waiting in the airport Meroketnya harga properti di kawasan Bandara Soetta seiring perkembangan makro ekonomi yang membaik dan pembangunan infrastruktur yang pesat. Ilustrasi Foto: Rumah123/iStock

Rencana pengembangan dan revitalisasi bandar udara (bandara) internasional Soekarno Hatta (Soetta) menjadi faktor pemicu pembangunan properti di sekitarnya. Sejumlah pihak memprediksi harga properti di sekitar Bandara Soetta, yakni Tangerang, Banten, akan naik drastis.

Meroketnya harga properti di kawasan tersebut seiring perkembangan makro ekonomi yang membaik dan pembangunan infrastruktur yang pesat. Sebut saja  Kereta Api Komuter Tangerang, dua stasiun kereta api bandara ekspres line dan commuter linePeople Mover System (PMS), dan Jalan Tol JORR III.

Pemerintah memang berkomitmen membenahi infrastruktur. Kini ada proyek Kereta Rel Listrik (KRL) yang menghubungkan Jakarta ke Bandara Soetta. Koridor yang dimulai dari stasiun Manggarai itu sedang dibangun dan diprediksi masyarakat bisa menggunakan moda angkutan ini pada akhir 2016.

Rute KRL ini bertolak dari Stasiun Manggarai, menuju dua stasiun pemberhentian yakni Stasiun Sudirman Baru, lanjut ke Stasiun Duri, dan sebaliknya. Kereta ini akan melintasi Stasiun Karet dan Tanah Abang, Duri, dan berakhir di Stasiun Bandara Soetta, melintasi sejumlah stasiun seperti Grogol, Pesing, Bojong Indah, Kalideres, Poris, dan Batu Ceper.

KRL Bandara tersebut akan terintegrasi dengan Mass Rapid Transit (MRT) yang sekarang sedang dibangun dan bus TransJakarta.

Baca juga: Apartemen Aeropolis, Bidik Pekerja Bandara Soekarno Hatta 

Kredit Rp2 triliun untuk proyek KRL ini dikucurkan oleh PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), dan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) pada 20 April 2015 lalu.

Komitmen merivitalisasi Bandara Soetta diperkuat oleh PT Angkasa Pura II yang siap mengembangkan Terminal 3 (T3 Ultimate) bekerja sama dengan konsorsium Kawahapejaya Indonesia KSO. Perluasan ini  menghabiskan anggaran sekitar Rp4,725 triliun.

Konsorsium Kawahapejaya Indonesia KSO merupakan gabungan dari beberapa perusahaan konstruksi dan desain, yaitu PT Wijaya Karya Tbk, PT Wakita Karya Tbk, PT Pembangunan Perumahan Tbk, PT Jaya Teknik, PT Indulexco, PT GMDI, PT Atelier 6 Arsitek, Woodhead, Aecum, dan Hyundai.

Potensi Bandara Soetta menjadi kawasan komersial atau Airport City disadari oleh banyak pengembang properti. Juga banyak dilirik oleh para investor.

Aeropolis Lucent Residence tipe two bedroom. FOTO: Rumah123/Jhony Hutapea. Sebuah sudut ruangan di Aeropolis Lucent Residence Tipe Dua Kamar Tidur. FOTO: Rumah123/Jhony Hutapea.

Adalah Provident Development yang membangun mal di kawasan ini. Berskala nasional, pengembang ini mengembangkan superblok setelah mengakusi Grand Dadap City (GDC) seluas 3,7 hektar.

“Kami akan membangun Grand Dadap City, mixed-use development terlengkap pertama di wilayah Dadap,” ujar Hadi Wanto, Head Of Marketing Communications Provident Development kepada Rumah123.com, beberapa waktu lalu.

 “Akan berdiri lebih dari 1.000 unit apartemen, shopping mall, ruko, business suite, dan hotel. Untuk shopping mall adalah Grand Dadap Mall,” katanya lagi.

Potensi dan peluang bisnsis Bandara Soetta juga dibidik oleh PT Wika Realty, anak usaha PT Wijaya Karya (Persero) TBk, melalui kehadiran Hotel Puspamaya. Hotel pertama PT Wika Realty ini berdiri tepat di kawasan Batuceper, Kota Tangerang. Berjarak hanya sekitar 800 meter dari Bandara Soetta.

Menurut Direktur Utama PT Wika Realty, Budi Saddewa, Hotel Puspamaya dibangun di atas lahan seluas 6.990 meter persegi dan luas bangunannya 5.648 meter persegi. Jumlah kamar yang ditawarkan sebanyak 165 unit, terdiri atas tiga tipe, yakni Junior Suite (lima kamar), Deluxe (40 kamar) dan Superior (120 kamar).

Lihat juga: Aeropolis, Hunian Vertikal Pendukung "Airport City"

Hotel Puspamaya dioperasikan oleh Prasanthi Hotels & Resorts. Tarif kamar per malam hotel berbintang tiga ini mulai dari Rp499 ribu. Fasilitas yang disediakan antara lain restoran, ruang rapat, wifi, dan kolam renang.

Keuntungan lokasi dekat Bandara Soetta juga sangat disadari dan dinikmati oleh Aeropolis Residence. Saat ini, dari 1.400 unit Tipe Studio (Aeropolis Residence 1/AR1) yang sudah terjual, sebanyak 900 di antaranya sudah dimiliki para pekerja di Bandara tersebut.

Menurut Direktur PT Perkasalestari Permai, Didik Riyanto, pihaknya menargetkan pembangunan 15.000 unit apartemen. Pengembang proyek Aeropolis yakni PT Perkasalestari Permai, merupakan anak usaha PT Intiland Devlopment Tbk.

­­­­­

Jarak Aeropolis ke Bandara Soetta hanya sekitar 500 meter. Tak heran jika pihak pengembang sangat menyakini bahwa kehadiran apartemen ini dapat menghidupkan kawasan Bandara Soetta dan sekitarnya.

Bagikan:
2641 kali