Kayu ulin menjadi yang kerap digunakan dalam proses konstruksi rumah. Lebih dari itu, kayu ini juga memiliki keunggulan lain yang jarang diketahui orang.

kayu ulin

Kayu ulin menjadi salah satu bahan bangunan yang memiliki beragam keunggulan dalam proses konstruksi rumah. 

Kayu yang mendapat julukan bulian atau kayu besi ini digunakan sebagai material bangunan konstruksi jembatan, tiang listrik, juga perkapalan.

Tak hanya itu, tipe kayu ini juga kerap dimanfaatkan sebagai material pembuatan furnitur di dalam rumah. 

Berbagai keunggulan yang ditawarkan ini membuat kayu ulin sering dijadikan material bangunan utama dalam membangun rumah. 

Tertarik menggunakannya kayu ini juga untuk hunianmu?

Yuk, cari tahu lebih dalam tentang kayu ulin di bawah ini:

Karakteristik Kayu Ulin:

1. Tekstur Kayu yang Kuat, Keras, dan Berat

Kayu ulin sangat tepat digunakan sebagai bahan baku pembuatan pondasi lantai rumah karena teksturnya yang kuat, keras, dan berat. 

Tak hanya itu, kayu ulin juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan atap sirap. 

Namun, teksturnya yang kuat dan keras ini akan membuat kayu ulin lebih sulit dipaku atau dipotong dengan gergaji.

Untuk itu, diperlukan alat khusus saat menggunakan material yang satu ini. 

2. Tahan Serangan Rayap

Selain karena teksturnya yang kuat dan keras, kayu ulin juga mempunyai kandungan alami yang membuatnya tahan terhadap serangan rayap.

Kandungan alami yang dimilikinya membuat raya tidak bisa menggerogotinya. 

Jadi, kamu tak perlu khawatir bangunan akan roboh karena diserang rayap. 

3. Tahan Terhadap Perubahan Suhu

Tak hanya tahan terhadap serangan rayap, kayu ulin juga tahan terhadap perubahan cuaca, suhu, kelembapan, dan air laut. 

Dengan begitu, kayu ini tidak memerlukan perawatan yang ekstra. 

Bahkan, ketahanan kuat dari kayu ini mampu bertahan hingga ratusan tahun lho.

4. Nilai Ekonomi yang Tinggi

Berbagai keunggulan yang dimiliki kayu ini membuatnya memiliki nilai ekonomi yang tinggi. 

Tak hanya bisa digunakan sebagai bahan baku konstruksi bangunan, kayu ulin juga dapat dimanfaatkan sebagai pembuatan bahan furnitur. 

Mulai dari lemari, kursi, meja dan sebagainya. 

Kayu ini juga dapat dimanfaatkan sebagai kerajinan ukuir yan bernilai jual tinggi. 

Bahkan, kayu ulin yang sudah membatu dan menjadi fosil masih bisa dimanfaatkan untuk bahan pembuatan perhiasan.

Baca Juga: Cara Budidaya Semangka dengan Mudah, Hasil Panen Dijamin Melimpah

Penggunaan Lain Kayu Ulin

Tak hanya dimanfaatkan sebagai bahan konstruksi, kayu ini juga dapat digunakan untuk berbagai hal lain. 

Berikut penggunaan lain dari kayu ulin di bawah ini:

- Sebagai Bahan Baku Furnitur

Selain digunakan sebagai material konstruksi bangunan, kayu ulin bisa dipakai sebagai bahan baku dalam industri furnitur. 

Dengan berbagai keunggulan yang sudah dipaparkan di atas, kayu ini dianggap cocok menjadi material untuk berbagai perabotan rumah. 

Sebab, perabotan ini bisa bertahan sampai bertahun-tahun.

- Sebagai Perhiasan atau Aksesori

Penggunaan kayu ulin tidak hanya terbatas pada bidang konstruksi dan industri furnitur. 

Kayu besi ini juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku perhiasan. 

Tekstur dan guratan kayu ini terbilang unik, bahkan dianggap lebih indah dari permata.

Kayu ini dapat dijasikan perhiasan dan aksesori seperti kalung, gelang, dan tasbih.

- Sebagai Obat

Siapa yang sangka kalau kayu ini juga mempunyai manfaat bagi kesehatan?

Beberapa bagian dari pohon ulin dikenal mempunyai beragam manfaat bagi kamu yang memiliki berbagai kesehatan. 

Misalnya, biji pohon ulin yang dapat dimanfaatkan untuk membantu mengatasi bengkak, menghitamkan rambut, serta mencegah tumbuhnya uban.

Baca Juga: 11 Inspirasi Lantai Plester Unik, Bisa Jadi Pilihan Kalau Bosan dengan Lantai Keramik

Harga Kayu Ulin

Harga kayu ini sangat bervariasi tergantung di mana kamu membelinya. 

Sebaiknya lakukan survey terlebih dahulu ke berbagai tempat untuk mendapatkan harga dan kualitas kayu yang baik. 

Namun, umumnya harga kayu ulin cenderung mahal karena ketersediannya yang kini semakin langka.

Kayu ulin berukuran lebar sekitar 10 cm dan ketebalan dua cm biasanya dibanderol dengan harga Rp750.000/m². 

Ukuran ini umumnya digunakan untuk lantai kayu pada hunian.

Sementara jika kayu ulin bekas di pasaran memiliki harga pasaran  Rp280.000/m². 

Tak hanya itu, kayu ulin juga dijual dalam bentuk balok, papan, planer dengan harga rata-rata berkisar Rp250.000 per batang.  

Harga tersebut adalah kisaran yang menyesuaikan dengan daerah dan dimana tempat kamu membeli kayu.

Jangan lupa kunjungi Rumah123.com untuk mendapatkan artikel menarik lainnya.

Bagikan:
3815 kali