Foto: Rumah123/Getty
 

Pasar properti disinyalir saat ini lagi mandek. Diperkirakan sampai akhir tahun ini kondisinya tak akan banyak berubah. Investor sekarang ini menahan diri masuk pasar, sementara properti investasi masih over supply. Tapi, kabar baiknya, harga properti seken cenderung turun. Saat harga turun, inilah saat terbaik untuk beli, bukan?

"Situasi sekarang adalah time to buy. Banyak sekali diskon di pasar saat ini dan harga secondary saja sudah turun. Beli properti itu jangan saat booming, tapi (justru) saat lesu agar dapat murah yang murah," kata Andy K Natanael, seperti dikutip Kontan.co.id, Rabu (12-9-2018).

Baca juga: AREBI: Di Tahun Politik, Pasar Properti Tetap Menjanjikan Kok!

Saran Andy, kalau mau beli properti untuk mengejar keuntungan (capital gain), maka sebaiknya beli proyek properti yang baru diluncurkan saat ini. Andy berpendapat, dalam kondisi harga properti yang sedang turun, maka harga proyek properti baru sekarang ini akan cenderung murah. Sehingga, potensi kenaikannya sangat besar saat pasar properti membaik kelak.

Masih menurut Andy, pasar properti saat ini lesu bukan karena faktor makro ekonomi, melainkan karena pasokan yang masuk ke pasar properti 4-5 tahun yang lalu sangat besar (over supply). Jumlah proyek yang sudah jadi saat ini banyak sekali, investor juga banyak, sementara pembelinya kurang banyak. Dengan kondisi seperti ini, wajar saja tahun ini menjadi tahun yang berat bagi para pengembang.

Baca juga: Optimisme Intiland di Balik Pasar Properti yang Lesu

Cara Menyiasati Pasar Properti

Dalam kondisi tersebut, tentu saja mengiming-imingi pasar dengan potensi keuntungan investasi dari sektor properti tak bisa dijalankan.

"Jadi, jualan sekarang harus untuk fungsi ditinggali baru laku. Atau kalau tujuannya untuk investasi, maka pengembang harus kasih data ke konsumen bagaimana potensi investasinya, harus ada data potensi sewa," kata Andy dikutip dari sumber yang sama.

Baca juga: Andy K. Natanael, Sukses Jadi Pemasar Properti (1)

Menurut Andy, segmen properti yang masih bisa dimainkan di pasar properti untuk saat ini adalah jenis properti yang paling mahal dan yang paling murah. Alasan dia, kedua segmen tersebut masih akan tumbuh karena tujuan pembeliannya pasti untuk dihuni, bukan untuk investasi.

Sekadar menyebut contoh, Ciputra Group saat ini menengok kelas menengah ke bawah. Perusahaan pengembang bereputasi baik ini mendorong peningkatan pasokan properti di kelas tersebut. "Saat ini kami sedang kekurangan proyek yang kecil-kecil, makanya kami mau dorong proyek di kelas ini," kata Direktur CTRA, Tulus Santoso, dikutip dari sumber yang sama.

Bagikan: 1430 kali