Wujud kereta api bandara di Stasiun Sudirman Baru, Jakarta. Stasiun ini memiliki panjang 520 meter dengan lebar 32 meter dan beroperasi pada 2017. Foto: Rumah123/Dharma Wijayanto
   

Bandar udara (Bandara) merupakan sarana yang bisa melancarkan mobilitas kita bepergian ke suatu tempat, baik di dalam maupun di luar negeri. Bandara yang berfasilitas lengkap dan bersuasana aman dan nyaman, tentunya dambaan kita semua. Kehadiran sebuah bandara yang kece dan oke tentunya akan mendukung pasar properti.

 

Nah, bagusnya pada 2017, pembangunan fasilitas bandara terus dilakukan oleh pemerintah. Sebut saja upaya menghadirkan skytrain dan kereta bandara. Skytrain kereta layang tanpa awak di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) mulai dioperasikan pada 2017.

 

Baca juga: Inilah Wajah Stasiun Kereta Api Bandara di Jakarta

 

Sebelumnya, PT Angkasa Pura II (Persero) melakukan uji-coba pengoperasian skytrain tersebut dari Terminal 2 ke Terminal 1 dan sebaliknya, pada 10 November 2017. Setelah uji-coba selama satu minggu, kemudian dilanjutkan dengan verifikasi oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan sebagai syarat pengoperasian kereta layang untuk rute Terminal 2–Terminal 1.

 

Terhubungnya seluruh terminal dengan jalur kereta layang sepanjang 3 kilometer akan meningkatkan standar pelayanan kepada penumpang pesawat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan membawa bandara ini sejajar dengan bandara berkelas dunia lainnya. Lebih dari itu, hadirnya kereta layang yang memiliki teknologi modern juga merupakan simbol dari kemajuan dunia transportasi Indonesia.

 

Seperti diketahui, sejak 17 September 2017,  kereta layang telah melayani perpindahan penumpang pesawat untuk transit dan sebagainya dari Terminal 3 ke Terminal 2.

 

Baca juga: Kereta, Solusi Mobilitas Masyarakat Jabodetabek

 

Ketika kereta layang sudah melayani seluruh terminal, maka pengembangan selanjutnya terkait kereta layang ini adalah pembangunan shelter di integrated building yang terkoneksi dengan stasiun kereta bandara, sehingga jalur atau trase at sudah beroperasi penuh adalah Terminal 3–Terminal 2–integrated building–Terminal 1.

 

Kehadiran kereta layang di integrated building ini akan mempermudah penumpang kereta bandara untuk menuju terminal, ataupun sebaliknya dari terminal menuju stasiun.

 

Adapun kereta bandara dengan rute Stasiun Manggarai–Sudirman Baru–Duri–Batu Ceper–Bandara Internasional Soekarno-Hatta sudah beroperasi pada Selasa (26/12/2017) dengan jadwal keberangkatan pertama pada 03.47 WIB dari Stasiun Sudirman Baru (BNI City) dengan tarif promo Rp30.000.

 
Dua petugas berjaga di areal pintu otomatis di Stasiun Sudirman Baru di Jakarta. Stasiun ini dikhususkan untuk commuter-line menuju Bandara Soekarno Hatta yang beroperasi pada 2017. Foto: Rumah123/Dharma Wijayanto
   

Baca juga: Kawasan Bandara Soetta Berprospek Cerah untuk Investasi

 

Pada Januari 2018, diberlakukan tarif penuh dengan memperhatikan masukan dari bebagai pihak selama masa uji-coba. Pada tahap awal uji coba, untuk operasional 26 Desember 2017-1 Januari 2018 diberlakukan tarif promosi Rp30.000, sedangkan mulai 2 Januari 2018 ditetapkan tarif Rp70.000.

 

Kereta bandara terdiri atas 6 kereta per rangkaian yang bisa menampung 272 penumpang dan 42 perjalanan. Pada pengoperasian awalnya, kereta api bandara menaik-turunkan penumpang di tiga stasiun, yaitu Stasiun Sudirman Baru (BNI City), Stasiun Batu Ceper, dan Stasiun Soekarno-Hatta (seharusnya dari Stasiun Manggarai, tapi di stasiun ini masih ada pengerjaan).

 

Kereta api bandara akan langsung tersambung ke kereta layang (skytrain) yang akan terhubung ke Terminal 1, 2, dan 3, Bandara Soekarno-Hatta.

 

Catat ya jadwal keberangkatan KA Bandara Soekarno-Hatta, yakni dimulai pada pukul 03.40 rute Sudirman Baru (BNI City) sampai dengan Soekarno-Hatta dan 06.10-23.10 rute Soekarno-Hatta sampai dengan Sudirman Baru.

Bagikan:
1009 kali