Masjid Biru, Turki (Rumah123/iStockphoto)

Masjid ini memiliki nama resmi Masjid Sultan Ahmed sesuai dengan nama pendirinya Sultan Ahmed I yang memerintah Turki pada era Dinasti Utsmaniyah (Ottoman) pada 1590 hingga 1617.

Namun, masjid ini lebih dikenal dengan nama Blue Mosque atau Masjid Biru lantaran interiornya. Orang pun lebih mengenalnya dengan Masjid Biru ketimbang nama aslinya.

Baca juga: Gunakan Batu Alam, Masjid Ini Seolah Menyatu dengan Lingkungan Padang Pasir

Ahmed I mendirikan masjid ini sebagai bukti kejayaan kerajaan. Dia menunjuk arsitek Sedefqar Mehmed Agha Bicakciu untuk mendesain masjid.

Masjid ini memiliki lima kubah besar, delapan kubah kecil, dan enam menara. Salah satu menara memiliki tinggi 64 meter. Pembangunan masjid ini memakan waktu sembilan tahun dari 1607 hingga 1616.

Baca juga: Keren Banget Lho Perpaduan Desain Masjid Sheikh Zayed

Masjid ini memiliki desain klasik Utsmaniyah era akhir yang berkembang pada abad ke-14 hingga abad ke-17. Hal ini bisa dilihat dari bentuk bangunan yang besar dan megah.

Lantas kenapa Masjid Sultan Ahmed ini lebih dikenal dengan nama Masjid Biru? Hal ini dikarenakan interiornya yang mengaplikasikan keramik  berwarna biru.

Baca juga: Banyak Pohon Tumbuh di Dalam Masjid Ini

Ada 20.000 keramik dengan motif bunga tulip berwarna biru yang diaplikasikan pada dinding masjid. Selain itu, bagian kubah juga dipasang dengan keramik berwarna biru. Lantas masih ada 200 jendela kaca yang dipasang.

Keramik warna biru ini dibuat dengan tangan di kota Iznik, sebuah kota kecil di Turki yang lebih dekat ke benua Asia. Keramik khas Turki ini mulai diproduksi pada abad ke-15 hingga 17.

Baca juga: Desain Masjid Ini Terinspirasi dari Rumah Nabi Muhammad SAW

Masjid Biru ini menjadi salah satu destinasi wisata ternama di Turki. Selain dipergunakan untuk tempat shalat, masjid ini terbuka untuk turis di luar waktu shalat. Mau berkunjung? Buruan beli tiket!

Bagikan: 2931 kali