Cagar budaya merupakan salah satu bagian penting dalam menjaga kelestarian bangunan tua.

Pasalnya, bangunan tua merupakan bagian penting dari sejarah maupun proses pembelajaran terhadap ilmu arsitektur.

Tak hanya dari sisi bangunannya saja, cagar budaya juga memiliki sejarah penuh makna akan wawasan kebangsaan dan unsur religi di Indonesia.

Lantas, bangunan apa saja yang menjadi cagar budaya dan bagaimana persyaratannya? Untuk itu, simak pembahasannya bersama-sama!

Apa yang dimaksud dengan cagar budaya?

Untuk diketahui, cagar budaya adalah warisan budaya yang bersifat kebendaan berupa cagar budaya, bangunan, struktur, situs maupun kawasan di darat dan air yang perlu dilestarikan.

Adapun, nilai tersebut memiliki sejarah yang kuat dari sisi ilmu pengetahuan, pendidikan maupun kebudayaan melalui proses penetapan.

Untuk diketahui, bangunan cagar budaya merupakan susunan binaan yang terbuat dari benda alam atau buatan manusia untuk memenuhi kebutuhan ruang berdinding/atau tidak berdinding, dan beratap.

Kriteria bangunan cagar budaya

Identik dengan bangunan tua dan bersejarah, ada beberapa syarat dan ketentuan yang harus diperhatikan untuk memenuhi kriteria bangunan cagar budaya sebagai berikut :

1. Berusia 50 tahun atau lebih.

2.  Masa gaya paling singkat berusia 50 tahun.

“Masa gaya” merujuk pada beberapa aspek khususnya ornamen yang terdapat pada sebuah bangunan seperti tulisan, karangan, bahasa dan usia bangunan.

Memiliki arti khusus bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama dan kebudayaan.

3.  Nilai budaya penting bagi kepribadian bangsa

4.  Berdiri bebas atau menyatu dengan alam.

Daftar bangunan cagar budaya legendaris yang wajib kamu tahu

Selain menjadi warisan penting, bangunan tersebut juga kerap menjadi destinasi wisata maupun lokasi bersejarah dengan makna yang kuat secara menyeluruh.

Dalam hal ini, ada beberapa peninggalan warisan budaya penuh makna yang menjadi destinasi wisata sebagai berikut :

1. Hotel Majapahit Surabaya 

hotel majapahit surabaya

Sejarah mengingat bahwa Hotel Majapahit Surabaya merupakan bagian penting dalam kemerdekaan Republik Indonesia.

Pasalnya, Hotel Majapahit menjadi saksi pengibaran bendera perobekan warna Biru pada bendera Belanda menjadi Merah Putih. 

Saat ini, Hotel Majapahit sudah teregistrasi sebagai cagar budaya dengan nomor RNCB.20140117.02.000014. 

2.  Gereja Immanuel 

Perlu diketahui, Gereja Immanuel merupakan salah satu gereja tertua di Jakarta yang masih berdiri sejak 1840 yang berlokasi di seberang Stasiun Gambir.

Gereja ini mengusung tema klasik dengan kombinasi Inggris dan Belanda pada beberapa aksen bangunan. 

Keunikan gereja ini bukan hanya dari sisi bangunan saja, melainkan juga isi di dalamnya.

Sebab, di Gereja Immanuel ini terdapat sebuah alat musik bernama orgel yang sudah ada sejak 1843, dan hanya ada 3 di dunia hingga saat ini yang masih berfungsi dengan baik.

Adapun, gereja ini ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya terakhir pada 2017 silam. 

3.  Rumah Tjong A Fie 

Rumah Tjong A Fie Sumber: Tempo.co

Kombinasi arsitektur menjadi inspirasi penting dari Rumah Tjong A Fie sebagai cagar budaya melegenda di kota Medan.

Adapun, bangunan rumah ini selesai dibangun sejak 1900 dan dibuka untuk umum sejak 2009 silam.

Rumah dengan gaya arsitektur Tionghoa, Eropa, dan Peranakan Melayu ini menjadi salah satu destinasi wisata bersejarah di Medan. 

Di dalamnya, pengunjung bisa melihat berbagai sejarah Tjong A Fie lewat foto-foto dan lukisannya.

4.  Lawang Sewu 

Bangunan berhantu yang melegenda ini juga menjadi salah satu warisan budaya sebagai bekas kantor pusat Perusahaan Kereta Api Hindia Belanda.

Adapun, Lawang Sewu dirancang mengusung tema Hindia Belanda modern dengan 600 jendela berukuran besar. 

Sempat hiatus sebagai warisan budaya, Lawang Sewu direvitalisasi pada 2009 silam dan diresmikan kembali pada 2011. 

Seiring berjalannya waktu, Lawang Sewu juga menjadi salah satu ikon dari kota Semarang sebagai salah satu destinasi terbaik di Jawa Tengah.

5.  Masjid Istiqlal

Dikenal sebagai salah satu masjid terbesar di Asia Tenggara, Mesjid Istiqlal juga merupakan salah satu bangunan cagar budaya dengan arsitektur religius yang kuat.

Tak hanya sekadar masjid untuk beribadah, Istiqlal juga memiliki bangunan arsitektur modern dengan tema geometri, sehingga memiliki sarat dan makna yang kuat.

Saat ini, rumah ibadah yang menjadi simbol toleransi beragama di Indonesia baru saja mengalami revitalisasi besar-besaran yang diresmikan pada 2020 silam. 

Masjid Istiqlal ditetapkan sebagai warisan cagar budaya Indonesia sejak 1993 dan diperbaharui pada 2017. 

6. Gereja Katedral 

Pada sisi seberang Masjid Istiqlal terdapat sebuah Gereja Katedral yang menjadi bagian penting dari peninggalan zaman Belanda.

Mengusung tema neo gotik Eropa, Gereja Katedral memiliki inspirasi desain yang terlihat tak lekang oleh waktu sejak berdirinya pada 1901. 

Selain menjadi tempat peribadatan umat Katolik, Gereja Katedral dengan nama Gereja Santa Maria Diangkat Ke Surga ini juga memiliki museum yang berisi kumpulan relikui dan teks doa dari Vatikan.

7.  Gedung Kebangkitan Nasional 

gedung kebangkitan nasional

Gedung Kebangkitan Nasional berarsitektur neo renaissance dirancang oleh tentara Zeni Hindia Belanda pada 1899 silam. 

Pada awalnya, gedung ini merupakan sekolah pendidikan kedokteran kolonial Belanda bernama School tot Opleiding van Inlandsche Artsen atau STOVIA.

Selain menjadi sekolah kedokteran, gedung ini juga menjadi saksi sejarah berdirinya organisasi Boedi Oetomo yang menjadi bagian Hari Kebangkitan Nasional yang diperingati setiap 20 Mei. 

Bangunan ini telah diakui sebagai cagar budaya sejak 1983 yang terdiri dari berbagai buku dan peninggalan sejarah.

Itulah beberapa daftar bangunan bersejarah yang diakui cagar budaya di Indonesia.

Temukan inspirasi menarik seputar bangunan unik lainnya di Rumah123

"Sedang mencari lokasi usaha? Temukan jawabannya bersama Duta Indah Sentoha Tangerang selengkapnya."
Bagikan:
737 kali