Ilustrasi Rumah Sewaan (Foto: Rumah123/Realestate.com.au)

Saat ini, kondisi pasar properti Indonesia memang tidak seperti lima tahun lalu. Data yang dilansir oleh Colliers International Indonesia menunjukkan kalau rata-rata rental yield atau harga sewa hanya 5,5 persen per tahun. Pasar properti masih menjadi tenant’s market, lantas bagaimana dengan investor properti?

Tenant’s market merupakan kondisi saat tenant atau penyewa memiliki daya tawar lebih besar dibandingkan landlord atau pemilik. Hal ini terjadi karena banyaknya hunian dibandingkan dengan penyewa. Sebaliknya, hal berbeda terjadi kalau kondisinya landlord’s market.

Senior Associate Director Research Colliers International Indonesia Ferry Salanto memaparkan hasil riset Colliers International pada Rabu (09/01/2019). Hal tersebut terungkap dalam riset ini.

Baca juga: Tips Investasi Properti: 4 Hal yang Harus Diketahui Investor Pemula

Kebanyakan pemilik properti terutama pemilik rumah sewa untuk ekspatriat sangat kooperatif dan akomodatif dalam hal negosiasi harga sewa maupun fasilitas yang akan didapatkan. Hal ini sebagai upaya untuk mempertahankan tingkat keterisian properti serta menarik calon penyewa baru.

Land lord bukan merugi, profit margin memang berbeda dibandingkan sebelumnya. Profit margin masih ada,” ujar Division Manager Residential Tenant Representation Colliers International Indonesia, Gene Sugandy saat menjawab pertanyaan dari Rumah123.

Dia menyatakan ada beberapa opsi lainnya dalam berinvestasi yang saat ini memang menguntungkan dibandingkan memiliki properti. Namun, dia meyakinkan kalau investasi properti merupakan investasi jangka panjang.

Baca juga:  Bidik Profesional dan Investor, Tamansari Skyhive Targetkan Sold Out dalam 6 Bulan

Senior Associate Director Office Services Collier International Indonesia, Ricky Tarore memaparkan hal serupa. Investasi properti adalah investasi jangka panjang.

Ricky memberikan ilustrasi mengenai pasar perkantoran. Jika landlord atau pemilik properti sudah mempunyai penyewa mencapai 60-65 persen, maka dia sudah bisa menutupi pengeluaran service charge.

Buat kamu yang menjadi investor properti, kamu harus optimistis lho. Kondisi seperti ini memang terjadi. Namun, ada waktunya ketika kamu memiliki posisi tawar lebih baik.

Baca juga:  Crown Group Pasarkan Apartemen Premium Kepada Investor Indonesia

Dalam kondisi ini, landlord atau penyewa mempunyai posisi tawar yang lebih baik. Penyewa tidak punya pilihan lain saat mencari hunian.

Ingat ya, investasi properti itu merupakan investasi jangka panjang. Saat ini, mungkin kamu sebagai investor belum meraih keuntungan besar, namun beberapa tahun ke depan, kamu akan mendapatkannya.

Bagikan: 401 kali