OK
Panduan

10 Karakteristik Kualitas Informasi Akuntansi yang Penting Diketahui. Apa Sja?

11 Juli 2024 · 6 min read Author: Gadis Saktika · Editor: M. Iqbal

akuntansi

karakteristik kualitas informasi akuntansi | sumber: shutterstock.com

Dalam penyusunan laporan, akuntan perlu membuat dokumen yang sesuai dengan karakteristik informasi yang valid. Adapun informasi karakteristik kualitas informasi akuntansi tersebut bisa kamu lihat pada artikel ini!

Membuat laporan keuangan yang jelas dan akurat merupakan hal yang krusial bagi setiap perusahaan.

Hal ini dapat tercapai dengan memahami karakteristik kualitas informasi akuntansi.

Laporan keuangan yang baik tidak hanya mudah dipahami, tetapi juga sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku di Indonesia.

Melansir dari buku Mudah Membaca Laporan Keuangan yang ditulis Bambang Wahyudiono, dengan laporan itulah perusahaan bisa mengomunikasikan kegiatan proses produksi atau bisnisnya.

Lalu, dengan laporan keuangan itu pula perusahaan bisa mencari investor baru, bahkan pengajuan kredit ke bank untuk mendapatkan pembiayaan baru.

Dari peran krusialnya itu, penting untuk memahami karakteristik kualitas informasi akuntansi yang baik.

Nah, kali ini Rumah123 telah menghadirkan informasi karakteristik kualitas informasi akuntansi yang bisa kamu lihat pada uraian berikut!

10 Karakteristik Kualitas Informasi Akuntansi

1. Relevansi

Informasi yang berguna erat kaitannya dengan kemampuannya untuk membantu pengguna dalam memprediksi atau mengambil keputusan.

Semakin relevan informasi dengan proses pengambilan keputusan, semakin tinggi nilainya.

Dua unsur utama yang menentukan karakteristik akuntansi dalam hal ini adalah nilai konfirmasi dan nilai prediksi.

Artinya, informasi yang berguna harus dapat memverifikasi informasi yang sudah ada dan memberikan prediksi yang akurat untuk masa depan.

Lebih dari itu, informasi yang disajikan juga harus positif dan memberikan nilai bagi penggunanya.

2. Teruji

Karakteristik kualitas informasi akuntansi dikatakan teruji jika mampu merepresentasikan secara keseluruhan dan akurat transaksi, sumber daya, dan aset keuangan perusahaan.

Keandalan informasi ini dapat diukur berdasarkan tiga faktor utama berikut:

  1. Kelengkapan: Informasi akuntansi yang andal harus mencakup setiap transaksi yang terjadi dalam bisnis. Hal ini penting untuk memberikan gambaran yang komprehensif tentang aktivitas keuangan perusahaan.
  2. Netralitas: Penyajian informasi akuntansi harus objektif dan tidak memihak. Artinya, informasi positif dan negatif harus disajikan secara adil tanpa bias, agar pengguna dapat membuat penilaian yang tepat.
  3. Bebas Kesalahan: Informasi akuntansi yang andal harus bebas dari kesalahan perhitungan dan ketidaktepatan. Hal ini dapat dicapai dengan penerapan prosedur akuntansi yang cermat dan sistem kontrol internal yang kuat.

Dengan memenuhi ketiga kriteria ini, informasi akuntansi dapat menjadi dasar yang tepercaya bagi pengambilan keputusan oleh berbagai pihak, seperti investor, kreditor, manajemen, dan pemerintah.

3. Verifikasi

Membuat prediksi keuangan yang tepat memerlukan kepastian atas kebenaran informasi akuntansi perusahaan.

Hal ini dapat dicapai melalui proses verifikasi, yaitu memvalidasi informasi dan perhitungan keuangan dengan melibatkan beberapa sumber atau pihak independen.

Adapun tujuan verifikasi adalah untuk mengembangkan hasil yang sama dengan perhitungan awal.

Pihak yang dapat melakukan verifikasi termasuk auditor eksternal dan profesional akuntansi lainnya yang memiliki kemampuan untuk mengevaluasi laporan keuangan perusahaan.

Jika hasil verifikasi menunjukkan kesesuaian, informasi akuntansi perusahaan dapat dianggap akurat dan terverifikasi.

Sebaliknya, ketidakcocokan hasil verifikasi menunjukkan adanya kesalahan dalam laporan keuangan.

Hal ini memungkinkan perusahaan untuk mengidentifikasi letak kesalahan dan segera melakukan perbaikan serta perhitungan ulang.

Dengan demikian, karakteristik Akuntansi ini menjadi langkah penting dalam memastikan keakuratan prediksi keuangan dan membantu perusahaan dalam mengambil keputusan yang tepat.

4. Mudah Dimengerti

karakteristik kualitas informasi akuntansi

sumber: Unsplash/Scott Graham

Laporan keuangan memegang peran penting dalam pengambilan keputusan di sebuah perusahaan.

Oleh karena itu, penting bagi laporan keuangan tersebut untuk mudah dipahami, tidak hanya oleh akuntan, tetapi juga oleh pihak-pihak lain yang terlibat dalam proses pengambilan keputusan, seperti manajer dan investor.

Tingkat kemudahan pemahaman laporan keuangan juga dapat diukur dari seberapa mudah informasi akuntansi yang terkandung di dalamnya dimengerti oleh orang awam.

Faktanya, laporan keuangan bisa mencapai puluhan halaman dan penuh dengan istilah keuangan yang rumit serta perhitungan yang kompleks.

Hal ini berpotensi menyulitkan pihak-pihak yang tidak memiliki latar belakang akuntansi untuk memahaminya.

Menyadari hal tersebut, banyak perusahaan berusaha menyusun laporan keuangan yang mudah dipahami oleh semua pihak.

Hal ini dilakukan dengan menggunakan bahasa yang sederhana, menyajikan informasi secara ringkas dan visual, serta menyertakan penjelasan yang jelas untuk istilah-istilah teknis.

5. Bisa Dibandingkan

Salah satu karakteristik Akuntansi berkualitas dalam laporan keuangan adalah kemampuan dibandingkan (comparability).

Sifat ini memungkinkan para pemangku kepentingan untuk membandingkan kinerja keuangan perusahaan dari waktu ke waktu secara efektif.

Dengan membandingkan laporan keuangan antarperiode, kita dapat mengidentifikasi tren, menilai kemajuan, dan membuat keputusan yang lebih tepat sasaran.

Proses evaluasi ini tidak hanya membantu memahami kinerja keuangan perusahaan secara keseluruhan, tetapi juga mengungkapkan perubahan dan perkembangannya dari masa ke masa.

6. Tepat Waktu

Pembuatan laporan akuntansi yang tepat waktu mencerminkan kecepatan penyajian informasi keuangan kepada para pemangku kepentingan.

Di era digital yang serbacepat ini, tuntutan akan informasi terkini semakin tinggi sehingga perusahaan harus mampu menyelesaikan laporan keuangannya secara tepat waktu.

Kemampuan ini bergantung pada efektivitas komunikasi internal perusahaan.

Semakin cepat dan lancar informasi diakses dan diolah, semakin cepat pula laporan keuangan tersaji.

7. Konsistensi

Karakteristik kualitas informasi akuntansi tidak hanya harus akurat dan relevan, tetapi juga konsisten dalam penggunaannya.

Konsistensi di sini berarti menerapkan prinsip akuntansi yang sama dari periode ke periode.

Tujuan utama konsistensi adalah untuk meningkatkan kualitas dan kegunaan laporan keuangan.

Dengan informasi yang konsisten, pengguna laporan keuangan dapat lebih mudah membandingkan data keuangan dari periode sebelumnya dan periode saat ini.

Kemampuan untuk membandingkan ini sangat penting untuk analisis dan pemahaman yang lebih baik terhadap kinerja keuangan perusahaan.

8. Reliabilitas

Kualitas informasi akuntansi yang andal harus dapat dipercaya kebenarannya.

Hal ini berarti informasi tersebut harus bebas dari kesalahan dan sesuai dengan kenyataan.

Kesalahan seperti neraca saldo yang tidak seimbang harus segera diperbaiki.

Hal ini penting untuk memastikan bahwa informasi akuntansi akurat dan mencerminkan kondisi keuangan perusahaan yang sebenarnya.

Untuk mencapai keandalan, laporan keuangan perlu diverifikasi ulang dengan menggunakan data yang valid, tepercaya, dan sesuai dengan fakta.

9. Materialitas

Prinsip materialitas menyatakan bahwa tidak semua informasi keuangan perlu dicantumkan dalam laporan akuntansi.

Hanya informasi yang dianggap material yang harus dilaporkan.

Untuk menentukan apakah suatu informasi material, beberapa faktor dipertimbangkan:

  • Jumlah pos
  • Pendapatan bersih
  • Rata-rata laba bersih
  • Aset dan kewajiban
  • Rasio keuangan

10. Netral

Netralitas atau objektivitas, berarti bebas dari prasangka atau bias.

Prinsip ini sangat penting dalam penyusunan laporan keuangan, di mana informasi yang disajikan harus akurat dan tidak memihak pihak tertentu.

Dengan memegang teguh prinsip netralitas, para penyusun laporan keuangan dapat menghasilkan wawasan dan angka-angka yang dapat dipercaya.

Hal ini memungkinkan para pengguna laporan keuangan, seperti investor, kreditor, dan manajemen, untuk membuat keputusan yang tepat berdasarkan informasi yang objektif.

***

Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk kamu, ya.

Cek artikel menarik lainnya hanya di artikel.rumah123.com.

Kalau kamu ingin ngobrolin properti dengan ahlinya, coba deh kunjungi ke Teras123!

Nantinya, kami akan memberi jawaban yang komprehensif soal pertanyaan yang kamu ajukan, lo.

Tak lupa, kunjungi Rumah123 untuk menemukan hunian impian karena #SemuaAdaDisini.


Tag: , ,


Gadis Saktika

Content Writer

Gadis Saktika adalah Content Writer di 99 Group yang sudah berkarier sebagai penulis dan wartawan sejak tahun 2019. Lulusan Bahasa dan Sastra Indonesia UPI ini senang menulis tentang etnolinguistik, politik, HAM, gaya hidup, properti, dan arsitektur.
Selengkapnya

IKLAN

Tutup iklan
×

SCROLL UNTUK TERUS MEMBACA