobil listrik Tesla serta penerbangan dan membuat hunian di Planet Mars.

Baca juga: Beda dengan Jakarta, Lahan Parkir Terbesar di Stasiun Kereta Ini Untuk Sepeda

Hyperloop menggunakan magnet dan kipas untuk mendorong kapsul penumpang supaya bisa melaju cepat dalam jaringan pipa. Hyperloop bisa melaju hingga kecepatan 1.000 km per jam.

Penumpang yang pergi dari Mexico City ke Guadalajara hanya membutuhkan waktu 45 menit. Jarak kedua kota ini hanya 466 km.

Baca juga: Ruang Publik dan Akses Pejalan Kaki di Kawasan Bisnis, Keren Kan!

“Proposal ini mengambil pendekatan mengenai lokasi stasiun dan memberikan pengaruh kepada pembangunan berkelanjutan, memperkuat jaringan manufaktur dan teknologi industri, memperkuat jaringan universitas ternama dan riset serta pusat pembangunan, dan menciptakan secara radikal berupa kesempatan baru bagi orang untuk tinggal, bekerja, dan berada di mana saja dalam hitungan menit,” ujar Romero seperti dikutip oleh situs desain dan arsitektur Dezeen.

Meksiko membangun Hyperloop ini dengan tujuan untuk meningkatkan pembangunan kawasan serta menumbuhkan industri otomotif, aeronautika, farmasi, teknologi, dan industri layanan.

Baca juga: Integrasi Bus, Kereta, dan Sepeda, Ini Baru Sistem Transportasi Oke!

Sistem transportasi ini tidak hanya menguntungkan industri properti saja sehingga orang memiliki koneksi transportasi lebih mudah.

Selain itu, adanya sistem transportasi canggih ini akan mengurangi kemacetan di ibu kota Meksiko dan kawasan sekitarnya. Jangan lupakan juga kalau proyek ini menciptakan lapangan kerja.

Baca juga: Jepang dan Belanda Punya Parkir Sepeda Terbesar di Dunia, Kalau Indonesia Kapan Ya?

Jaringan transportasi akan menghubungkan berbagai kawasan. Akses menjadi lebih mudah sehingga orang bisa menuju tempat beraktivitas dari rumah dengan mudah.

Wah, kalau Jabodetabek memiliki koneksi kereta Commuter Line,  LRT (Light Rapid Transit), MRT (Mass Rapid Transit), TransJakarta, dan lainnya secara terpadu, pasti asyik banget ya. Apalagi kalau Indonesia sanggup membangun Hyperloop. Kamu bisa ke mana saja menggunakan transportasi umum.

Baca juga: Indonesia Kan Negara Maritim, Kok Belum Punya Pelabuhan Keren Kayak Gini Sih?

Kamu nggak perlu lagi menggunakan kendaraan pribadi, cukup memakai transportasi masal yang aman, murah, dan nyaman. Hmm, kira-kira kapan ya ini terwujud?

Bagikan: 870 kali