Foto: Rumah123/Getty
 

Sebagaimana diberitakan, belum lama ini Bank Indonesia (BI) menaikkan BI 7-day Repo Rate sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 5,25%. Sementara suku bunga deposit facility (DF) dan lending facility (LF) juga naik masing-masing 50 bps menjadi 4,5% dan 6%. Kenaikan tersebut berlaku efektif per 29 Juni 2018. Apa artinya? Kenaikan suku bunga acuan BI tersebut akan berdampak kepada kenaikan tingkat suku bunga bank, termasuk kenaikan suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Nah, apa yang harus kamu lakukan kalau suku bunga KPR meningkat? Business and Sales Departemen Head untuk KPR Subsidi BTN, Budi Permana, yang diwawancarai Rumah123 beberapa waktu lalu, mengatakan, sebelumnya cermati dulu Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) yang ditawarkan oleh bank.

Baca juga: 3 Bulan Lagi Bunga KPR Naik! Beli Rumah Sekarang, It’s Now Or Never!

Untuk menghindari biaya cicilan suku bunga KPR yang naik, ada beberapa langkah yang bisa kamu pilih:

Lakukan Take Over

Take over ini bisa dengan cara memindahkan KPR ke bank lain yang suku bunganya lebih rendah atau sedang ada promo. Keuntungan peralihan KPR ke bank lain, seluruh cicilan kamu di bank sebelumnya bakal dilunasi bank yang dipilih untuk take over. Tapi, perpindahan ini membuat kamu sebagai nasabah akan dikenakan biaya penalti.

Pilih Bunga Fix Terpanjang

Ketentuan suku bunga fix ini tergantung berapa lama bank memberikan penawaran, setahun, dua tahun, tiga tahun, dan seterusnya. Kebanyakan bank menawarkan suku bunga fix satu hingga dua tahun. Setelah itu, akan diberlakukan suku bunga floating (suku bunga mengambang).

Baca juga: Pilih Mana, Tanpa DP atau Suku Bunga Murah?

Gunakan KPR Floating

KPR floating akan berubah-ubah untuk jangka waktu tertentu sesuai dengan suku bunga pasar dan kebijakan bank. Biasanya suku bunga floating mengikuti kebijakan Bank Indonesia (BI) Repo Rate. Bila BI Repo Rate naik, suku bunga juga naik. Sekarang ini BI Repo Rate 5,25% yang sebelumnya 4,75%.

Pada laman tiap bank, suku bunga floating bisa dilihat, karena harus menampilkan Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK). Pada KPR floating biasanya banyak promo potongan yang ditawarkan. Biasanya potongan bunga tersebut berlaku hingga cicilan KPR tuntas dibayarkan. Jadi, kamu bisa memanfaatkan promo-promo tersebut.

*

Bagikan: 918 kali